Latest Posts

Dapatkan Buku-buku Rohani Terbaru Anda Di Mahanila Store

Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola

Horizontal Random Posts

Today Quotes

Latest News

MyLiveChat

Shoutbox

Guest Book

Welcome, Today's date is : Guestbook

Silahkan Isi Buku Tamu Ini:

Mohon Karunianya

Website ini kami buat dengan mengutip dari berbagai sumber seperti:
1. Bhagavad-gita Menurut Aslinya
2. Srimad Bhagavatam, Purana
3. Krishna Katha, Mahabharata, Ramayana
4. Facebook, Website
5. Dan referensi lainnya

Tujuan kami untuk saling berbagi pengetahuan rohani, dan tidak ada niatan kami untuk menggurui.

Mohon karunianya dari saudara-saudari sekalian untuk saling berbagi demi kehidupan rohani kita yang lebih baik.

Semoga niatan kecil kami ini bisa membantu kita menjalani kehidupan bhakti rohani yang semakin mantap.

Kami menyadari, apa yang kami sajikan disini jauh dari layak apalagi sempurna, marilah kita bersama-sama saling membantu untuk menyempurnakannya.

Terimakasih dan salam sejahtera,
Sanatana Dharma Indonesia
Admin - (Website Developer)


Live Traffics

TOP Commentators
Mahanila Store. Powered by Blogger.

Total Daily Counters (Start 02-Dec-2017)

AmazingCounters.com

Please SMS/WhatsApp or Call Mahanila Store:

WhatsApp SMS

Link menuju sms plus no HP dan body terisi Link menuju sms body terisi Link Telpon Link Telpon(call me)


Our Daily Routine Activities:

1. Chant Mahamantra Hare Krishna (16 Rounds)
2. Mangala Arathi
3. Read Srimad Bhagavatam (1 Chapter)
4. Sandhya Arathi
5. Read Srimad Bhagavad-gita (1 Chapter)
6. Study Srila Prabupada's Books/ Literatures






Sanatana Dharma Ind-Fanpage

Website Rank

Please SMS/WhatsApp or Call Mahanila Store:

WhatsApp SMS

Link menuju sms plus no HP dan body terisi Link menuju sms body terisi Link Telpon Link Telpon(call me)

MAHANILA STORE (HTTP://MAHANILASTORE.BLOGSPOT.COM)

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll. Hubungi Kami di HP/WA: 0812-7740-3909

SDI Latest News

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)
Terimakasih Telah Berkunjung Ke Website Kami. Kunjungan Anda Berikutnya Sangat Kami Nantikan.

TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

Tuesday, December 5, 2017

Widgets

Widgets

'

Srimad Bhagavatam 1.13.


SB 1.13.1 : Śrī Sūta Gosvāmī berkata: Ketika sedang berkelana dalam perziarahan, Vidura menerima pengetahuan tentang tujuan sang diri dari resi agung Maitreya dan kemudian kembali ke Hastināpura. Ia menjadi ahli dalam pokok bahasan tersebut seperti yang diinginkannya.   

SB 1.13.2 : Setelah mengajukan berbagai pertanyaan dan mantap dalam pelayanan cinta kasih rohani kepada Śrī Kṛṣṇa, Vidura tidak lagi mengajukan pertanyaan kepada Maitreya Muni.   

SB 1.13.3 : Melihat Vidura kembali ke istana, seluruh penghuni istana—Mahārāja Yudhiṣṭhira, adik-adiknya, Dhṛtarāṣṭra, Satyaki, Sañjaya, Kṛpācārya, Kuntī, Ghāndārī, Draupadī, Subhadrā, Uttarā, Kṛpī, banyak lagi istri para Kaurava yang lain, dan perempuan-perempuan lain bersama anak-anak mereka—bergegas menyambut kedatangan Vidura de-ngan sangat bahagia. Mereka kelihatan seolah-olah baru mendapatkan kembali kesadarannya setelah waktu yang lama.   

SB 1.13.5 : Mereka semua mendatangi Vidura dengan sangat bahagia, seolah-olah jiwa mereka telah kembali ke dalam raganya. Mereka saling bersujud dan menyambut satu sama lain dengan berpelukan.   

SB 1.13.6 : Mereka semua menangis haru karena rasa cemas dan perpisahan yang panjang. Kemudian Raja Yudhiṣṭhira menyiapkan tempat duduk dan sebuah penyambutan.   

SB 1.13.7 : Setelah menikmati hidangan yang sangat mewah serta beristirahat secukupnya, Vidura dipersilakan duduk dengan nyaman. Kemudian Sang Raja mulai berbicara kepadanya, dan semua hadirin ikut mendengarkan.   

SB 1.13.8 : Mahārāja Yudhiṣṭhira berkata: Wahai paman, apakah paman masih ingat bagaimana paman selalu melindungi kami dan ibunda kami dari segala macam bahaya? Keber-pihakan paman, yang bagaikan hangatnya sayap-sayap burung, telah menyelamatkan kami dari upaya-upaya pembunuhan terhadap diri kami dengan racun maupun dengan membakar kami hidup-hidup.   

SB 1.13.9 : Bagaimana paman mempertahankan hidup ketika ber-kelana di muka bumi? Di tempat suci dan tempat per-ziarahan mana paman mempersembahkan pelayanan?   

SB 1.13.10 : Pamanku yang agung, penyembah-penyembah Tuhan seperti diri paman yang baik, benar-benar merupakan perwujudan tempat suci. Paman telah mengubah semua tempat yang ada menjadi tempat perziarahan karena paman membawa Personalitas Tertinggi Tuhan Yang Maha Esa di hati paman.   

SB 1.13.11 : Wahai paman, Anda pasti telah mengunjungi kota Dvārakā. Di tempat suci itu tinggal kawan-kawan dan orang-orang yang mengharapkan kesejahteraan kami, yaitu para keturunan Yadu, yang selalu khusuk dalam pelayanan kepada Tuhan Yang Maha Esa Śrī Kṛṣṇa. Paman mungkin sudah melihat mereka atau mendengar tentang mereka. Apakah mereka semua hidup bahagia di tempat tinggalnya?      

SB 1.13.12 : Setelah Mahārāja Yudhiṣṭhira bertanya seperti itu, Mahātmā Vidura perlahan menguraikan segala sesuatu yang telah dialaminya secara langsung, kecuali berita tentang musnahnya dinasti Yadu.   

SB 1.13.13 : Mahātmā Vidura yang penuh kasih tidak tahan melihat para Pāṇḍava terus-menerus bersedih. Karena itu ia tidak mengungkapkan kejadian yang sangat pahit dan sulit diterima ini karena bencana itu datang dengan sendirinya.   

SB 1.13.14 : Demikianlah Mahātmā Vidura, yang diperlakukan layak-nya seorang dewa oleh para kerabatnya, tinggal di sana selama beberapa waktu hanya untuk memperbaiki men-talitas kakaknya dan dengan cara ini membawakan ke-bahagiaan kepada semua yang lain.   

SB 1.13.15 : Selama Vidura menjalankan peran sebagai seorang śūdra, setelah dikutuk oleh Maṇḍūka Muni, Aryamā ditunjuk untuk menduduki jabatan Yamarāja untuk menghukum orang-orang yang telah berbuat dosa.   

SB 1.13.16 : Setelah memenangkan kerajaan dan menyaksikan kela-hiran seorang cucu yang pantas dan mampu untuk meneruskan tradisi terhormat keluarganya, Mahārāja Yudhiṣṭhira memerintah dengan damai dan menikmati kemewahan luar biasa dalam kerjasama bersama adik-adiknya, yang semuanya adalah pemimpin-pemimpin yang ahli bagi rakyat biasa.   

SB 1.13.17 : Sang waktu yang kekal dan tak terelakkan, tanpa disadari menelan orang-orang yang terlalu terikat pada persoalan keluarga dan yang selalu terlena memikirkan hal tersebut.   

SB 1.13.18 : Mahātmā Vidura mengetahui semua ini, dan karena itu ia berkata kepada Dhṛtarāṣṭra: Rajaku yang baik, mohon segera pergi dari sini. Janganlah ditunda lagi. Lihatlah bagaimana rasa takut telah mengusai diri Anda.        

SB 1.13.19 : Keadaan yang menakutkan ini tidak bisa ditanggulangi oleh siapa pun di dunia material ini. Tuanku, yang datang mendekati kita semua itu adalah Personalitas Tuhan Yang Maha Esa sebagai sang waktu yang kekal [kāla].   

SB 1.13.20 : Siapa pun yang berada di bawah pengaruh kāla [waktu yang kekal] harus menyerahkan nyawanya, sesuatu yang paling disayanginya, apalagi hal-hal lain, seperti keka-yaan, kehormatan, anak-anak, tanah dan rumah.   

SB 1.13.21 : Ayah, saudara, orang-orang yang mengharapkan kesejahteraan dan putra-putra Anda semua telah meninggal. Anda sendiri telah menjalani bagian terbesar dari kehidupan Anda, badan Anda kini telah digerogoti oleh kelumpuhan, dan Anda tinggal di tempat orang lain.   

SB 1.13.22 : Anda tuna netra sejak lahir, dan baru-baru ini telah mengalami kesulitan untuk mendengar. Ingatan Anda berkurang, dan kecerdasan Anda terganggu. Gigi-gigi Anda rontok, hati Anda kurang berfungsi, Anda batuk mengeluarkan dahak.   

SB 1.13.23 : Aduh, betapa kuatnya harapan makhluk hidup untuk me-lanjutkan hidupnya. Sebenarnya, Anda hidup bagaikan anjing peliharaan dan memakan sisa-sisa makanan yang diberikan oleh Bhīma.   

SB 1.13.24 : Tidak pantas hidup dengan merendahkan martabat dan atas kedermawanan orang-orang yang Anda sendiri telah mencoba untuk membunuh mereka dengan cara membakar tempat tinggal mereka dan meracuni mereka. Anda juga telah menghina salah seorang istri mereka dan merampas kerajaan dan harta mereka.   

SB 1.13.25 : Walau Anda tidak bersedia meninggal dunia dan ingin bertahan hidup bahkan dengan mengorbankan kehor-matan dan martabat, badan Anda yang kikir pasti akan merosot dan hancur seperti pakaian yang sudah lusuh.   

SB 1.13.26 : Orang yang pergi ke tempat yang tak dikenal, tempat terpencil, bebas dari segala kewajiban, meninggalkan badan materialnya apabila badan itu sudah tidak berguna lagi, disebut sebagai orang yang tidak goyah.   

SB 1.13.27 : Orang yang bangkit dan memahami kepalsuan dan penderitaan dunia material ini dan dengan demikian meninggalkan rumah untuk sepenuhnya bergantung kepada Personalitas Tuhan Yang Maha Esa yang ber-semayam di hatinya, baik karena kesadarannya sendiri ataupun karena orang lain, dia pasti seorang manusia kelas utama.   

SB 1.13.28 : Karena itu, segeralah pergi menuju utara, tanpa dike-tahui oleh sanak keluarga Anda, mengingat bahwa saat-saat yang akan mengurangi sifat-sifat baik manusia itu akan segera tiba.   

SB 1.13.29 : Setelah diyakinkan secara mantap oleh pengetahuan tentang diri sendiri [prajñā], Mahārāja Dhṛtarāṣṭra, keturunan dari keluarga Ajamīḍha, langsung memutus hubungan kuat kasih sayang keluarga dengan keta-bahan hatinya yang mantap. Dengan demikian, dia segera meninggalkan istana untuk menempuh jalan pembebasan, seperti yang diarahkan oleh Vidura, adiknya.                                                                                                                                                

SB 1.13.30 : Gāndhārī yang suci dan mulia, putri Raja Subala dari Kandahar [atau Gāndhāra], mengikuti suaminya, pergi ke Pegunungan Himalaya, yang merupakan tempat yang menyenangkan bagi mereka yang telah menerima tongkat pelepasan ikatan ibarat seorang petarung yang mene-rima serangan alot dari musuhnya.   

SB 1.13.31 : Mahārāja Yudhiṣṭhira, yang tidak memiliki musuh, me-nunaikan persembahyangan rutinnya pada pagi hari, dengan cara mempersembahkan korban-suci-api kepada dewa matahari, bersujud serta mendermakan biji-bijian, sapi, sebidang tanah dan emas kepada para brāhmaṇa. Ia lalu masuk ke dalam istana untuk memberikan penghor-matan kepada anggota keluarga yang lebih tua. Namun, ia tidak menemukan paman ataupun bibinya, putri Raja Subala.   

SB 1.13.32 : Mahārāja Yudhiṣṭhira, dalam keadaan penuh kecemasan, menoleh ke arah Sañjaya yang sedang duduk lalu ber-tanya: Wahai Sañjaya, di manakah paman kami, yang sudah tua dan buta.   

SB 1.13.33 : Di manakah paman Vidura yang baik, dan ibu Gāndhārī, yang sangat sedih karena kematian semua putranya? Paman saya Dhṛtarāṣṭra juga sangat berduka karena ke-matian semua putra dan cucunya. Sudah tentu saya adalah orang yang tidak tahu berterimakasih. Apakah karena itu beliau menanggapi kesalahan saya dengan sangat serius sehingga menceburkan diri ke dalam Sungai Gangga bersama istrinya?   

SB 1.13.34 : Ketika ayah saya, Pāṇḍu, meninggal dunia dan kami semua masih kecil, kedua paman ini telah memberi kami perlindungan dari segala bahaya. Mereka merupakan orang-orang yang baik. Aduh, ke mana mereka pergi?   

SB 1.13.35 : Sūta Gosvāmī berkata: Dilatari oleh kasih sayang dan kesedihan batin akibat tidak melihat tuannya sendiri, Dhṛtarāṣṭra, Sañjaya menjadi sedih dan tidak sanggup menjawab pertanyaan Mahārāja Yudhiṣṭhira dengan baik.   

SB 1.13.36 : Pertama-tama dia menenangkan pikirannya perlahan-lahan dengan kecerdasan, dan setelah menghapus air matanya serta mengenang kaki tuannya, Dhṛtarāṣṭra, dia mulai memberikan jawaban kepada Mahārāja Yudhsithira.   

SB 1.13.37 : Sañjaya berkata: Keturunan dinasti Kuru yang hamba cintai, hamba tidak mengetahui tujuan dari kedua paman baginda dan Gāndhārī. Wahai Raja, hamba telah diperdaya oleh kedua insan agung itu.   

SB 1.13.38 : Ketika Sañjaya sedang berbicara, penyembah perkasa Tuhan, Śrī Nārada, muncul di sana dengan membawa tumburunya. Mahārāja Yudhiṣṭhira dan saudara-sauda-ranya menyambut Nārada sepantasnya dengan cara beranjak dari tempat duduk lalu bersujud.   

SB 1.13.39 : Mahārāja Yudhiṣṭhira berkata: Wahai insan agung, hamba tidak tahu ke mana kedua paman hamba pergi. Hamba juga tidak menemukan bibi hamba sang petapa yang sangat berduka karena kehilangan semua putranya.             

SB 1.13.40 : Anda ibarat seorang nahkoda sebuah kapal yang berada di tengah samudera luas dan dapat mengarahkan kami menuju tujuan kami. Setelah disapa seperti itu, insan mulia, Devarṣi Nārada, yang paling agung di kalangan para penyembah yang ahli filsafat, mulai berkata.    

SB 1.13.41 : Śrī Nārada berkata: Wahai Raja yang saleh, janganlah bersedih terhadap siapa pun, karena setiap orang berada di bawah kendali Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, semua makhluk hidup dan para pemimpin mereka hendaknya selalu melakukan puja agar mendapat perlindungan yang baik. Hanya Dialah yang telah mem-pertemukan dan memisahkan mereka.   

SB 1.13.42 : Ibarat seekor sapi, yang terikat karena hidungnya dicocok dengan tali yang panjang, demikian pula umat manusia diikat oleh berbagai aturan Veda dan harus mematuhi perintah-perintah Yang Mahakuasa.   

SB 1.13.43 : Seperti halnya seseorang memasang dan membongkar mainannya sesuai kehendaknya sendiri, demikian pula kehendak tertinggi Tuhan membuat manusia berkumpul dan kemudian memisahkan mereka.   

SB 1.13.44 : Wahai Raja, dalam segala keadaan, baik Anda meng-anggap sang roh sebagai prinsip yang kekal, atau badan material sebagai sesuatu yang bisa musnah, atau segala sesuatunya berada di dalam Kebenaran Mutlak yang tanpa wujud, atau segalanya merupakan gabungan antara materi dan roh yang tidak dapat dijelaskan, rasa perpisahan hanyalah disebabkan oleh rasa sayang yang menyesatkan dan tidak lebih daripada itu.   

SB 1.13.45 : Karena itu, singkirkanlah kecemasan Anda yang dise-babkan oleh kealpaan pengetahuan tentang sang diri. Sekarang Anda berpikir bagaimana para makhluk malang yang tidak berdaya itu akan hidup tanpa diri Anda.   

SB 1.13.46 : Badan material kasar yang terbuat dari lima unsur ini sudah berada di bawah pengendalian sang waktu yang kekal itu [kāla], tindakan [karma] dan sifat alam material [guṇa]. Lantas, bagaimana mungkin badan yang sudah berada dalam belitan sang ular ini akan sanggup me-lindungi yang lainnya?   

SB 1.13.47 : Makhluk-makhluk yang tidak bertangan adalah mangsa bagi yang bertangan; yang tidak berkaki adalah mangsa bagi yang berkaki empat. Yang lemah adalah mangsa bagi yang kuat, dan aturan umum mempertahankan bahwa satu makhluk hidup adalah makanan bagi makhluk hidup lain.   

SB 1.13.48 : Karena itu, wahai Raja, Anda hendaknya hanya melihat Tuhan, yang esa tiada duanya dan yang mewujudkan Diri-Nya dengan berbagai energi dan berada di dalam maupun di luar.   

SB 1.13.49 : Personalitas Tertinggi Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Śrī Kṛṣṇa, dalam samaran sebagai sang waktu yang menelan segalanya [kāla-rūpa], sekarang telah turun ke bumi untuk mengurangi jumlah orang yang iri hati di dunia ini.       

SB 1.13.50 : Tuhan telah melaksanakan tugas-Nya untuk membantu para dewa, dan Dia sedang menunggu yang lain. Kalian para Pāṇḍava bisa menunggu selama Tuhan berada di bumi ini.   

SB 1.13.51 : Wahai Raja, Dhṛtarāṣṭra paman Anda, Vidura saudaranya dan Gāndhārī istrinya telah pergi ke sisi selatan Pegu-nungan Himalaya, di mana terdapat tempat-tempat pertapaan para resi agung.   

SB 1.13.52 : Tempat itu bernama Saptasrota [“dibagi menjadi tujuh”] karena di sana Sungai Suci Gangga terbagi menjadi tujuh cabang. Hal ini dilakukan untuk kepuasan tujuh ṛṣi agung.                                                                                                                  

SB 1.13.53 : Di tepi sungai yang berada di Saptasrota, Dhṛtarāṣṭra saat ini tekun dalam memulai aṣṭāńga-yoga dengan cara mandi tiga kali sehari, pada pagi hari, siang hari dan sore hari, dengan cara melakukan korban suci Agni-hotra dengan api suci dan hanya minum air putih. Hal ini membantu seseorang untuk mengendalikan pikiran dan indera-indera dan membebaskan seseorang sepe-nuhnya dari pikiran-pikiran kasih sayang keluarga.       

SB 1.13.54 : Seseorang yang telah mengendalikan sikap duduk [āsana-āsana yoga] dan proses pernapasan dapat mengarahkan indera-inderanya kepada Personalitas Tuhan Yang Maha Esa Yang Mutlak sehingga menjadi kebal terhadap pencemaran sifat-sifat alam material, yaitu kebaikan, nafsu dan kebodohan.   

SB 1.13.55 : Dhṛtarāṣṭra harus menyatukan identitasnya yang murni dengan kecerdasannya dan kemudian menyatu ke dalam Insan Tertinggi dengan pengetahuan tentang kesatuan sifat antara dirinya sebagai makhluk hidup dan Brahman Yang Tertinggi. Setelah keluar dari penutup angkasa, dia harus naik menuju angkasa spiritual.     

SB 1.13.56 : Dia harus menghentikan semua kegiatan indera-indera, bahkan yang berasal dari luar, dan harus tidak tersentuh oleh interaksi indera-indera, yang dipengaruhi oleh sifat-sifat alam material. Setelah melepaskan diri dari semua rutinitas yang bersifat material, dia harus mantap tidak bergerak, melampaui semua sumber rintangan di jalannya.    

SB 1.13.57 : Wahai Raja, dia akan meninggalkan badannya, kemung-kinan besar pada hari kelima sejak hari ini. Dan badan-nya akan terbakar menjadi abu.   

SB 1.13.58 : Ketika berada di luar memerhatikan sang suami, yang akan terbakar di dalam api kekuatan mistik bersama gubuk ilalangnya, istrinya yang suci itu akan masuk ke dalam api dengan perhatian khusuk.   

SB 1.13.59 : Vidura kemudian akan meninggalkan tempat perziarahan suci itu karena diliputi oleh rasa senang dan sedih.   

SB 1.13.60 : Setelah berbicara demikian, resi agung Nārada, beserta vīṇānya, naik ke luar angkasa. Yudhiṣṭhira menyimpan eptuah-petuah itu di hatinya sehingga ia mampu mem-bebaskan diri dari segala penyesalan.   


Visit Related Posts Below:













  • Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
    Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
    0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

    SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                           : 0819-9109-9321 (Mahanila)
    WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
    BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

    Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

    Terimakasih Atas Kunjungan Anda.

    Ditulis Oleh: Sanatana Dharma Indonesia

    Saat ini anda sedang membaca artikel yang berjudul: " Srimad Bhagavatam 1.13.". Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan berguna untuk kita semua. Kami menunggu tanggapan untuk saling berbagi melalui komentar di bawah ini. Mari kita bersama-sama saling berbagi pengetahuan kerohanian untuk meningkatkan kualitas hidup kita yang sesungguhnya. Kami sangat berterimakasih atas semua pihak yang telah berkenan membantu mengembangkan website ini. Semoga usaha kita ini membuahkan hasil yang baik.

    :: Thank you for visiting Sanatana Dharma Indonesia! ::

    Follow him on:

    Reaksi:

    Post a Comment

    Sanatana Dharma Indonesia memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk saling berbagi Pengetahuan Kerohanian. Silahkan memberikan masukan positif yang membangun demi kemajuan rohani kita bersama semuanya. Terima kasih atas kunjungan Anda.

    Ads

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    Please SMS/WhatsApp or Call Mahanila Store:

    WhatsApp SMS

    Link menuju sms plus no HP dan body terisi Link menuju sms body terisi Link Telpon Link Telpon(call me)

    Admin Control Panel

    New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Moderate Comments | Sign Out

     

    Horizontal Random Posts


    Hare Krishna Hare Krishna Krishna Krishna Hare Hare Hare Rama Hare Rama Rama Rama Hare Hare

    Dapatkan Koleksi Terbaru Buku-buku Rohani Di Mahanila Store

    Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola

    New Crosscol Bottom



    Mari Kita Saling Membantu Misi Srila Prabhupada Dengan Menyebarkan Buku-buku Rohani

    Semua Buku Ini Dapat Dipesan Di MAHANILA STORE HTTP://MAHANILASTORE.BLOGSPOT.COM

    Hubungi: Mahanila Das di HP/WA: 0812-7740-3909

    Mahanila Store

    Bhagavad Gita.

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    Krishna Jilid 3

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    Brahmacari

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    Usaha Mencari Pembebasan

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    Upadesamrta

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    A Second Chance

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Dengan Membaca Buku-buku Karya Srila Prabhupada Kita Akan Mendapatkan Pemahaman Spiritual Yang Lebih Mendalam

    Semua Buku Ini Dapat Dipesan Di MAHANILA STORE HTTP://MAHANILASTORE.BLOGSPOT.COM

    Hubungi: Mahanila Das di HP/WA: 0812-7740-3909

    Mahanila Store

    Bhagavad Gita.

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    Sri Caitanya Caritamrta

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    Kesempurnaan Yoga

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    Gita Mahamatya

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    Upadesamrta

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    A Second Chance

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    DAPATKAN KOLEKSI BUKU TERBARU KAMI

    MAHANILA STORE (SAHABAT BELANJA ANDA)

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    DAFTAR BUKU-BUKU TERLARIS

    TELAH TERJUAL DI DISELURUH INDONESIA

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    Mahanila Store

    Avatara

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Di Luar Kelahiran dan Kematian

    Sahabat Belanja Anda

    Mahanila Store

    Dharma Menurut Veda

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    Today Quotes

    Srimad Bhagavad-gita

    Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

    Iklan Kolom 1

    Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

    Caitanya Caritamrta

    Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

    Iklan Kolom 2

    Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

    The Nectar Of Devotion

    Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

    Iklan Kolom 3

    Mahanila Store Mahanila Store Mahanila Store

    A Second Chance

    Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

    Iklan Kolom 4

    Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

    Related Posts

    Tambahan Crosscol Bawah

    he krishna karuna-sindho dina-bandho jagat-pate gopesa gopika-kanta radha-kanta namo 'stu te
    O Sri Krishna yang hamba cintai, Andalah kawan bagi orang yang berdukacita, Andalah sumber ciptaan. Andalah tuan bagi para gopi dan Andalah yang mencintai Radharani. Hamba bersujud dengan hormat kepada Anda.


    Hare Krishna Hare Krishna Krishna Krishna Hare Hare Hare Rama Hare Rama Rama Rama Hare Hare

    Bouncing ball Bouncing ball Bouncing ball Sanatana Dharma Indonesia Visit Mahanila Store at http://mahanilastore.blogspot.com
    [Mahanila].. [Mahanila Store].. [Sanatana Dharma Indonesia].. [Mahanila Rent Car Batam].. [Cakadola Store].. [Sadhu Guru Sastra].. [Nityam Bhagavata Sevaya]
    [Cara Belanja].. [Kontak].. [About Us].. [Testimonial]..
    Silahkan Preview Website Favorit Anda!
    Latest Posts

    Copyright © 2013-17 Sanatana Dharma Indonesia. All Rights Reserved.