Latest Posts

Dapatkan Buku-buku Rohani Terbaru Anda Di Mahanila Store

Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola

Horizontal Random Posts

Today Quotes

Latest News

MyLiveChat

Shoutbox

Guest Book

Welcome, Today's date is : Guestbook

Silahkan Isi Buku Tamu Ini:

Mohon Karunianya

Website ini kami buat dengan mengutip dari berbagai sumber seperti:
1. Bhagavad-gita Menurut Aslinya
2. Srimad Bhagavatam, Purana
3. Krishna Katha, Mahabharata, Ramayana
4. Facebook, WhatsApp, Website
5. Dan referensi lainnya

Tujuan kami untuk saling berbagi pengetahuan rohani, dan tidak ada niatan kami untuk menggurui.

Mohon karunianya dari saudara-saudari sekalian untuk saling berbagi demi kehidupan rohani kita yang lebih baik.

Semoga niatan kecil kami ini bisa membantu kita menjalani kehidupan bhakti rohani yang semakin mantap.

Kami menyadari, apa yang kami sajikan disini jauh dari layak apalagi sempurna, marilah kita bersama-sama saling membantu untuk menyempurnakannya.

Terimakasih dan salam sejahtera,
Sanatana Dharma Indonesia
Admin - (Website Developer)


Live Traffics

TOP Commentators
Mahanila Store. Powered by Blogger.

Total Daily Counters (Start 02-Dec-2017)

AmazingCounters.com

Please SMS/WhatsApp or Call Mahanila Store:

WhatsApp SMS

Link menuju sms plus no HP dan body terisi Link menuju sms body terisi Link Telpon Link Telpon(call me)


Our Daily Routine Activities:

1. Chant Mahamantra Hare Krishna (16 Rounds)
2. Mangala Arathi
3. Read Srimad Bhagavatam (1 Chapter)
4. Sandhya Arathi
5. Read Srimad Bhagavad-gita (1 Chapter)
6. Study Srila Prabupada's Books/ Literatures






Sanatana Dharma Ind-Fanpage

Website Rank

Please SMS/WhatsApp or Call Mahanila Store:

WhatsApp SMS

Link menuju sms plus no HP dan body terisi Link menuju sms body terisi Link Telpon Link Telpon(call me)

MAHANILA STORE (HTTP://MAHANILASTORE.BLOGSPOT.COM)

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll. Hubungi Kami di HP/WA: 0812-7740-3909

SDI Latest News

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)
Terimakasih Telah Berkunjung Ke Website Kami. Kunjungan Anda Berikutnya Sangat Kami Nantikan.

TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

Thursday, December 7, 2017

Widgets

Widgets

'

Bhagavad-gita Menurut Aslinya. Bab 10


Bhagavad-gita Menurut Aslinya
Bab 10

Kehebatan Tuhan Yang Mutlak


10.1

śrī-bhagavān uvāca
bhūya eva mahā-bāho
śṛṇu me paramaḿ vacaḥ
yat te 'haḿ prīyamāṇāya
vakṣyāmi hita-kāmyayā

Śrī-bhagavān uvāca—Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; bhūyaḥ—lagi; evā—pasti;mahā-bāho—wahai yang berlengan perkasa; śṛṇu—dengarkanlah; me—milik-Ku; paramam—paling utama; vacaḥ—pelajaran; yat—itu yang; te—kepadamu; aham—Aku; prīyamāṇāya—dengan berpikir bahwa engkau tercinta bagi-Ku; vakṣyāmi—bersabda; hita-kāmyayā—demi keuntunganmu.


Terjemahan

Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda: Dengar sekali lagi, wahai Arjuna yang berlengan perkasa. Oleh karena engkau kawan-Ku yang tercinta, demi keuntunganmu Aku akan bersabda lebih lanjut kepadamu, dan memberikan pengetahuan yang lebih bagus daripada apa yang sudah –Ku jelaskan.


Penjelasan

Kata bhagavan dijelaskan oleh Parasaramuni sebagai berikut: Kepribadian yang penuh dengan enam jenis kehebatan yaitu; memiliki kekuatan penuh, kemasyhuran, kekayaan, pengetahuan, ketām panan atau kecantikan, dan ketidakterikatan semua secara penuh, adalah Bhagavan atau Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Selama Krishna berada di bumi ini, Beliau memperlihatkan segala jenis dari enam kehebatan tersebut. Karena itu, resi-resi yang mulia seperti Parasara Muni semua sudah mengakui Krishna sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Sekarang Krishna sedang memberi pelajaran kepada Arjuna tentang pengetahuan yang lebih rahasia lagi mengenai kehebatan dan pekerjaan Beliau. Sebelumnya, mulai dengan Bab Tujuh, Krishna sudah menjelaskan berbagai tenaga-Nya dan bagaimana tenaga-tenaga itu bertindak. Dalam bab ini Krishna menjelaskan kehebatan-Nya yang khusus kepada Arjuna. Dalam Bab sebelumnya, Krishna sudah menerangkan dengan jelas tentang berbagai tenaga-Nya untuk memantapkan bhakti dengan keyakinan yang teguh. Sekali lagi dalam Bab ini Krishna memberitahukan kepada Arjuna tentang manifestasi-manifestasi  dan berbagai kehebatan-Nya.
Makin banyak seseorang mendengar tentang Tuhan Yang Maha Esa makin ia mantap dalam bhakti. Hendaknya orang selalu mendengar tentang Krishna dalam pergaulan dengan para penyembah; itu akan meningkatkan bhaktinya. Ceramah-ceramah dalam pergaulan dengan penyembah hanya dapat diadakan di kalangan orang yang sungguh-sungguh ingin menjadi sadar akan Krishna. Orang lain tidak dapat ikut dalam diskusi-diskusi seperti itu. Krishna memberitahukan kepada Arjuna dengan jelas tentang hal itu karena Arjuna sangat dicintai oleh Krishna dan pelajaran seperti itu diadakan demi keuntungan Arjuna.


10.2

 

na me viduḥ sura-gaṇāḥ
prabhavaḿ na maharṣayaḥ
aham ādir hi devānāḿ
maharṣīṇāḿ ca sarvaśaḥ

na—tidak pernah; me—milik-Ku; viduḥ—mengenal; sura-gaṇāḥ—para dewa-dewa; prabhavam—asal mula kehebatan-kehebatan; na—tidak pernah; mahā-ṛṣayaḥ—resi-resi yang mulia; aham—Aku adalah; ādiḥ—sumber; hi—pasti; devānām—para dewa; mahā-ṛṣīṇām—para resi yang mulia; ca—juga; sarvāsaḥ—dalam segala hal.


Terjemahan

Baik para dewa maupun resi-resi yang mulia tidak mengenal asal mula maupun kehebatan-Ku, sebab, dalam segala hal, Aku adalah sumber dewa-dewa dan resi-resi.


Penjelasan

Sebagaimana dinyatakan dalam Brahma-samhita, Sri Krishna adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tiada yang lebih tinggi daripada Krishna; Krishna adalah sebab segala sebab. Di sini juga dinyatakan oleh Krishna Sendiri bahwa Diri-Nya adalah sebab semua dewa dan resi. Dewa dan resi yang mulia sekalipun tidak dapat mengerti tentang Krishna; mereka tidak dapat mengerti nama Beliau maupun kepribadian Beliau. Karena itu, tentu saja orang yang namanya saja sarjana di planet yang kecil ini tidak dapat mengerti tentang hal itu. Tiada seorang pun yang dapat mengerti mengapa Tuhan Yang Maha Esa turun ke bumi sebagai manusia biasa dan melakukan kegiatan yang ajaib dan luar biasa. Karena itu, hendaknya orang mengetahui bahwa kesarjanaan bukanlah kwalifikasi yang dibutuhkan untuk mengerti tentang Krishna. Para dewa dan para resi yang muliapun sudah berusaha mengerti tentang Krishna dengan angan-angannya, dan mereka sudah gagal dalam usaha ini. Dalam Srimad-Bhagavatam, juga dinyatakan dengan jelas bahwa dewa yang mulia sekalipun tidak dapat mengerti tentang Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Mereka dapat berangan-angan sampai batas indera-inderanya yang kurang sempurna dan dapat mencapai kesimpulan yang berlawanan, yakni filsafat yang tidak mengakui bentuk pribadi Tuhan, tentang sesuatu yang tidak diwujudkan oleh tiga sifat alam material, atau mereka dapat membayangkan sesuatu melalui angan-angan, tetapi tidak mungkin mereka mengerti tentang Krishna dengan angan-angan yang bodoh seperti itu.
Di sini secara tidak langsung Krishna menyatakan bahwa kalau seseorang ingin mengenal Kebenaran Mutlak, Aku berada di sini sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Aku adalah Tuhan Yang Maha Esa." Hendaknya orang mengetahui tentang hal ini. Walaupun seseorang tidak dapat mengerti tentang Tuhan yang tidak terhingga tetapi berada secara pribadi, namun Beliau tetap ada. Kita sungguh-sungguh dapat mengerti tentang Krishna. Yang bersifat kekal, penuh kebahagiaan dan pengetahuan, hanya dengan mempelajari sabda Beliau dalam Bhagavad-gita dan Srimad-Bhagavatam. Paham tentang Tuhan sebagai suatu kekuatan yang berkuasa atau sebagai Brahman yang tidak bersifat pribadi dapat dicapai oleh orang yang berada di dalam tenaga rendah Tuhan, tetapi Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa tidak dapat dipahami kecuali seseorang berada dalam kedudukan rohani.
Oleh karena kebanyakan orang tidak dapat mengerti tentang Krishna dalam kedudukan-Nya yang sebenarnya, atas karunia Krishna yang tiada sebabnya Beliau turun untuk memberi karunia kepada orang yang berangan-angan seperti itu. Walaupun Tuhan Yang Maha Esa melakukan kegiatan yang luar biasa, orang yang berangan-angan seperti itu masih menganggap Brahman yang tidak bersifat pribadi adalah Yang Mahatinggi karena pengaruh tenaga material. Hanya para penyembah yang sudah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa dapat mengerti bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah Krishna, atas karunia Kepribadian Yang Paling Utama. Para penyembah Tuhan tidak mempedulikan paham Brahman yang tidak bersifat pribadi terhadap Tuhan; keyakinan dan bhakti para penyembah membawa mereka sampai menyerahkan diri langsung kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan atas karunia Krishna yang tiada sebabnya, mereka dapat mengerti tentang Krishna. Orang lain tidak dapat mengerti tentang Beliau. Resi-resi yang mulia juga setuju: Apa itu atma, apa itu Yang Mahakuasa? Yang Mahakuasa adalah Beliau yang harus kita sembah.



10.3

 

yo mām ajam anādiḿ ca
vetti loka-maheśvaram
asammūḍhaḥ sa martyeṣu
sarva-pāpaiḥ pramucyate

yaḥ—siapa pun yang; mām—Aku; ajam—tidak dilahirkan; anādim—tidak berawal; ca—juga; vetti—mengenal;loka—dari planet-planet; mahā-īśvaram—penguasa tertinggi; asammūḍhaḥ—tidak berkhayal; saḥ—dia; martyeṣu—di kalangan orang yang mengalami kematian; sarva-pāpaiḥ—dari segala reaksi dosa; pramucyate—diselamatkan.

Terjemahan

Orang yang mengenal Aku sebagai Yang tidak dilahirkan, sebagai Yang tidak berawal, sebagai Tuhan Yang Maha Esa Yang berkuasa atas semua dunia di kalangan manusia dia yang tidak berkhayal, dan hanya dialah yang dibebaskan dari segala dosa.


Penjelasan

Sebagaimana dijelaskan dalam Bab Tujuh (7.3), manuṣyāṇām sahasresu kascid yatati siddhaye: Orang yang sedang berusaha mengangkat Diri-Nya sampai tingkat keinsafan rohani bukan manusia biasa; mereka lebih maju daripada berjuta-juta manusia biasa yang tidak memiliki pengetahuan tentang keinsafan rohani. Tetapi di antara orang yang sungguh-sungguh berusaha mengerti kedudukan rohaninya, orang yang dapat mengerti bahwa Krishna adalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, pemilik segala sesuatu, yang tidak dilahirkan, adalah orang yang paling berhasil dalam keinsafan rohani. Hanya pada tingkat itu saja, bila seseorang sudah mengerti kedudukan Krishna Yang Mahatinggi secara sempurna, ia dapat dibebaskan sepenuhnya dari segala reaksi dosa.
Di sini Krishna diuraikan dengan kata aja, yang berarti tidak dilahirkan,"tetapi Beliau berbeda dari para makhluk hidup yang diuraikan dalam Bab Dua sebagai aja. Tuhan berbeda dari makhluk hidup yang dilahirkan dan meninggal karena ikatan material. Roh-roh yang terikat menggantikan badan-badannya, tetapi badan Krishna tidak dapat diubah. Bilamana Beliau datang ke dunia material ini, Beliau datang sebagai Kepribadian yang sama yang tidak dilahirkan. Karena itu, dalam Bab Empat dinyatakan bahwa, atas kekuatan dalam dari Diri-Nya, Tuhan Yang Maha Esa tidak berada di bawah tenaga material yang rendah, melainkan Beliau selalu berada dalam tenaga utama.
Dalam ayat ini, kata-kata vetti lokāmaḥesvaram berarti hendaknya orang mengetahui bahwa Sri Krishna adalah Pemilik tertinggi susunan-susunan planet di alam semesta. Beliau sudah ada sebelum ciptaan dan Beliau berbeda dari ciptaan-Nya. Semua dewa diciptakan di dunia material ini, tetapi Krishna tidak diciptakan; karena itu, Krishna berbeda dari dewa-dewa yang mulia seperti Brahma dan Siva sekalipun. Oleh karena Krishna-lah yang menciptakan Brahma, Siva, dan semua dewa lainnya, Krishna adalah Kepribadian Yang Paling Utama yang berkuasa atas semua planet.
Karena itu, Sri Krishna berbeda dari segala sesuatu yang diciptakan, dan siapapun yang mengenal Krishna seperti itu segera dibebaskan dari segala reaksi dosa. Seseorang harus dibebaskan dari segala kegiatan yang berdosa agar ia dapat mengenal Tuhan Yang Maha Esa. Krishna hanya dapat dikenal melalui bhakti, bukan dengan cara lain, sebagaimana dinyatakan dalam Bhagavad-gita.
Hendaknya seseorang jangan berusaha mengerti tentang Krishna sebagai seorang manusia. Sebagaimana sudah dinyatakan sebelumnya, hanya orang bodoh menganggap Krishna manusia biasa. Sekali lagi kenyataan ini diungkapkan di sini dengan cara yang lain. Orang yang tidak bodoh, orang yang cukup cerdas mengerti kedudukan dasar Tuhan Yang Maha Esa, selalu bebas dari reaksi dosa.
Kalau Krishna dikenal sebagai putera Devaki, bagaimana mungkin dikatakan bahwa Krishna tidak dilahirkan? Kenyataan ini juga sudah dijelaskan dalam Srimad-Bhagavatam: ketika Krishna muncul di hadapan Devaki dan Vasudeva, Krishna tidak dilahirkan sebagai anak-anak biasa; Krishna muncul dalam bentuk-Nya yang asli, kemudian Beliau mengubah Diri-Nya menjadi anak-anak biasa.
Apapun yang dilakukan di bawah perintah Krishna bersifat rohani dan melampaui hal-hal duniawi. Perbuatan di bawah perintah Krishna tidak mungkin dipengaruhi oleh reaksi-reaksi material, yang barangkali menguntungkan atau tidak menguntungkan. Paham bahwa ada hal-hal yang menguntungkan dan yang tidak menguntungkan di dunia material kurang lebih merupakan angan-angan, sebab tidak ada sesuatupun yang menguntungkan di dunia material. Segala sesuatu tidak menguntungkan, sebab alam meterialpun tidak menguntungkan. Kita hanya membayangkan bahwa alam material menguntungkan. Keuntungan yang sejati bergantung pada kegiatan dalam kesadaran Krishna dalam bhakti dan pengabdian sepenuhnya. Karena itu, kalau kita sungguh-sungguh ingin supaya kegiatan kita menguntungkan, hendaknya kita bekerja di bawah perintah-perintah Tuhan Yang Maha Esa. Perintah-perintah seperti itu diberikan dalam Kitab-kitab Suci yang dapat dipercaya seperti Srimad-Bhagavatam dan Bhagavad-gita, atau dari seorang guru kerohanian yang dapat dipercaya. Oleh karena guru kerohanian adalah utusan Tuhan Yang Maha Esa, petunjuk dari beliau secara langsung merupakan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa. Guru kerohanian, orang-orang suci dan Kitab-kitab Suci memberi pengarahan dengan cara yang sama. Tidak ada hal-hal yang bertentangan antara tiga sumber tersebut. Segala perbuatan yang dilakukan di bawah petunjuk-petunjuk  seperti itu bebas dari reaksi-reaksi kegiatan saleh atau kegiatan yang tidak saleh di dunia material ini. Sikap rohani seorang penyembah dalam pelaksanaan kegiatan adalah sikap pelepasan ikatan, dan ini disebut sannyāsa. Sebagaimana dinyatakan dalam ayat pertama dari bab Enam Bhagavad-gita, orang yang bertindak menurut kewajiban karena ia sudah diperintahkan bertindak seperti itu oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan tidak berlindung pada hasil atau pahala dari kegiatannya (anāśritaḥ karma-phalam), adalah orang yang sungguh-sungguh melepas kan ikatan. Siapapun yang bertindak di bawah perintah Tuhan Yang Maha Esa sungguh-sungguh seorang sannyāsī dan yogi, bukan orang yang hanya mengenakan pakaian sannyāsī, atau seorang yogi yang palsu.

10.4-5

 

buddhir jñānam asammohaḥ
kṣamā satyaḿ damaḥ śamaḥ
sukhaḿ duḥkhaḿ bhavo 'bhāvo
bhayaḿ cābhayam eva ca


ahiḿsā samatā tuṣṭis
tapo dānaḿ yaśo 'yaśaḥ
bhavānti bhāvā bhūtānāḿ
matta eva pṛthag-vidhāḥ

 buddhiḥ—kecerdasan; jñānam—pengetahuan; asammohaḥ—kebebasan dari keragu-raguan; kṣamā—pengampunan; satyam—kejujuran; damaḥ—pengendalian indera-indera; samaḥ—pengendalian pikiran; sukham—kebahagiaan; duḥkham—dukacita; bhāvaḥ—kelahiran; abhāvaḥ—kematian; bhayam—rasa takut; ca—juga; abhayam—kebebasan dari rasa takut; evā—juga; ca—dan; ahiḿsā—tidak melakukan kekerasan; samatā—keseimbangan; tuṣṭiḥ—kepuasan; tapaḥ—pertapaan; dānam—kedermawanan; yaśaḥ—kemasyhuran; ayaśaḥ—penghinaan; bhavānti—terjadi; bhāvaḥ—sifat-sifat; bhūtānām—para makhluk hidup; mattaḥ—dari-Ku; evā—pasti; pṛthak-vidhāḥ—disusun dengan berbagai cara.


Terjemahan


Kecerdasan, pengetahuan, kebebasan dari keragu-raguan dan khayalan, pengampunan, kejujuran, pengendalian indera-indera, pengendalian pikiran, kebahagiaan dan dukacita, kelahiran, kematian, rasa takut, kebebasan dari rasa takut, tidak melakukan kekerasan, keseimbangan sikap, kepuasan, kesederhanaan, kedermawanan, kemasyhuran dan penghinaan berbagai sifat tersebut yang dimiliki oleh para makhluk hidup semua diciptakan oleh Aku sendiri.


Penjelasan

Berbagai sifat makhluk hidup, baik maupun buruk, semua diciptakan oleh Krishna, dan sifat-sifat itu diuraikan di sini.
Kecerdasan berarti kekuatan untuk menganalisis hal-hal menurut pandangan yang sebenarnya, dan pengetahuan berarti mengerti apa arti sang roh dan apa arti alam. Pengetahuan biasa yang diperoleh melalui pendidikan di universitas hanya menyangkut alam saja, dan di sini pengetahuan alam seperti itu tidak diakui sebagai pengetahuan. Pengetahuan berarti mengetahui perbedaan antara sang roh dan alam. Dalam pendidikan modern tidak ada pengetahuan tentang sang roh; mereka hanya memperhatikan unsur-unsur material dan kebutuhan jasmani. Karena itu, pengetahuan dari perguruan tinggi kurang lengkap.
Asammoha, kebebasan dari keragu-raguan dan khayalan, dapat dicapai apabila seseorang tidak ragu-ragu dan mengerti filsafat rohani. Ia dibebaskan dari kebingungan secara berangsur-angsur namun pasti. Hendaknya sesuatu janganlah diterima secara buta; segala sesuatu harus diterima dengan penuh perhatian dan kewaspadaan. Ksama, toleransi dan pengampunan, harus dilatih; sebaiknya orang bersikap toleran dan memaafkan kesalahan kecil yang dilakukan orang lain. Satyam, kejujuran berarti kenyataan harus disampaikan menurut kedudukan yang sebenarnya, untuk memberi manfaat kepada orang lain. Hendaknya kenyataan jangan diputarbalikkan. Menurut kebiasaan masyarakat, dikatakan bahwa seseorang menyampaikan kebenaran hanya kalau kebenaran itu enak diterima orang lain. Tetapi itu bukan kejujuran. Hendaknya kebenaran disampaikan dengan cara terus terang, supaya orang lain akan mengerti bagaimana kenyataan yang sebenarnya. Kalau ada seorang pencuri, dan orang diberi peringatan bahwa orang itu adalah pencuri, itulah kebenaran. Walaupun kebenaran kadang-kadang kurang enak ditelan, hendaknya seseorang jangan segan menyampaikan kebenaran. Kejujuran mengharuskan agar kenyataan disampaikan menurut keadaan yang sebenarnya untuk memberi manfaat kepada orang lain. Itulah definisi kejujuran.
Mengendalikan indera-indera berarti indera-indera hendaknya tidak digunakan untuk kenikmatan pribadi yang tidak diperlukan. Memenuhi kebutuhan indera-indera yang layak tidak dilarang, tetapi kenikmatan indera-indera yang tidak diperlukan merugikan kemajuan rohani. Karena itu, hendaknya indera-indera dikendalikan serta tidak digunakan bila tidak diperlukan. Begitu pula, hendaknya orang menahan pikirannya dari pikiran yang tidak diperlukan; itu disebut sama. Sebaiknya orang jangan mengisi waktunya dalam merenungkan cara mengumpulkan uang. Ini merupakan penyalahgunaan daya pikir. Pikiran hendaknya digunakan untuk mengerti kebutuhan utama manusia, dan hendaknya itu disampaikan dengan cara yang dapat dipercaya. Daya pikir hendaknya dikembangkan dalam pergaulan dengan orang yang menjadi penguasa di bidang Kitab Suci, orang-orang suci, para guru kerohanian dan orang yang daya pikirannya sudah dikembangkan sampai tingkat tinggi. Hendaknya orang selalu menikmati sukham, yaitu kesenangan atau kebahagiaan, dalam hal-hal yang menguntungkan untuk perkembangan pengetahuan rohani kesadaran Krishna. Begitu pula, sesuatu yang menyakitkan atau menyebabkan dukacita tidak bermanfaat untuk mengembangkan kesadaran Krishna. Apapun yang bermanfaat untuk perkembangan kesadaran Krishna sebaiknya diterima, dan apapun yang tidak bermanfaat seharusnya ditolak.
Bhava, kelahiran, dimengerti sebagai hal yang berhubungan dengan badan. Tidak ada kelahiran maupun kematian bagi sang roh; kenyataan itu sudah kami bicarakan pada awal Bhagavad-gita. Kelahiran dan kematian menyangkut badan seseorang di dunia material. Rasa takut disebabkan karena orang khawatir tentang masa yang akan datang. Orang yang sadar akan Krishna tidak takut, karena menurut kegiatannya pasti dia akan pulang, kembali ke angkasa rohani, kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, masa depan orang yang sadar akan Krishna cerah sekali. Akan tetapi, orang lain tidak mengetahui bagaimana masa depannya; mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang penjelmaannya yang akan datang. Karena itu, mereka cemas senantiasa. Kalau kita ingin bebas dari kecemasan, maka cara terbaik ialah mengerti tentang Krishna dan selalu mantap dalam kesadaran Krishna. Dengan cara demikian, kita akan selalu bebas dari segala rasa takut. Dalam Srimad-Bhagavatam (11.2.37) dinyatakan, bhayam dvitiya-bhini vesataḥsyāt: Rasa takut disebabkan karena kita terikat dalam tenaga yang menyebabkan khayalan. Tetapi orang yang bebas dari tenaga yang menyebabkan khayalan, orang yang yakin bahwa Diri-Nya bukan badan jasmani, yaitu bahwa Diri-Nya adalah bagian rohani dari Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, dan menekuni bhakti rohani kepada Beliau karena alasan itu, tidak perlu takut kepada apapun. Masa depan mereka cerah sekali. Rasa takut tersebut ada lah keadaan orang yang tidak sadar akan Krishna. Abhayam, kebebasan dari rasa takut, hanya dimungkinkan bagi orang yang sadar akan Krishna.
Ahimsa, yaitu tidak melakukan kekerasan, berarti hendaknya seseorang janganlah melakukan sesuatu yang akan menyebabkan orang lain menderita kesengsaraan atau kekacauan. Kegiatan material yang dijanjikan oleh banyak tokoh politik, ahli sosiologi, dermawan, dan sebagainya, tidak menghasilkan sesuatu yang bagus sekali karena tokoh-tokoh politik dan dermawan itu tidak mempunyai pengelihatan rohani; mereka belum mengetahui apa yang sungguh-sungguh bermanfaat untuk masyarakat manusia. Ahimsa berarti orang harus dilatih dengan cara sedemikian rupa supaya orang dapat berhasil menggunakan badan manusia sepenuhnya. Badan manusia dimaksudkan untuk keinsafan rohani. Karena itu, gerakan atau lembaga manapun yang tidak memajukan tujuan itu sebenarnya melakukan kekerasan terhadap badan manusia. Sesuatu yang memajukan kebahagiaan rohani rakyat umum pada masa yang akan datang disebut tidak melakukan kekerasan.
Samata, keseimbangan, berarti kebebasan dari ikatan dan rasa benci. Kalau seseorang sangat tidak terikat, maka itu kurang baik. Hendaknya dunia material ini diterima tanpa ikatan maupun rasa benci. Sesuatu yang bermanfaat untuk penyebaran kesadaran Krishna hendaknya diterima; sesuatu yang tidak bermanfaat hendaknya ditolak. Itu disebut samata, keseimbangan sikap. Orang yang sadar akan Krishna tidak harus menolak atau menerima sesuatu selain hal-hal yang dinilai menurut gunanya dalam memajukan kesadaran Krishna.
Tusti, kepuasan, berarti hendaknya seseorang janganlah terlalu ingin mengumpulkan harta benda material semakin banyak dengan kegiatan yang tidak diperlukan. Hendaknya ia puas dengan apapun yang diperoleh atas karunia Tuhan Yang Maha Esa; itu disebut kepuasan. Tapas berarti kesederhanaan atau pertapaan. Ada banyak aturan dan peraturan dalam Veda yang berlaku dalam hal ini, misalnya bangun pagi-pagi dan mandi. Kadang-kadang sulit sekali bangun pagi-pagi, tetapi kesulitan manapun yang dialami seseorang secara rela dalam hal ini disebut pertapaan. Begitu pula, dianjurkan supaya orang puasa pada hari-hari  tertentu dalam satu bulan. Mungkin seseorang tidak berminat puasa seperti itu, tetapi oleh karena dia bertabah hati untuk maju dalam ilmu pengetahuan kesadaran Krishna, sebaiknya ia menerima kesulitan jasmani seperti itu apabila dianjurkan. Akan tetapi, hendaknya orang tidak puasa jika itu tidak diperlukan atau menjalankan puasa yang bertentangan dengan aturan Veda. Hendaknya seseorang tidak puasa untuk suatu tujuan politik; dalam Bhagavad-gita kegiatan seperti itu diuraikan sebagai puasa dalam kebodohan. Segala sesuatu yang dilakukan dalam kebodohan atau nafsu tidak membuahkan langkah maju dalam kerohanian. Segala sesuatu yang dilakukan dalam sifat kebaikan sungguh-sungguh menyebabkan seseorang maju. Puasa yang dilakukan menurut aturan Veda memperkaya pengetahuan rohani orang yang menjalankannya.
Dalam hal kedermawanan, sebaiknya orang menyumbangkan lima puluh persen dari pendapatnya untuk suatu tujuan yang baik. Apakah tujuan yang baik itu? Tujuan yang baik ialah sesuatu yang dijalankan menurut kesadaran Krishna. Itu bukan hanya tujuan yang baik, tetapi tujuan terbaik. Oleh karena Krishna baik, kepentingan Krishna juga baik. Karena itu, sumbangan sebaiknya diberikan kepada orang yang tekun dalam kesadaran Krishna. Menurut kesusasteraan Veda, dianjurkan supaya kedermawanan diberikan kepada para brahmaṇā. Kebiasaan ini masih diikuti, walaupun kadang-kadang tidak diikuti dengan cara yang tepat sekali menurut aturan Veda. Tetapi aturan bahwa kedermawanan harus diberikan kepada para brahmaṇā tetap ada. Mengapa? Karena para brahmaṇā tekun dalam mengembangkan pengetahuan rohani yang lebih tinggi. Seharusnya seorang brahmaṇā mempersembahkan seluruh kehidupannya untuk mengerti tentang Brahman. Brahma janatiti brahmaṇaḥ: Orang yang mengenal Brahman disebut seorang brahmaṇā. Jadi, sumbangan diberikan kepada para brahmaṇā karena mereka selalu tekun dalam pengabdian rohani yang lebih tinggi dan tidak ada waktu untuk mencari nafkah. Dalam kesusasteraan Veda, sumbangan juga diberikan kepada orang yang sudah melepaskan ikatan terhadap hal-hal duniawi, yaitu seorang sannyāsī. Para sannyāsī minta sumbangan di rumah orang, bukan dengan tujuan untuk mencari uang, tetapi untuk menyebarkan pengetahuan rohani. Menurut sistem sannyāsa, seorang sannyāsī pergi ke rumah orang yang berumah tangga untuk menyadarkan mereka dari keadaan tidur dalam kebodohan. Oleh karena orang yang berumah tangga sibuk dalam urusan keluarga dan sudah melupakan tujuannya yang sejati yaitu menjadi sadar akan Krishna maka kewajiban para sannyāsī ialah pergi sebagai pengemis kepada orang yang berumah tangga dan memberi semangat mereka agar sadar akan Krishna. Sebagaimana dinyatakan dalam Veda, hendaknya seseorang menjadi sadar dan mencapai apa yang patut dicapainya dalam kehidupan manusia ini. Pengetahuan dan cara tersebut disebarkan oleh para sannyāsī; karena itu, sumbangan diberikan kepada orang yang melepaskan ikatan terhadap hal-hal duniawi dalam kehidupan ini, kepada para brahmaṇā, dan juga untuk tujuan-tujuan baik yang serupa, bukan untuk suatu tujuan yang hanya bersifat bertingkah saja.
Yasas, kemasyhuran, hendaknya dimengerti menurut Sri  Caitanya. Sri Caitanya pernah mengatakan bahwa seseorang termasyhur bila ia terkenal sebagai penyembah yang mulia. Itulah kemasyhuran yang sejati. Kalau seseorang sudah menjadi orang yang mulia dalam kesadaran Krishna, dan itu sudah dikenal orang, maka orang itu sungguh-sungguh termasyhur. Orang yang termasyhur bukan karena cara itu adalah orang yang terkenal karena sesuatu yang bersifat jahat.
Segala sifat tersebut diwujudkan di seluruh alam semesta dalam masyarakat manusia dan masyarakat para dewa. Ada banyak bentuk manusia di planet-planet lain, dan sifat-sifat tersebut ditemukan di sana. Krishna menciptakan segala sifat tersebut untuk orang yang ingin maju dalam kesadaran Krishna, tetapi orang yang bersangkutan sendiri yang mengembangkan sifat-sifat itu dari dalam hatinya. Orang yang menekuni bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa mengembangkan segala sifat yang baik, sebagaimana diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Asal mula segala sesuatu yang kita temukan, baik maupun buruk, adalah Krishna. Tiada sesuatupun yang dapat berwujud sendiri di dunia material ini yang bukan Krishna. Itulah pengetahuan; walaupun kita mengetahui bahwa berbagai hal mempunyai kedudukan yang berbeda, kita harus menginsafi bahwa segala sesuatu berasal dari Krishna.



10.6

 

maharṣayaḥ sapta pūrve
catvāro manavas tathā
mad-bhāvā mānasā jātā
yeṣāḿ loka imāḥ prajāḥ

mahā-ṛṣayaḥ—resi-resi yang mulia; sapta—tujuh; pūrve—sebelumnya; catvāraḥ—empat; mānavāḥ—para Manu; tathā—juga; mat-bhāvaḥ—dilahirkan dari-Ku; mānasaḥ—dari pikiran; jātāḥ—dilahirkan; yeṣām—dari mereka; loke—di dunia; imāḥ—segala ini; prajāḥ—penduduk.


Terjemahan

Tujuh resi yang mulia, dan sebelum mereka empat resi lainnya serta para Manu [leluhur manusia], berasal dari-Ku. Mereka dilahirkan dari pikiran-Ku, dan semua makhluk hidup yang menghuni berbagai planet adalah keturunan dari mereka.


Penjelasan

Krishna sedang memberikan ringkasan tentang silsilah penduduk alam semesta. Brahma adalah makhluk pertama yang dilahirkan dari tenaga Tuhan Yang Maha Esa, yang bernama Hiranyagarbha. Dari Brahma, terwujudlah tujuh resi yang mulia, dan sebelum mereka empat resi mulia lainnya yang bernama Sanaka, Sananda, Sanatana dan Sanat-kumara, dan para Manu. Dua puluh lima resi yang mulia tersebut terkenal sebagai leluhur para makhluk hidup di seluruh alam semesta. Jumlah alam semesta tidak terhingga, dan jumlah planet di dalam tiap-tiap alam semesta tidak dapat dihitung. Tiap-tiap planet penuh dengan berbagai jenis penduduk. Semuanya dilahirkan dari dua puluh lima leluhur tersebut. Brahma bertapa selama seribu tahun menurut perhitungan para dewa sebelum dia menginsafi bagaimana cara menciptakan atas karunia Krishna. Kemudian dari Brahma, muncullah Sanaka, Sananda, Sanatana dan Sanat-kumara, kemudian Rudra, dan kemudian tujuh resi. Dengan cara demikian, semua brahmaṇā dan ksatriya dilahirkan dari tenaga Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Brahma bernama Pitamaha, yang berarti kakek, dan Krishna terkenal sebagai Prapitamaha, yang berarti kakek moyang. Ini dinyatakan dalam Bab Sebelas dari Bhagavad-gita (11.39).



10.7

 

etāḿ vibhūtiḿ yogaḿ ca
mama yo vetti tattvataḥ
so 'vikalpena yogena
yujyate nātra saḿśayaḥ

etām—semua ini; vibhūtim—kehebatan; yogam—kekuatan batin; ca—juga; mama—milik-Ku; yaḥ—siapa pun yang; vetti—mengenal; tattvataḥ—dengan sebenarnya; saḥ—dia; avikalpena—tanpa pembagian; yogena—dalam bhakti; yujyate—tekun; na—tidak pernah; atra—di sini; saḿśayaḥ—keragu-raguan.


Terjemahan

Orang yang sungguh-sungguh yakin tentang kehebatan dan kekuatan batin-Ku ini menekuni bhakti yang murni dan tidak dicampur dengan hal-hal lain; kenyataan ini tidak dapat diragukan.


Penjelasan

Puncak tertinggi kesempurnaan rohani adalah pengetahuan tentang Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Kalau seseorang belum yakin dengan mantap tentang berbagai kehebatan Tuhan Yang Maha Esa, ia belum dapat menekuni bhakti. Pada umumnya orang mengetahui bahwa Tuhan adalah Yang Mahabesar, tetapi mereka belum mengetahui secara terperinci bagaimana Tuhan adalah Yang Mahabesar. Di sini kebesaran Tuhan diuraikan secara terperinci. Kalau seseorang sungguh-sungguh mengetahui bagaimana Tuhan adalah Yang Mahabesar, maka sewajarnya ia menyerahkan diri dan menekuni bhakti kepada Tuhan. Bila seseorang mengetahui kehebatan Yang Mahakuasa secara nyata, tiada pilihan lain selain menyerahkan diri kepada Beliau. Pengetahuan yang nyata tersebut dapat dikenal dari uraian dalam Srimad-Bhagavatam dan Bhagavad-gita dan kesusasteraan yang serupa.
Dalam administrasi alam semesta ini, ada banyak dewa yang tersebar diseluruh susunan planet. Yang paling utama di antara dewa-dewa itu adalah Brahma, Dewa Siva dan empat -Kumara yang mulia, para dewa dan resi lainnya yang menjadi leluhur. Ada banyak nenek moyang penduduk alam semesta, dan semuanya dilahirkan dari Tuhan Yang Maha Esa, Sri Krishna. Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Sri Krishna adalah leluhur pertama bagi semua leluhur.
Inilah beberapa di antara kehebatan-kehebatan Tuhan Yang Maha Esa. Bila seseorang sudah yakin dengan mantap tentang kehebatan tersebut, dia mengakui Krishna dengan keyakinan yang kuat tanpa keragu-raguan, dan dia menekuni bhakti. Segala pengetahuan terperinci tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan minat seseorang terhadap cinta-bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hendaknya orang tidak alpa untuk mengerti sepenuhnya betapa hebatnya kebesaran Krishna, sebab dengan mengetahui kebesaran Krishna, seseorang dapat menjadi mantap dalam bhakti yang tulus ikhlas.



10.8

 

ahaḿ sarvasya prabhavo
mattaḥ sarvaḿ prāvartate
iti matvā bhajante māḿ
budhā bhāva-samanvitāḥ

aham—Aku; sarvasya—dari semua; prabhāvaḥ—sumber keturunan; mattaḥ—dari-Ku; sarvam—segala sesuatu; prāvartate—berasal; iti—demikian; matvā—mengetahui; bhajante—berbhakti; mām—kepada-Kubudhāḥ—orang bijaksana; bhāva-samanvitāḥ—dengan perhatian penuh.


Terjemahan

Aku adalah sumber segala dunia rohani dan segala dunia material. Segala sesuatu berasal dari-Ku. Orang bijaksana yang mengetahui kenyataan ini secara sempurna menekuni bhakti kepada-Ku dan menyembah-Ku dengan sepenuh hatinya.


Penjelasan

Sarjana yang bijaksana yang sudah mempelajari Veda secara sempurna, sudah memiliki keterangan dari penguasa-penguasa seperti Sri Caitanya dan mengetahui bagaimana cara melaksanakan ajaran tersebut akan dapat mengerti bahwa Krishna adalah sumber segala sesuatu, baik di dunia material maupun di dunia rohani. Oleh karena sarjana yang bijaksana itu mengetahui kenyataan ini secara sempurna, dia menjadi mantap dengan teguh dalam bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dia tidak akan pernah dapat disesatkan, walaupun banyak tafsiran yang tidak masuk akal dibuat oleh orang bodoh. Segala kesusasteraan Veda setuju bahwa Krishna adalah sumber Brahma, Siva, dan semua dewa lainnya. Dalam Atharva Veda (Gopala-tapani Upanisad 1.24) dinyatakan, yo brahmaṇām vidadhati purvam yo vai vedams ca gapayati sma kṛṣṇah. Krishna-lah yang mengajarkan pengetahuan Veda kepada Brahma pada awal dan menyebarkan pengetahuan Veda pada masa lampau." Kemudian sekali lagi dinyatakan dalam Narayana Upanisad (1), atha puruso ha vai narayano 'kamayata prajāḥ srjeyeti. Kemudian Kepribadian Yang Paling Utama Narayana ingin menciptakan para makhluk hidup." Kemudian dalam Upanisad yang sama dinyatakan: narayanad brahma jayate, narayanad prajā-patiḥ prājā te, narayanad indro jayate, narayanad astau vasavo jāyante, narayanad ekadasa rudra jāyante, narayanad dvadasadityah: Dari Narayana Brahma lahir, dari Narayana para Prājā pati juga lahir, dari Narayana Indra lahir, dari Narayana delapan Vasu lahir, dari Narayana sebelas Rudra lahir, dari Narayana dua belas Āditya lahir." Narayana tersebut adalah penjelmaan dari Krishna.
  Dalam Veda yang sama dinyatakan brahmanyo Devakiputrāḥ: Putera Devaki, Krishna, adalah Kepribadian Yang Paling Utama." (Narayana Upanisad 4). Kemudian dinyatakan, eko vai narayana asin na brahma na isa sno napo nagni samau neme dyav-aprthivi na naksatrani na suryah: Pada awal ciptaan, yang ada hanyalah Kepribadian Yang Paling Utama Narayana. Belum ada Brahma, belum ada Siva, api, bulan, bintang di langit, maupun matahari. Yang ada hanya Krishna, yang menciptakan segala sesuatu dan menikmati segala sesuatu (Maha Upanisad 1). Dalam Maha Upanisad juga dinyatakan bahwa Siva lahir dari dahi Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, dalam Veda dinyatakan bahwa Tuhan Yang Maha Esa yang harus disembah, beliau menciptakan Brahma dan Siva.
Dalam Kitab Moksadharma, Krishna juga bersabda:

prajāpatiḿ ca rudraḿ cāpy
aham eva sṛjāmi vai
tau hi māḿ na vijānīto
mama māyā-vimohitau

Para leluhur, Siva dan lain-lainnya diciptakan oleh-Ku, walaupun mereka tidak mengetahui bahwa mereka diciptakan oleh-Ku, karena mereka dikhayalkan oleh tenaga-Ku yang menyebabkan khayalan." Dalam Varaha Purana juga dinyatakan:

nārāyaṇaḥ paro devas
tasmāj jātaś caturmukhaḥ
tasmād rudro 'bhavad devaḥ
sa ca sarva-jñatāḿ gataḥ

Narayana adalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Brahma lahir dari Narayana, dan Siva lahir dari Brahma."  
Sri Krishna adalah sumber segala generasi, dan Krishna disebut penyebab paling efisien segala sesuatu. Krishna bersabda, Oleh karena segala sesuatu lahir dari-Ku, Aku adalah sumber asli segala sesuatu. Segala sesuatu berada di bawah Diri-Ku; tiada seorangpun yang berada di atas Diri-Ku." Yang mengendalikan segala sesuatu tiada lain daripada Krishna. Orang yang mengerti Krishna dengan cara seperti itu dari seorang guru kerohanian yang dapat dipercaya dengan ayat-ayat yang dikutip dari kesusasteraan Veda, menggunakan segala tenaganya dalam kesadaran Krishna dan menjadi orang yang sungguh-sungguh bijaksana. Dibandingkan dengan orang itu, orang lain yang belum mengenal Krishna dengan sebenarnya adalah orang-orang bodoh. Hanya orang bodoh yang menganggap Krishna manusia biasa. Orang yang sadar akan Krishna hendaknya janganlah dibingungkan oleh orang bodoh; hendaknya ia menghindari segala tafsiran dan pengertian yang tidak dibenarkan mengenai Bhagavad-gita dan maju dalam kesadaran Krishna dengan ketabahan hati dan sikap teguh.

10.9

 

mac-cittā mad-gata-prāṇā
bodhayantaḥ parasparam
kathayantaś ca māḿ nityaḿ
tuṣyanti ca ramanti ca

mat-cittaḥ—pikiran tekun sepenuhnya kepada-Ku; mat-gata-prāṇāḥ—kehidupannya dipersembahkan kepada-Ku; bodhayantaḥ—mengajarkan; parasparam—satu sama lain; kathayantaḥ—berbicara; ca—juga;mām—tentang-Ku; nityam—untuk selamanya; tusyānti—bersenang hati; ca—juga; ramanti—menikmati kebahagiaan rohani; ca—juga.


Terjemahan

Para penyembah-Ku yang murni selalu khusuk berpikir tentang-Ku, kehidupannya dipersembahkan sepenuhnya untuk berbhakti kepada-Ku, dan mereka memperoleh kepuasan dan kebahagiaan yang besar dari kegiatan senantiasa memberikan penjelasan satu sama lain dan berbicara tentang-Ku.


Penjelasan

Para penyembah yang murni, yang ciri-cirinya disebut di sini, tekun sepenuhnya dalam cinta-bhakti rohani kepada Tuhan. Pikiran mereka tidak dapat dialihkan dari kakipadma Krishna. Pembicaraan mereka hanya menyangkut hal-hal rohani. Ciri-ciri penyembah Tuhan yang murni diuraikan dalam ayat ini secara khusus. Para penyembah Tuhan Yang Maha Esa tekun selama dua puluh empat jam setiap hari dalam memuji sifat-sifat dan kegiatan Tuhan Yang Maha Esa. Hati nuraninya senantiasa menyelam dalam Krishna, dan mereka berbahagia bicara tentang Krishna bersama penyembah lainnya.
   Pada tingkat pendahuluan bhakti, mereka menikmati kesenangan rohani dari pengabdian itu sendiri, dan pada tingkat matang mereka sungguh-sungguh mantap dalam cinta-bhakti kepada Tuhan. Kalau mereka sudah mantap dalam kedudukan rohani tersebut, mereka dapat menikmati kesempurnaan tertinggi yang diperlihatkan oleh Tuhan Yang Maha Esa di tempat tinggal-Nya. Sri  Caitanya Mahaprabhu mengumpamakan cinta-bhakti rohani sebagai penānāman biji di dalam hati makhluk hidup. Ada makhluk hidup yang jumlahnya tidak dapat dihitung yang mengembara di seluruh planet di alam semesta. Di antara makhluk-makhluk hidup itu, ada beberapa yang cukup beruntung hingga dapat bertemu dengan seorang penyembah murni dan mendapat kesempatan untuk mengerti tentang bhakti. Bhakti tersebut adalah seperti biji. Kalau biji itu ditanam di dalam hati makhluk hidup, dan kalau dia terus mendengar dan memuji mantra Hare Krishna, Hare Krishna, Krishna Krishna, Hare Hare/ Hare Rāma, Hare Rāma, Rāma Rāma, Hare Hare, maka biji itu berbuah, seperti bibit pohon berbuah kalau disirami air secara teratur. Tanaman rohani bhakti berangsur-angsur tumbuh besar sampai menembus penutup alam semesta material dan memasuki cahaya brahmajyoti di angkasa rohani. Di angkasa rohani tanaman itu juga tumbuh semakin besar sampai mencapai planet tertinggi, yang bernama Goloka Vrndavana, planet Krishna yang paling tinggi. Akhirnya, tumbuhan tersebut berlindung di bawah kakipadma Krishna dan tinggal di sana. Berangsur-angsur tanaman bhakti tersebut berbuah, bagaikan tanaman yang menghasilkan buah dan bunga, dan proses menyiramkan air dalam bentuk mendengar dan memuji berjalan terus. Tanaman bhakti diuraikan sepenuhnya dalam Caitanya-caritamrta (Madhyalila, Bab Sembilan belas). Dalam Caitanya-caritamrta, diuraikan bahwa bila tanaman yang lengkap berlindung di bawah kakipadma Tuhan Yang Maha Esa, seseorang menjadi khusuk sepenuhnya dalam cinta-bhakti kepada Tuhan. Pada waktu itu, ia tidak dapat hidup bahkan selama sesaat pun tanpa hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Seperti halnya seekor ikan tidak dapat hidup tanpa air. Dalam keadaan seperti itu, seorang penyembah sungguh-sungguh mencapai sifat-sifat rohani berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.
   Srimad-Bhagavatam juga penuh dengan ceritera-ceritera tentang hubungan antara Tuhan Yang Maha Esa dengan para penyembah-Nya; karena itu, Srimad-Bhagavatam sangat dicintai oleh para penyembah, sebagaimana dinyatakan dalam Srimad-Bhagavatam sendiri (12.13.18). Srimad-bhagavatam purāṇam amalam yad vaisnavanam priyam. Dalam sejarah tersebut, tidak ada sesuatupun yang menyangkut kegiatan material, perkembangan ekonomi, kepuasan indera-indera maupun pembebasan. Srimad-Bhagavatam adalah satu-satunya ceritera dan yang menguraikan sifat rohani Tuhan Yang Maha Esa dan para penyembah-Nya sepenuhnya. Karena itu, orang yang sudah insaf akan Diri-Nya dalam kesadaran Krishna senantiasa senang mendengar kesusasteraan rohani tersebut, bagaikan seorang pemuda dan seorang pemudi senang bergaul satu sama lain.



10.10

 

teṣāḿ satata-yuktānāḿ
bhajatāḿ prīti-pūrvakam
dadāmi buddhi-yogaḿ taḿ
yena mām upayānti te

teṣām—kepada mereka; satata-yuktānām—selalu tekun; bhajatām—dalam berbhakti; prīti-pūrvakam—dalam cinta-bhakti kebahagiaan rohani; dadāmi—Aku memberikan; buddhiyogam—kecerdasan yang sejati; tam—itu; yena—dengan itu; mām—kepada-Ku; upayānti—datang; te—mereka.


Terjemahan

Kepada mereka yang senantiasa setia berbhakti kepada-Ku dengan cinta kasih, Aku berikan pengertian yang memungkinkan mereka datang kepada-Ku.


Penjelasan

Dalam ayat ini, kata buddhiyogam sangat bermakna. Kita ingat bahwa dalam Bab Dua dalam pelajaran Krishna kepada Arjuna dikatakan bahwa Krishna sudah membicarakan banyak hal kepada Arjuna dan bahwa Beliau akan memberi pelajaran kepada Arjuna tentang cara buddhi-yoga. Sekarang buddhi-yoga dijelaskan. Buddhi-yoga sendiri adalah perbuatan dalam kesadaran Krishna; itulah kecerdasan tertinggi. Buddhi berarti kecerdasan, yoga berarti kegiatan batin atau kemajuan dalam ilmu kebatinan. Bila seseorang berusaha pulang, kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan mulai melaksanakan kesadaran Krishna dengan bhakti, maka perbuatannya disebut buddhi-yoga. Dengan kata lain, buddhi-yoga adalah proses yang memungkinkan seseorang keluar dari ikatan dunia material ini. Krishna adalah tujuan tertinggi kemajuan. Orang belum tahu tentang hal ini. Karena itu, pergaulan dengan para penyembah dan seorang guru kerohanian yang dapat dipercaya adalah hal yang penting. Hendaknya orang mengetahui bahwa tujuannya adalah Krishna. Apabila tujuan sudah ditentukan, secara berangsur-angsur jalannya ditempuh, hingga tujuan tertinggi tercapai.
Bila seseorang mengetahui tujuan hidup namun masih ketagihan terhadap hasil dari kegiatan, dia bertindak dalam karma-yoga. Bila ia mengetahui bahwa tujuan sebenarnya adalah Krishna tetapi masih senang berangan-angan untuk mengerti tentang Krishna, dia bertindak dalam jñāna-yoga. Bila ia mengetahui tujuan dan mencari Krishna sepenuhnya dalam kesadaran Krishna dan bhakti, maka ia bertindak dalam bhakti-yoga, atau buddhi-yoga, yaitu yoga yang lengkap. Yoga yang lengkap tersebut adalah tingkat kesempurnaan hidup tertinggi.
Mungkin seseorang sudah mempunyai guru kerohanian yang dapat dipercaya dan mungkin dia sudah masuk suatu organisasi rohani, tetapi kalau ia masih belum cukup cerdas untuk maju, maka Krishna yang bersemayam di dalam hatinya memberi pelajaran supaya akhirnya dia dapat mencapai kepada Krishna tanpa kesulitan. Kwalifikasi yang dibutuhkan ialah bahwa seseorang harus selalu menekuni kesadaran Krishna dan mengabdikan diri dengan berbagai cara dalam cinta-bhakti. Sebaiknya ia melakukan sejenis pekerjaan untuk Krishna, dan pekerjaan itu harus dilakukan dengan cinta-bhakti. Kalau seorang penyembah belum cukup cerdas untuk cukup maju dalam menempuh jalan keinsafan diri tetapi ia tulus ikhlas dan setia pada kegiatan bhakti,maka Krishna memberi kesempatan kepadanya untuk maju dan akhirnya mencapai kepada Krishna.



10.11

 

teṣām evānukampārtham
aham ajñāna-jaḿ tamaḥ
nāśayāmy ātma-bhāva-stho
jñāna-dīpena bhāsvatā

teṣām—kepada mereka; evā—pasti; anukampā-artham—untuk memperlihatkan karunia yang istimewa; aham—Aku; ajñāna-jam—karena kebodohan; tamaḥ—kegelapan; nāśayāmi—menghilangkan; ātma-bhāva—di dalam hatinya; sthaḥ—mantap; jñāna—dari pengetahuan; dīpena—dengan lampu; bhāsvatā—cemerlang.


Terjemahan

Untuk memperlihatkan karunia istimewa kepada mereka, Aku yang bersemayam di dalam hatinya, membinasakan kegelapan yang dilahirkan dari kebodohan dengan lampu pengetahuan yang cemerlang.


Penjelasan

Pada waktu Sri  Caitanya berada di Benares dalam rangka mengajarkan cara mengucapkan mantra Hare Krishna, Hare Krishna, Krishna Krishna, Hare Hare / Hare Rāma, Hare Rāma, Rāma Rāma, Hare Hare, beribu-ribu orang mengikuti Beliau. Prakasananda Sarasvati, seorang sarjana yang sangat berpengaruh di Benares pada waktu itu, menjelekkan Sri Caitanya dengan menyebutkan Beliau sebagai orang yang berperasaan dangkal. Kadang-kadang para filosof mengkritik para penyembah karena mereka pikir bahwa kebanyakan penyembah bodoh dalam kegelapan dan hanya sebagai orang yang berperasaan dangkal yang belum tahu apa-apa di bidang filsafat. Namun kenyataannya tidak demikian. Banyak sarjana-sarjana yang berpengetahuan sangat tinggi yang telah mengemukakan filsafat bhakti. Disamping itu kalaupun seorang penyembah tidak memanfaatkan kesusasteraan para filosofi bhakti tersebut maupun bimbingan guru kerohaniannya, jika dia tulus ikhlas dalam bhaktinya, ia akan dibimbing oleh Krishna Sendiri dari dalam hatinya. Jadi, tidak mungkin seorang penyembah yang tulus ikhlas yang tekun dalam kesadaran Krishna tidak memiliki pengetahuan. Satu-satunya kwalifikasi yang diperlukan ialah seseorang harus melakukan bhakti dalam kesadaran Krishna sepenuhnya.
Para filosof modern berpikir bahwa tanpa membedakan antara satu dan lain hal, seseorang tidak dapat memperoleh pengetahuan yang murni. Tuhan Yang Maha Esa memberikan jawaban ini untuk mereka: Walaupun orang yang tekun dalam bhakti yang murni kurang terdidik atau kekurangan pengetahuan tentang prinsip-prinsip Veda, ia masih dibantu oleh Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini.
Krishna memberitahukan kepada Arjuna bahwa pada dasarnya tidak mungkin seseorang mengerti Kebenaran Yang Paling Utama, Kebenaran Mutlak, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa hanya dengan cara berangan-angan, sebab Kebenaran Yang paling Utama begitu tinggi sehingga tidak mungkin seseorang mengerti atau mencapai kepada Beliau hanya dengan usaha pikiran. Manusia dapat berangan-angan terus selama berjuta-juta tahun, tetapi kalau ia tidak berbhakti atau kalau ia tidak mencintai kebenaran Yang Paling Utama, ia tidak akan pernah mengerti Krishna, maupun Kebenaran Yang Paling Utama, Krishna, Kebenaran Yang paling Utama, hanya dipuaskan dengan bhakti, dan Krishna dapat memperlihatkan Diri-Nya di dalam hati seorang penyembah yang murni melalui tenaga-Nya yang tidak dapat dipahami. Seorang penyembah yang murni selalu menyimpan Krishna di dalam hatinya; oleh karena Krishna berada di sana, kegelapan kebodohan segera dihilangkan, sebab Krishna adalah seperti matahari. Inilah karunia istimewa yang diberikan kepada para penyembah murni oleh Krishna.
Akibat pencemaran pergaulan material selama berjuta-juta penjelmaan, hati seseorang selalu ditutupi oleh debu keduniawian. Tetapi apabila seseorang menekuni bhakti dan senantiasa mengucapkan mantra Hare Krishna, debu itu dihilangkan dengan cepat dan dia diangkat sampai tingkat pengetahuan yang murni. Tujuan tertinggi, yaitu Visnu hanya dapat dicapai dengan cara mengucapkan mantra tersebut dan melalui bhakti. Tujuan tertinggi itu tidak dapat dicapai melalui angan-angan maupun argumentasi. Seorang penyembah murni tidak perlu khawatir tentang kebutuhan material dalam kehidupannya, dia tidak perlu cemas, sebab bila ia menghilangkan kegelapan dari hatinya, segala sesuatu disediakan secara otomatis oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan Yang Maha Esa dipuaskan oleh cinta-bhakti yang dilakukan oleh seorang penyembah. Inilah hakekat ajaran Bhagavad-gita. Dengan mempelajari Bhagavad-gita, seseorang dapat menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menekuni bhakti yang murni, demikianlah Tuhan Yang Maha Esa mulai mengurusnya, maka ia akan dibebaskan sepenuhnya dari segala jenis usaha duniawi.



10.12-13

Arjuna uvāca
paraḿ brahma paraḿ dhāma
pavitraḿ paramaḿ bhavān
puruṣaḿ śāśvataḿ divyam
ādi-devam ajaḿ vibhum


āhus tvām ṛṣayaḥ sarve
devarṣir nāradas tathā
asito devalo vyāsaḥ
svayaḿ caiva bravīṣi me

Arjunaḥ uvāca—Arjuna berkata; param—paling utama; brahma—kebenaran; param—paling utama; dhāma—pemeliharaan; pavitram—murni; paramam—paling utama; bhavān—Anda; puruṣam—kepribadian; śāśvatam—asli; divyam—rohani dan melampaui hal-hal duniawi; ādi-devam—Tuhan Yang Maha Esa yang asli; ajam—tidak dilahirkan; vibhum—Yang Maha Tinggi; āhuḥ—berkata; tvām—tentang Anda; ṛṣayaḥ—resi-resi; sarve—semua; deva-ṛṣiḥ—di kalangan dewa; nāradaḥ—Nārada; tathā—juga; asitaḥ—Asita; devalaḥ—Devala; vyāsaḥ—Vyasa; svayam—secara pribadi; ca—juga; evā—pasti; bravīṣī—Anda menjelaskan; me—kepada hamba.


Terjemahan

Arjuna berkata: Anda adalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, tempat tinggal tertinggi, Yang Mahasuci, Kebenaran Mutlak. Anda adalah Yang Mahaabadi, Yang rohani dan melampaui dunia ini, Kepribadian yang asli dan tidak dilahirkan dan Yang Mahabesar. Semua resi yang mulia seperti Nārada, Asita, Devala dan Vyasa membenarkan kenyataan ini tentang Anda, dan sekarang Anda Sendiri menyatakan demikian kepada hamba.


Penjelasan

Dalam dua ayat ini, Tuhan Yang Maha Esa memberikan kesempatan kepada para filosof modern, sebab di sini jelas bahwa Yang Maha kuasa berbeda dari roh yang individual. Sesudah mendengar empat ayat yang merupakan hakekat Bhagavad-gita dalam bab ini, Arjuna dibebaskan sepenuhnya dari segala keragu-raguan dan mengakui Krishna sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Arjuna segera menyatakan dengan berani, Anda adalah parambrahma, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa." Sebelumnya Krishna menyatakan bahwa Diri-Nya adalah asal mula segala sesuatu dan semua makhluk. Setiap dewa dan setiap manusia bergantung kepada Krishna. Manusia dan dewa dipengaruhi oleh kebodohan; karena itu, mereka menganggap Diri-Nya mutlak dan tidak bergantung pada Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Kebodohan seperti itu dihilangkan secara sempurna oleh pelaksanaan bhakti. Hal ini sudah dijelaskan oleh Krishna dalam ayat sebelumnya. Sekarang, atas karunia Krishna, Arjuna mengakui Krishna sebagai Kebenaran Yang Paling Utama, sesuai dengan ajaran Veda. Tidak benar bahwa Arjuna sedang membujuk Krishna dengan menyebutkan Beliau sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Kebenaran Mutlak, hanya karena Krishna adalah kawan akrab Arjuna. Apapun yang dikatakan Arjuna dalam dua ayat ini dibenarkan oleh kebenaran Veda. Ajaran Veda membenarkan bahwa hanya orang yang mulai melakukan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa dapat mengerti tentang Beliau, sedangkan orang lain tidak dapat mengerti. Tiap-tiap kata dalam ayat ini yang dinyatakan oleh Arjuna dibenarkan oleh ajaran-ajaran Veda.
Dalam Kena Upanisad, dinyatakan bahwa Brahman Yang Paling Utama adalah sandaran segala sesuatu, dan Krishna sudah menjelaskan bahwa segala sesuatu bersandar kepada Diri-Nya. Dalam Mundaka Upanisad dibenarkan bahwa Tuhan Yang Maha Esa, sandaran segala sesuatu, hanya dapat diinsafi oleh orang yang senantiasa tekun berpikir tentang Beliau. Senantiasa berpikir tentang Krishna disebut smaranam, salah satu cara bhakti. Hanya dengan bhakti kepada Krishna saja seseorang dapat mengerti kedudukannya dan menghilangkan badan material ini.
Dalam Veda, Tuhan Yang Maha Esa diakui sebagai Yang Mahasuci. Orang yang mengerti bahwa Krishna adalah Yang Mahasuci dapat disucikan dari segala kegiatannya yang berdosa. Orang tidak dapat disucikan dari kegiatan berdosa kecuali ia menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Arjuna mengakui Krishna sebagai Yang Mahasuci, dan itu sesuai dengan ajaran kesusasteraan Veda. Hal ini juga dibenarkan oleh Tujuan-tujuan yang mulia. Di antara mereka itu, Nārada yang paling terkemuka.
Krishna adalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, dan hendaknya orang selalu bersemadi kepada Krishna dan menikmati hubungan rohani dengan Beliau. Krishna adalah keberadaan yang paling utama. Krishna bebas dari kebutuhan jasmani, kelahiran dan kematian. Bukan hanya Arjuna yang membenarkan kenyataan ini, tetapi segala kesusasteraan Veda, Puranapurana dan sejarah-sejarah juga membenarkan kenyataan ini. Krishna diuraikan seperti itu dalam segala kesusasteraan Veda, dan Tuhan Yang Maha Esa Sendiri juga bersabda dalam Bab Empat, Walaupun Aku tidak dilahirkan, Aku muncul di bumi ini untuk menegakkan prinsip-prinsip dharma." Krishna adalah sumber Yang Paling Utama; tidak ada sesuatu yang menyebabkan Krishna, sebab Krishna adalah sebab segala sebab, dan segala sesuatu berasal dari Krishna. Pengetahuan sempurna tersebut dapat diperoleh atas karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam ayat ini Arjuna mengungkapkan isi hatinya atas karunia Krishna. Kalau kita ingin mengerti tentang Bhagavad-gita, kita harus mengakui pernyataan-pernyataan dalam dua ayat ini. Ini disebut sistem parampara, pengakuan terhadap garis perguruan. Kalau seseorang tidak termasuk garis perguruan, ia tidak dapat mengerti Bhagavad-gita. Tidak mungkin seseorang mengerti tentang Bhagavad-gita hanya dengan sesuatu yang hanya namanya saja pendidikan akademis. Sayang sekali, orang yang bangga karena pendidikannya di perguruan tinggi tetap berpegang teguh pada keyakinan mereka yang bersifat keras kepala bahwa Krishna orang biasa, walaupun sikap itu bertentangan dengan begitu banyak bukti dari kesusasteraan Veda.



10.14

 

sarvam etad ṛtaḿ manye
yan māḿ vadasi keśava
na hi te bhagavan vyaktiḿ
vidur devā na dānavāḥ

sarvam—semua; etat—ini; ṛtam—kebenaran; manye—hamba mengakui; yat—yang; mām—kepada hamba; vadasi—Anda memberitahukan; keśava—o Krishna; na—tidak pernah; hi—pasti; te—milik Anda; bhagavan—o Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa; vyaktim—wahyu; viduḥ—dapat mengenal; devāḥ—para dewa; na—tidak juga; dānavāḥ—para raksasa.


Terjemahan

O Krishna, hamba menerima sepenuhnya sebagai kebenaran segala sesuatu yang sudah Anda sampaikan kepada hamba. O Tuhan Yang Maha Esa, baik para dewa maupun para raksasa tidak dapat mengerti kepribadian Anda.


Penjelasan

Di sini Arjuna membenarkan bahwa orang yang tidak percaya dan orang yang bersifat jahat tidak dapat mengerti tentang Krishna. Krishna tidak dikenal, bahkan oleh para dewa sekalipun, apalagi oleh orang yang hanya namanya sarjana-sarjana di dunia modern. Atas karunia Tuhan Yang Maha Esa, Arjuna sudah mengerti bahwa Kebenaran Yang Paling Utama adalah Krishna dan bahwa Krishna adalah Yang Mahasempurna. Karena itu sebaiknya orang mengikuti jalan yang ditempuh oleh Arjuna. Arjuna menerima kekuasaan Bhagavad-gita. Sebagaimana diuraikan dalam Bab Empat, sistem garis perguruan parampara untuk mengerti Bhagavad-gita telah hilang. Karena itu, Krishna mendirikan kembali garis perguruan tersebut dengan mengangkat Arjuna sebagai murid pertama karena Krishna menganggap Arjuna adalah kawan-Nya yang akrab dan seorang penyembah yang mulia. Karena itu, sebagaimana kami nyatakan dalam kata pengantar Bhagavad-gita atau Gitopanisad ini, Bhagavad-gita harus dimengerti dalam sistem parampara. Pada waktu sistem parampara telah hilang, Arjuna dipilih untuk menghidupkan kembali sistem itu. Sebaiknya orang meniru Arjuna dalam mengakui segala sesuatu yang disabdakan oleh Krishna; dengan demikian, kita dapat mengerti hakekat Bhagavad-gita. Hanya pada waktu itulah kita dapat mengerti bahwa Krishna adalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa.




10.15

 

svayam evātmanātmānaḿ
vettha tvaḿ puruṣottama
bhūta-bhāvana bhūteśa
deva-deva jagat-pate


svayam—secara pribadi; evā—pasti; ātmanā—oleh Anda Sendiri; ātmanām—Anda Sendiri; vettha—mengenal; tvām—Anda; puruṣa-uttama—o Kepribadian Yang Paling Utama; bhutabhāvanā—o Asal Mula segala sesuatu; bhūta-īśa—o Tuhan Yang Maha Esa; deva-deva—o Penguasa semua dewa;  jagat-pate—o Penguasa seluruh jagat.


Terjemahan

Memang, hanya Anda Sendiri yang mengenal Diri Anda atas tenaga dalam milik Anda, o Kepribadian Yang Paling Utama, Asal Mula segala sesuatu, Penguasa semua makhluk hidup, Tuhan yang disembah oleh para dewa, Penguasa jagat!


Penjelasan

Tuhan Yang Maha Esa Krishna dapat dikenal oleh orang yang mempunyai hubungan dengan Beliau melalui pelaksanaan bhakti, seperti Arjuna dan para pengikutnya. Orang yang berjiwa jahat atau tidak percaya kepada Tuhan tidak dapat mengenal Krishna. Angan-angan yang membawa seseorang makin jauh dari Tuhan Yang Maha Esa adalah dosa yang berat, dan orang yang belum mengenal Krishna hendaknya janganlah mencoba menafsirkan Bhagavad-gita. Bhagavad-gita adalah pernyataan Krishna. Oleh karena Bhagavad-gita adalah ilmu pengetahuan tentang Krishna, Bhagavad-gita harus dimengerti dari Krishna sebagaimana Bhagavad-gita dimengerti oleh Arjuna. Sebaiknya jangan menerima Bhagavad-gita dari orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sebagaimana dinyatakan dalam Srimad-Bhagavatam (1.2.11):

vādānti tat tattva-vidas
tattvaḿ yaj jñānam advayam
brahmeti paramātmeti
bhagavān iti śabdyate

Kebenaran Yang Paling Utama diinsafi dalam tiga aspek: Sebagai Brahman yang tidak bersifat pribadi, Paramatma yang berada dalam setiap tempat dan akhirnya sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, pada tingkat terakhir pengertian terhadap Kebenaran Mutlak, seseorang mencapai kepada Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Orang awam ataupun orang yang sudah mencapai pembebasan yang sudah menginsafi Brahman yang tidak bersifat pribadi atau Paramatma yang berada dalam di tempat-tempat tertentu, mungkin belum mengerti Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, orang seperti itu dapat berusaha untuk mengerti Kepribadian Yang Paling Utama dari ayat-ayat Bhagavad-gita, yang disabdakan oleh Kepribadian tersebut, yaitu Sri Krishna. Kadang-kadang orang yang tidak mengakui bentuk pribadi Tuhan mengakui Krishna sebagai Bhagavan, atau mereka mengakui kekuasaan Krishna. Namun banyak orang yang sudah mencapai pembebasan belum dapat mengerti Krishna sebagai Purusottama, Kepribadian Yang Paling Utama. Karena itu, Arjuna menyebutkan Krishna dengan nama Purusottama. Namun mungkin seseorang belum mengerti bahwa Krishna adalah ayah bagi semua makhluk hidup. Karena itu, Arjuna menyebutkan Krishna dengan nama Bhutabhāvanā. Dan kalau seseorang mengenal Krishna sebagai ayah makhluk hidup, mungkin dia belum mengenal Krishna sebagai Yang Mahakuasa; karena itu, Krishna disebut di sini sebagai Bhutesa, atau Kepribadian Yang Mahakuasa yang mengendalikan semua orang. Walaupun seseorang mengenal Krishna sebagai yang mengendalikan semua makhluk hidup, mungkin dia belum mengetahui bahwa Krishna adalah sumber semua dewa. Karena itu, di sini Krishna disebut Devadeva, atau Tuhan Yang Maha Esa yang disembah oleh semua dewa. Kalaupun seseorang mengenal Krishna sebagai Tuhan Yang Maha Esa yang disembah oleh semua dewa, mungkin ia belum mengetahui bahwa Krishna adalah Pemilik utama segala sesuatu; karena itu, Krishna disebut Jagatpati. Dengan cara demikian, kebenaran tentang Krishna dimantapkan dalam ayat ini oleh keinsafan Arjuna, dan hendaknya kita mengetahui langkah-langkah Arjuna untuk mengerti Krishna menurut kedudukan Krishna yang sebenarnya.



10.16

 

vaktum arhasy aśeṣeṇa
divyā hy ātma-vibhūtayaḥ
yābhir vibhūtibhir lokān
imāḿs tvaḿ vyāpya tiṣṭhasi

vaktum—berkata; arhasi—Anda patut; aśeṣeṇa—secara terperinci; divyāḥ—rohani; hi—pasti; ātmā—milik Anda Sendiri; vibhūtayaḥ—kehebatan-kehebatan; yābhiḥ—oleh yang itu; vibhūtibhiḥ—kehebatan-kehebatan;lokān—semua planet; imān—ini; tvām—Anda; vyāpya—berada di mana-mana; tiṣṭhasi—tetap.


Terjemahan

Anda berada di mana-mana di semua dunia ini melalui kehebatan rohani Anda, Mohon memberitahukan kepada hamba secara terperinci tentang kehebatan-kehebatan rohani itu.


Penjelasan

Dalam ayat ini tampaknya Arjuna sudah puas dengan pengertiannya tentang Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Krishna. Atas karunia Krishna, Arjuna mempunyai pengalaman pribadi, kecerdasan, pengetahuan serta segala hal lain yang dapat dimiliki oleh seseorang melalui semua itu, dan dia sudah mengerti bahwa Krishna adalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Arjuna tidak ragu-ragu, namun dia memohon agar Krishna menjelaskan sifat-Nya yang berada di mana-mana. Sebab rakyat pada umumnya dan orang yang tidak mengakui bentuk pribadi Tuhan pada khususnya mengutamakan perhatiannya terhadap sifat Beliau yang berada di mana-mana. Karena itu, Arjuna bertanya kepada Krishna bagaimana Beliau berada dalam aspek-Nya yang berada di mana-mana melalui berbagai tenaga Beliau. Harus dimengerti bahwa pertanyaan ini diajukan oleh Arjuna atas nama orang awam.


10.17

 

kathaḿ vidyām ahaḿ yogiḿs
tvāḿ sadā paricintayan
keṣu keṣu ca bhāveṣu
cintyo 'si bhagavan mayā

 katham—bagaimana; vidyām aham—hamba akan mengetahui; yogin—o ahli kebatinan yang paling utama; tvām—Anda; sadā—selalu; paricintayan—berpikir tentang; keṣu—dalam itu; keṣu—dalam itu; ca—juga; bhāveṣu—sifat-sifat; cintyaḥ asi—Anda harus diingat; bhagavan—o Tuhan Yang Mahakuasa; mayā—oleh hamba.


Terjemahan

O Krishna, ahli kebatinan yang paling utama, bagaimana cara hamba dapat berpikir tentang Anda senantiasa, dan bagaimana cara hamba dapat mengenal Anda? Anda harus diingat dalam aneka bentuk yang bagaimana, o Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa?


Penjelasan

Sebagaimana dinyatakan dalam bab sebelumnya, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa ditutupi oleh yogamayā -Nya. Hanya orang yang sudah menyerahkan diri serta para penyembah dapat melihat Beliau. Sekarang Arjuna yakin bahwa kawannya, Krishna, adalah Tuhan Yang Maha Esa, tetapi Arjuna ingin mengetahui proses umum yang memungkinkan Tuhan Yang Mahaada dapat dipahami oleh orang awam. Orang awam, termasuk raksasa dan orang yang tidak percaya kepada Tuhan, tidak dapat mengenal Krishna, sebab Krishna dijaga oleh tenaga yogamayā -Nya. Sekali lagi, pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan oleh Arjuna untuk memberi manfaat kepada mereka. Seorang penyembah yang lebih maju tidak hanya memikirkan pengertiannya sendiri, tetapi juga memikirkan pengertian segenap manusia. Karena itu, Arjuna, atas karunianya membuka pengertian KeMahaadaan Tuhan Yang Maha Esa untuk orang awam karena Arjuna adalah seorang Vaisnava, seorang penyembah. Arjuna menyebutkan Krishna secara khusus sebagai yogin karena Sri Krishna adalah penguasa tenaga yoga mayā , yang menyebabkan Beliau tertutup dan terbuka bagi orang awam. Orang awam yang belum mencintai Krishna tidak dapat berpikir tentang Krishna senantiasa; karena itu dia harus berpikir secara material. Arjuna mempertimbangkan cara berpikir orang duniawi di dunia ini. Kata-kata kesu-kesu ca bhāveṣu menunjukkan alam material (kata bhava berarti benda-benda alam"). Oleh karena orang duniawi tidak dapat mengerti Krishna secara rohani, dianjurkan supaya mereka memusatkan pikirannya kepada benda-benda alam dan usaha melihat bagaimana Krishna terwujud melalui perwujudan-perwujudan alam.



10.18

 

vistareṇātmano yogaḿ
vibhūtiḿ ca janārdana
bhūyaḥ kathaya tṛptir hi
śṛṇvato nāsti me 'mṛtam

vistareṇa—secara terperinci; ātmanāḥ—milik Anda; yogam—kekuatan batin; vibhūtim—kehebatan-kehebatan; ca—juga; jana-ardana—o Pembunuh orang yang tidak percaya kepada Tuhan; bhūyaḥ—sekali lagi; kathaya—menguraikan; tṛptiḥ—kepuasan; hi—pasti; s‚nvataḥ—mendengar; na asti—tidak ada; me—milik hamba; amṛtam—manisnya minuman kekekalan.


Terjemahan

O Janārdana, mohon menguraikan sekali lagi secara terperinci kekuatan batin kehebatan Anda. Hamba tidak pernah kenyang mendengar tentang Anda, sebab makin hamba mendengar makin hamba ingin merasakan manisnya minuman kekekalan sabda Anda.



Penjelasan

Pernyataan yang serupa disampaikan kepada Suta Gosvami oleh para resi di Naimisaranya, dipimpin oleh Saunaka. Pernyataan tersebut adalah sebagai berikut:

vayaḿ tu na vitṛpyāma
uttama-śloka-vikrame
yac chṛṇvatāḿ rasa-jñānāḿ
svādu svādu pade pade

Seseorang tidak pernah dapat merasa kenyang walaupun ia senantiasa mendengar tentang kegiatan rohani Krishna, yang dipuji oleh doa-doa pujian yang sangat bagus. Orang yang sudah masuk ke dalam hubungan rohani dengan Krishna menikmati uraian kegiatan Krishna pada setiap langkah" (Srimad-Bhagavatam 1.1.19). Karena itu, Arjuna berminat untuk mendengar tentang Krishna, khususnya tentang bagaimana Beliau tetap sebagai Tuhan Yang Maha Esa yang berada di mana-mana.
Makna kata amṛtam, atau minuman kekekalan, ialah bahwa ceritera atau pernyataan apapun mengenai Krishna adalah seperti minuman kekekalan yang manis sekali. Minuman kekekalan tersebut dapat dialami melalui pengalaman nyata. Ceritera-ceritera modern, ceritera roman dan sejarah-sejarah berbeda dari kegiatan rohani Tuhan, sebab seseorang akan menjadi bosan mendengar ceritera-ceritera duniawi, tetapi ia tidak akan pernah bosan mendengar tentang Krishna. Karena alasan inilah sejarah seluruh alam semesta penuh dengan ceritera-ceritera tentang kegiatan penjelmaan-penjelmaan Tuhan Yang Maha Esa. Purana-purana adalah sejarah jaman purbakala yang menceriterakan berbagai penjelmaan Tuhan. Dengan cara demikian, materi bacaan tetap segar untuk selamanya, walaupun dibaca berulangkali.



10.19

 

śrī-bhagavān uvāca
hanta te kathayiṣyāmi
divyā hy ātma-vibhūtayaḥ
prādhānyataḥ kuru-śreṣṭha
nāsty anto vistarasya me

Śrī-bhagavān uvāca—Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; hanta—ya; te—kepadamu; kathayiṣyāmi—Aku akan bersabda; divyāḥ—rohani; hi—pasti; ātma-vibhūtayaḥ—kehebatan-kehebatan pribadi; prādhānyataḥ—yang penting; kuru-śreṣṭha—wahai yang paling baik di antara para Kuru; na asti—tidak ada; antaḥ—batas; vistarasya—sampai batas; me—milik-Ku.


Terjemahan

Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda: Ya, Aku akan memberitahukan kepadamu tentang perwujudan-perwujudan-Ku yang mulia, tetapi hanya yang paling terkemuka, sebab kehebatan-Ku tidak terhingga, wahai Arjuna.


Penjelasan

Tidak mungkin seseorang memahami kebesaran Krishna dan kehebatan-kehebatan-Nya. Indera-indera  roh individual adalah terbatas sehingga tidak memungkinkan ia mengerti keseluruhan kegiatan Krishna. Namun para penyembah berusaha mengerti tentang Krishna, tetapi tidak berdasarkan prinsip bahwa mereka akan dapat mengerti Krishna sepenuhnya pada suatu saat atau dalam suatu keadaan hidup. Melainkan, mata pelajaran tentang Krishna begitu manis sehingga para penyembah merasakannya sebagai minuman kekekalan. Karena itu, para penyembah menikmati hal-hal itu. Para penyembah yang murni menikmati kebahagiaan rohani dalam membicarakan kehebatan-kehebatan Krishna dan berbagai tenaga Krishna. Karena itu, mereka ingin mendengar dan membicarakan hal-hal itu. Krishna mengetahui bahwa makhluk hidup tidak mengerti batas kehebatan-Nya; karena itu, Beliau berkenan menyatakan hanya manifestasi-manifestasi  pokok dari berbagai tenaga-Nya. Kata pradhanyatah (pokok") sangat penting, sebab kita hanya dapat mengerti beberapa ciri pokok Tuhan Yang Maha Esa, karena ciri-ciri Beliau tidak terhingga. Tidak mungkin seseorang mengerti semuanya. Kata vibhūti, yang digunakan dalam ayat ini, menunjukkan kehebatan-kehebatan yang digunakan oleh Beliau untuk mengendalikan seluruh manifestasi. Dalam kamus Amarakosa, dinyatakan bahwa vibhūti berar ti kehebatan yang luar biasa.
Orang yang tidak mengakui bentuk pribadi Tuhan atau orang yang menyembah banyak dewa tidak dapat mengerti kehebatan luar biasa Tuhan Yang Maha Esa maupun manifestasi-manifestasi  tenaga-tenaga rohani Beliau. Baik di dunia material maupun di dunia rohani tenaga-tenaga Tuhan tersebar dalam setiap jenis manifestasi. Sekarang Krishna menguraikan apa yang dapat dilihat secara langsung oleh orang awam; dengan cara demikian, sebagian dari aneka tenaga Beliau diuraikan sebagai berikut.



10.20

 

aham ātmā guḍākeśa
sarva-bhūtāśaya-sthitaḥ
aham ādiś ca madhyaḿ ca
bhūtānām anta eva ca

aham—Aku; ātmā—sang roh; guḍākeśa—wahai Arjunasarva-bhūta—semua makhluk hidup; āśaya-sthitaḥ—bersemayam di dalam hati; aham—Aku adalah; ādiḥ—asal mula; ca—juga; madhyam—pertengahan; ca—juga; bhūtānām—semua makhluk hidup; antaḥ—akhir; evā—pasti; ca—dan.


Terjemahan

O Arjuna, Aku adalah Roh Yang Utama yang bersemayam di dalam hati semua makhluk hidup. Aku adalah awal, pertengahan dan akhir semua makhluk.


Penjelasan

Dalam ayat ini Arjuna disebut Gudakesa, yang berarti orang yang sudah menaklukkan kegelapan tidur." Tidak mungkin orang yang sedang tidur yang kegelapan dalam kebodohan mengerti bagaimana Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa mewujudkan Diri-Nya dengan berbagai cara di dunia material dan di dunia rohani. Karena itu, sapaan Krishna kepada Arjuna bermakna. Oleh karena Arjuna berada di atas kegelapan seperti itu, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa berkenan menguraikan berbagai kehebatan-Nya.
Pertama-tama Krishna memberitahukan kepada Arjuna bahwa Krishna adalah nyawa seluruh manifestasi alam semesta melalui penjelmaan yang utama dari Diri-Nya. Sebelum ciptaan material, Tuhan Yang Maha Esa menjelma sebagai penjelmaan para purusa melalui penjelmaan-Nya yang berkuasa penuh dan segala sesuatu mulai dari Beliau. Karena itu, Krishna adalah atma, atau nyawa mahat-tattva, yaitu unsur-unsur alam semesta. Keseluruhan tenaga material bukan sebab ciptaan; sebenarnya MahaVisnu masuk ke dalam mahat-tattva, atau keseluruhan tenaga material. Krishna adalah roh alam semesta. Bila MahaVisnu masuk ke dalam alamsemesta-alamsemesta yang diwujudkan, sekali lagi Beliau mewujudkan diri sebagai Roh Yang Utama di dalam hati setiap makhluk hidup. Kita mengalami bahwa badan pribadi makhluk bernyawa karena adanya bunga api rohani. Tidak mungkin badan berkembang tanpa adanya bunga api rohani. Begitu pula, manifestasi material tidak dapat berkembang kecuali Roh Yang Utama, Krishna, masuk ke dalamnya. Sebagaimana dinyatakan dalam Subala Upanisad, prakrty-adisarva-bhūtantaryami sarvasesi ca narayanah: Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa berada di dalam semua alam semesta yang diwujudkan sebagai Roh Yang Utama."  Tiga purusaavatara diuraikan dalam Srimad-Bhagavatam. Tiga purusa avatara tersebut juga diuraikan dalam Satvatatantra. Visnu tu trini rupani purusakhyany atho viduh: Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa mewujudkan tiga aspek sebagai KaranodakaUayi Visnu, Garbhodakakasayi Visnu dan KsirodakaUayi Visnu dalam manifestasi material ini. MahaVisnu, atau KaranodakaUayi Visnu diuraikan dalam Brahma-samhita (5.47). Yah karanarnavajale bhajati sma yoganidram: Tuhan Yang Maha Esa, Krishna, sebab segala sebab, berbaring dalam lautan semesta sebagai MahaVisnu. Karena itu, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa adalah awal alam semesta ini, pemelihara manifestasi-manifestasi  alam semesta, dan akhir segala tenaga




10.21

 

ādityānām ahaḿ viṣṇur
jyotiṣāḿ ravir aḿśumān
marīcir marutām asmi
nakṣatrāṇām ahaḿ śaśī

ādityānām—di antara para Ādityaaham—Aku adalah; viṣṇuḥ—Tuhan Yang Maha Esa; jyotiṣām—semua sumber cahaya; raviḥ—matahari; aḿśu-mān—bercahaya; marīciḥ—Marici; marutām—dari pada Marut; asmi—Aku adalah; nakṣatrāṇām—di antara bintang-bintang; aham—Aku adalah; śaśī—bulan.


Terjemahan

Di antara para Āditya Aku adalah Visnu, di antara sumber-sumber cahaya Aku adalah matahari yang cerah, di antara para Marut Aku adalah Marici, dan di antara bintangbintang Aku adalah bulan.


Penjelasan

Ada dua belas Āditya. Krishna adalah Yang Paling Utama di antara dua belas Āditya itu. Di antara semua sumber cahaya di langit, mataharilah yang paling utama, dalam Brahma-samhita matahari diakui sebagai mata-Nya Tuhan Yang Maha Esa yang cemerlang. Ada lima puluh jenis angin yang bertiup di angkasa. Di antara angin-angin itu, Marici, dewa yang menguasainya, adalah lambang Krishna.
Di antara bintang-bintang, bulanlah yang paling terkemuka pada waktu malam. Karena itu, bulan adalah lambang Krishna. Dari ayat ini, rupanya bulan adalah salah satu bintang. Karena itu, bintang-bintang yang berkelap-kelip di angkasa juga mencerminkan cahaya dari matahari. Teori bahwa ada banyak matahari dalam alam semesta tidak diakui oleh kesusasteraan Veda. Matahari adalah satu, bintang-bintang memancarkan cahaya yang dipantulkan dari matahari. Seperti halnya bulan juga memancarkan cahaya yang dipantulkan dari matahari. Oleh karena Bhagavad-gita menunjukkan di sini bahwa bulan adalah salah satu bintang, bintang-bintang yang berkelap-kelip bukan matahari-matahari, tetapi serupa dengan bulan.


10.22

 

vedānāḿ sāma-vedo 'smi
devānām asmi vāsavaḥ
indriyāṇāḿ manaś cāsmi
bhūtānām asmi cetanā

vedānam—di antara semua Veda; sāma-vedaḥ—Sama Veda; asmi—Aku adalah; devānām—di antara dewa; asmi—Aku adalah; vāsavaḥ—raja  surga; indriyāṇām—di antara semua indera; manaḥ—pikiran; ca—juga; asmi—Aku adalah; bhūtānām—di antara semua makhluk hidup; asmi—Aku adalah; cetanā—daya hidup.


Terjemahan

Di antara Veda-veda Aku adalah Sama Veda; di antara para dewa Aku adalah Indra, rājā  surga; di antara indera-indera Aku adalah pikiran; dan Aku adalah hidup [kesadaran] para makhluk hidup.

Penjelasan

Perbedaan antara alam dan sang roh ialah bahwa alam tidak memiliki kesadaran seperti makhluk hidup; karena itu, kesadaran tersebut bersifat utama dan kekal. Kesadaran tidak dapat dihasilkan oleh gabungan unsur-unsur alam.


10.23

 

rudrāṇāḿ śańkaraś cāsmi
vitteśo yakṣa-rakṣasām
vasūnāḿ pāvakaś cāsmi
meruḥ śikhariṇām aham

rudrāṇām—di antara semua Rudra; śańkaraḥ—Dewa Siva; ca—juga; asmi—Aku adalah; vitta-īśaḥ—penguasa kebendaharaan para dewa; yakṣa-rakṣasām—di antara para Yaksa dan Raksasa; vasūnām—di antara para Vasu; pavakaḥ—api; ca—juga; asmi—aku adalah; meruḥ—Meru; śikhariṇām—di antara semua gunung; aham—Aku adalah.


Terjemahan

Di antara semua Rudra Aku adalah Dewa siva, di antara para Yaksa dan Raksasa Aku adalah dewa kekayaan (-Kuvera), di antara para Vasu aku adalah api (Agni), dan di antara gununggunung Aku adalah Meru.


Penjelasan

Ada sebelas Rudra. Di antara sebelas Rudra itu, Sankara, Dewa Siva, adalah yang paling terkemuka. Siva adalah penjelmaan dari Tuhan Yang Maha Esa yang menguasai sifat kebodohan di alam semesta. Pemimpin para Yaksa dan Raksasa adalah Kuvera, bendahara utama semua dewa. Kuvera adalah lambang Tuhan Yang Maha Esa. Meru adalah gunung yang terkenal karena kekayaan sumber alamnya.




10.24

 

purodhasāḿ ca mukhyaḿ māḿ
viddhi pārtha bṛhaspatim
senānīnām ahaḿ skandaḥ
sarasām asmi sāgaraḥ

purodhasām—di antara semua pendeta; ca—juga; mukhyam—yang paling utama; mām—Aku; viddhi—mengertilah; pārtha—wahai putera Pṛthābṛhaspatim—Brhaspati; senānīnām—di antara semua panglima; aham—Aku adalah; skandaḥ—Kartikeya; sarasām—di antara semua sumber air; asmi—Aku adalah; sāgaraḥ—lautan.


Terjemahan

Wahai Arjuna, di antara semua pendeta, ketahuilah bahwa Aku adalah Brhaspati, pemimpinnya. Di antara para panglima Aku adalah Kartikeya, dan di antara sumber-sumber air Aku adalah lautan.


Penjelasan

Indra adalah pimpinan para dewa di planet-planet surga dan beliau dikenal sebagai rājā  surga. Planet pusat kerajaan Indra disebut Indra loka. Brhaspati adalah pendeta Indra. Oleh karena Indra adalah rājā  segala rājā , Brhaspati adalah pendeta segala pendeta. Seperti halnya Indra adalah rājā  segala rājā , begitu pula Skanda atau Kartikeya, putera Parvati dan Dewa Siva, adalah panglima segala panglima. Di antara semua sumber air, lautanlah yang paling besar. Segala perwujudan Krishna tersebut hanya memberi isyarat-isyarat tentang kebesaran Beliau.



10.25

 

maharṣīṇāḿ bhṛgur ahaḿ
girām asmy ekam akṣaram
yajñānāḿ japa-yajño 'smi
sthāvarāṇāḿ himālayaḥ

mahā-ṛṣīṇām—di antara resi-resi yang mulia; bhṛguḥBhṛguaham—Aku adalah; girām—di antara getaran-getaran; asmi—Aku adalah; ekam akṣarampraṇavayajñānām—di antara korban-korban suci; japa-yajñaḥ—mantra diucapkan berulangkali; asmi—Aku adalah; sthāvarāṇām—di antara benda-benda yang tidak bergerak; himālayaḥ—pegunungan Himalaya.


Terjemahan

Di antara resi-resi yang mulia, Aku adalah Bhṛgu; di antara getaran-getaran suara Aku adalah oḿ yang bersifat rohani. Di antara korban-korban suci Aku adalah ucapanucapan nama-nama suci Tuhan [japa], dan di antara benda-benda yang tidak bergerak Aku adalah pegunungan Himalaya.


Penjelasan

Brahma, makhluk hidup pertama di alam semesta, menciptakan beberapa putera untuk berketurunan berbagai jenis kehidupan. Di antara Putera-putera Brahma, Bhṛgu adalah resi yang paling perkasa. Di antara semua getaran suara rohani, om (oḿ-kāra) adalah perwujudan Krishna. Di antara semua korban suci, cara mengucapkan mantra, Hare Krishna, Hare Krishna, Krishna Krishna, Hare Hare / Hare Rāma, Hare Rāma, Rāma Rāma, Hare Hare adalah perwujudan Krishna yang tersuci. Kadang-kadang dianjurkan mengorbankan binatang, tetapi dalam korban suci Hare Krishna, Hare Krishna, tidak ada kekerasan sama sekali. Korban suci Hare Krishna adalah yang paling sederhana dan yang paling murni. Apapun yang mulia sekali didunia ini adalah perwujudan dari Krishna; karena itu, pegunungan Himalaya, yaitu pegunungan yang terbesar di dunia, juga merupakan perwujudan dari Krishna. Gunung Meru disebut dalam ayat sebelumnya, tetapi gunung Meru kadang-kadang dapat dipindahkan, sedangkan pegunungan Himalaya tidak pernah dapat dipindahkan. Karena itu, pegunungan Himalaya lebih berbobot daripada Meru.


10.26

 

aśvatthaḥ sarva-vṛkṣāṇāḿ
devarṣīṇāḿ ca nāradaḥ
gandharvāṇāḿ citrarathaḥ
siddhānāḿ kapilo muniḥ

aśvatthaḥ—pohon beringin; sarva-vṛkṣāṇām—di antara semua pohon; deva-ṛṣīṇām—di antara semua resi di kalangan dewa; ca—dan; nāradaḥ—Nārada; gandharvāṇām—di antara para warga planet Gandharva; citrarathaḥ—Citraratha; siddhānām—di antara semua makhluk yang sudah mencapai kesempurnaan; kapilah muniḥ—Kapila Muni.


Terjemahan

Di antara semua pohon, Aku adalah pohon beringin. Di antara resi-resi di kalangan para dewa Aku adalah Nārada. Di antara para Gandharva Aku adalah Citraratha, dan di antara makhluk-makhluk yang sempurna Aku adalah resi Kapila.


Penjelasan

Pohon beringin (asvattha) adalah salah satu di antara pohon-pohon yang paling tinggi dan paling indah, dan banyak pengikut Veda memuja pohon itu sebagai salah satu ritual yang dilakukan pagi-pagi setiap hari. Di antara para dewa, mereka juga menyembah Nārada, penyembah yang paling mulia di alam semesta. Karena itu, Nārada adalah perwujudan Krishna sebagai seorang penyembah. Planet Gandharva penuh dengan makhluk yang menyanyi dengan merdu sekali, dan di antara semuanya, penyanyi terbaik adalah Citraratha. Di antara semua makhluk hidup yang sempurna, Kapila putera Devahuti, adalah perwujudan dari Krishna. Kapila adalah penjelmaan dari Krishna, dan filsafat Kapila disebut dalam Srimad-Bhagavatam. Kemudian ada orang lain yang bernama Kapila yang menjadi terkenal, tetapi filsafat Kapila yang kedua tidak percaya kepada Tuhan. Karena itu, ada perbedaan besar antara Kapila yang pertama dan Kapila yang kedua.



10.27

 

uccaiḥśravaśam aśvānāḿ
viddhi mām amṛtodbhavam
airāvataḿ gajendrāṇāḿ
narāṇāḿ ca narādhipam

uccaiḥśravaśam—Uccaiḥśravā; aśvānām—di antara kuda-kuda; viddhi—mengetahui; mām—Aku; amṛta-udbhavam—dihasilkan dari pengocokan lautan; airāvatam—Airāvata; gaja-indrāṇām—di antara gajah-gajah yang agung; narāṇām—di antara manusia; ca—dan; nara-adhipam—raja.


Terjemahan

Ketahuilah bahwa di antara kuda-kuda Aku adalah Uccaihsrava, yang diciptakan pada waktu lautan dikocok untuk menghasilkan minuman kekekalan. Di antara gajah-gajah yang agung Aku adalah Airavata, dan di antara manusia aku adalah raja.


Penjelasan

Para dewa (para penyembah) dan para raksasa (asura) pernah mengocok lautan. Setelah lautan dikocok, minuman kekekalan (amrta) dan racun dihasilkan, dan Siva meminum racun itu. Dari minuman kekekalan itu, banyak makhluk dihasilkan. Ada seekor kuda bernama Uccaihsrava di antara makhluk-makhluk itu. Airavata adalah seekor gajah, binatang lain yang dihasilkan dari minuman kekekalan itu. Oleh karena kedua binatang tersebut dihasilkan dari minuman kekekalan, kedua-duanya mempunyai makna yang khusus, dan binatang-binatang itu adalah lambang-lambang Krishna.
Rājā  adalah lambang Krishna dalam masyarakat manusia. Ini karena Krishna memelihara alam semesta, dan para rājā, yang dinobatkan karena kwalifikasinya yang suci, memelihara kerajaan nya masing-masing. raja-raja  seperti Maharājā  Yudhisthira, Maharājā  Pariksit dan Sri Rāma semua raja-raja yang adil sekali yang selalu memikirkan kesejahteraan para warga negara. Dalam kesusasteraan Veda, rājā dianggap utusan dari Tuhan. Akan tetapi, pada jaman ini, dengan merosotnya prinsip-prinsip keagamaan, sistem pemerintahan kerajaan merosot hingga sekarang akhirnya sudah tiada lagi. Akan tetapi, dapat dimengerti bahwa jaman dahulu rakyat lebih berbahagia di bawah pemerintahan raja-raja yang adil.



10.28

 

āyudhānām ahaḿ vajraḿ
dhenūnām asmi kāmadhuk
prājanaś cāsmi kandarpaḥ
sarpāṇām asmi vāsukiḥ

āyudhānām—di antara semua senjata; aham—Aku adalah; vajram—petir; dhenūnām—di antara sapi-sapi; asmi—Aku adalah; kāma-dhuk—sapi surabhi; prājanaḥ—penyebab berketurunan; ca—dan; asmi—Aku adalah; kandarpaḥ—dewa asmara; sarpāṇām—di antara ular-ular; asmi—Aku adalah; vāsukiḥ—Vāsuki.


Terjemahan

Di antara senjata-senjata, Aku adalah petir; di antara sapi-sapi Aku adalah surabhi. Di antara sebab-sebab orang berketurunan, aku adalah Kandarpa, dewa asmara, dan di antara ular-ular Aku adalah Vāsuki.


Penjelasan

Petir memang senjata yang perkasa. Petir adalah lambang kekuatan Krishna. Di Krishnaloka di angkasa rohani sapi-sapi yang dapat diperah pada setiap saat, dan sapi-sapi itu memberi susu sebanyak apa yang diinginkan seseorang. Tentu saja, sapi-sapi seperti itu tidak ada di dunia material ini, tetapi disebut bahwa sapi-sapi itu ada di Krishnaloka. Krishna memelihara banyak sapi-sapi seperti itu yang disebut surabhi. Dinyatakan bahwa Krishna sibuk mengembala sapi-sapi surabhi. Kandarpa adalah hawa nafsu untuk mendapat Putera-putera yang baik; karena itu Kandarpa adalah lambang Krishna. Kadang-kadang orang hanya mengadakan hubungan suami isteri untuk memuaskan indera-indera. Hubungan suami-isteri seperti itu bukan lambang Krishna. Tetapi hubungan suami-isteri untuk mendapatkan anak yang baik disebut Kandarpa, dan Kandarpa itu adalah lambang Krishna.



10.29

 

anantaś cāsmi nāgānāḿ
varuṇo yādasām aham
pitṝṇām aryamā cāsmi
yamaḥ saḿyamatām aham

anantāḥ—Ananta; ca—juga; asmi—Aku adalah; nāgānām—di antara naga-naga yang berkepala banyak; varuṇaḥ—dewa yang mengendalikan air; yādasām—di antara semua makhluk yang hidup di dalam air; aham—Aku adalah; pitṝṇām—di antara para leluhur; aryamāAryamāca—juga; asmi—Aku adalah; yamaḥ—dewa yang mengendalikan kematian; saḿyamatam—di antara semua kepribadian yang mengatur; aham—Aku adalah.


Terjemahan

Di antara para Naga yang berkepala banyak Aku adalah Ananta. Diantara para makhluk yang hidup di air Aku adalah dewa Varuna. Diantara para leluhur yang sudah meninggal Aku adalah Aryamā, dan diantara para pengatur hukum Aku adalah Yama, dewa kematian.


Penjelasan

Di antara naga-naga yang berkepala banyak, Anantalah yang paling utama dan dewa Varuna adalah yang paling utama di antara semua makhluk yang tinggal di dalam air. Kedua-duanya adalah lambang Krishna. Ada planet tempat tinggal para Pita, yaitu para leluhur. Penguasa di planet itu bernama Aryamā. Aryamā adalah lambang Krishna. Ada banyak makhluk hidup yang memberi hukuman kepada orang jahat. Di antara semuanya, Yamalah yang paling utama. Yama tinggal di sebuah planet tidak jauh dari bumi ini. Sesudah kematian, orang yang sangat berdosa dibawa ke planet itu, dan Yama mengatur berbagai jenis hukuman untuk mereka.




10.30

 

prahlādaś cāsmi daityānāḿ
kālaḥ kalayatām aham
mṛgāṇāḿ ca mṛgendro 'haḿ
vainateyaś ca pakṣiṇām

prahlādaḥ—Prahlada; ca—juga; asmi—Aku adalah; daityānām—di antara para raksasa; kālaḥ—waktu; kalayatām—di antara para penakluk; aham—Aku adalah; mṛgāṇām—di antara para binatang; ca—dan; mṛga-indraḥ—singa; aham—Aku adalah; vainateyah—Garuda; ca—juga; pakṣiṇām—diantara para burung.


Terjemahan

Di antara para raksasa Daitya Aku adalah Prahlada yang berbhakti dengan setia. Di antara para penakluk Aku adalah waktu, di antara para binatang Aku adalah singa, dan di antara para burung Aku adalah Garuda.


Penjelasan

Dewi Diti dan Dewi Aditi adalah dua orang bersaudara. Putera-putera Aditi disebut para Āditya, dan para putera Diti disebut para Daitya. Semua Āditya adalah penyembah-penyembah Tuhan, sedangkan semua Daitya tidak percaya kepada Tuhan. Walaupun Prahlada dilahirkan dalam keluarga para Daitya, dia seorang penyembah Tuhan yang mulia sejak masa kanak-kanaknya. Oleh karena bhakti-Nya dan sifatnya yang suci, Prahlada dianggap lambang utusan Krishna.
Ada banyak prinsip yang menaklukkan, tetapi waktu mengikis segala benda di alam semesta. Karena itu, waktu adalah lambang Krishna. Di antara banyak binatang, singalah yang paling perkasa dan ganas. Di antara satu juta jenis burung, Garuda, kendaraan Sri  Visnu, adalah burung yang paling agung.



10.31

 

pavanaḥ pavatām asmi
rāmaḥ śastra-bhṛtām aham
jhaṣāṇāḿ makaraś cāsmi
srotasām asmi jāhnavī


pavanaḥ—angin; pavatām—di antara segala sesuatu yang menyucikan; asmi—Aku adalah; rāmaḥ—Rāmaśastra-bhṛtām—di antara para pembawa senjata; aham—Aku adalah; jhaṣāṇām—di antara semua ikan; makaraḥ—ikan hiu; ca—juga; asmi—Aku adalah; srotasām—di antara sungai-sungai yang mengalir; asmi—Aku adalah; jāhnavī—sungai Gangga.


Terjemahan

Di antara segala sesuatu yang menyucikan, Aku adalah angin, di antara para pembawa senjata Aku adalah Rāma. Di antara ikanikan Aku adalah ikan hiu, dan di antara sungai-sungai yang mengalir Aku adalah sungai Gangga.


Penjelasan

Di antara semua ikan, ikan hiu adalah salah satu di antara ikan-ikan yang paling besar dan tentu saja yang paling berbahaya bagi manusia. Karena itu, ikan hiu adalah lambang Krishna.

10.32

 

sargāṇām ādir antaś ca
madhyaḿ caivāham Arjuna
adhyātma-vidyā vidyānāḿ
vādaḥ pravadatām aham

sargāṇām—di antara segala ciptaan; ādiḥ—permulaan; antaḥ—akhir; ca—dan; madhyam—pertengahan; ca—juga; evā—pasti; aham—Aku adalah; Arjuna—wahai Arjunaadhyātma-vidyā—pengetahuan rohani; vidyānām—di antara segala pendidikan; vādaḥ—kesimpulan yang wajar; pravadatam—di antara argumentasi; aham—Aku adalah.


Terjemahan

Di antara segala ciptaan Aku adalah permulaan, akhir dan juga pertengahan, wahai Arjuna. Di antara segala ilmu pengetahuan, Aku adalah ilmu pengetahuan rohani tentang sang diri, dan di antara para ahli logika, Aku adalah kebenaran sebagai kesimpulan.

Penjelasan

 Di antara perwujudan-perwujudan yang diciptakan, yang pertama ialah ciptaan keseluruhan unsur-unsur material. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, manifestasi alam semesta diciptakan dan dijalankan oleh MahaVisnu, Garbhodakakasayi Visnu dan Ksirodakasayi Visnu, kemudian sekali lagi dilebur oleh Dewa Siva. Brahma adalah pencipta kedua. Semua unsur ciptaan pemeliharaan dan peleburan tersebut adalah penjelmaan penjelmaan sifat-sifat material dari Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, Beliau adalah awal, pertengahan dan akhir segala ciptaan.
Untuk pendidikan tingkat tinggi, ada berbagai jenis buku pengetahuan, misalnya empat Veda, enam buku pelengkap Veda, Vedanta-sutra, buku-buku yang berisi logika, buku-buku  berisi prinsip-prinsip keagamaan dan Purana-purana. Secara keseluruhan ada empat belas golongan buku pendidikan. Di antara semua buku pendidikan tersebut, buku yang menyampaikan adhyātma-vidyā, pengetahuan rohani—khususnya, Vedanta-sutra—adalah lambang Krishna.
Di kalangan para ahli logika, ada berbagai jenis argumentasi. Mendukung argumentasi seseorang dengan bukti yang juga mendukung pihak lawan disebut jalpa. Hanya mencoba mengalahkan lawan disebut vitanda. Tetapi kesimpulan yang sejati disebut vada. Kebenaran sebagai kesimpulan tersebut adalah lambang Krishna.



10.33

 

akṣarāṇām a-kāro 'smi
dvandvaḥ sāmāsikasya ca
aham evākṣayaḥ kālo
dhātāhaḿ viśvato-mukhaḥ

akṣarāṇām—di antara huruf-huruf; a-kāraḥ—huruf pertama; asmi—Aku adalah; dvandvaḥ—kata majemuk setara; sāmāsikasya—di antara kata-kata majemuk; ca—dan; aham—Aku adalah; evā—pasti; akṣayaḥ—kekal; kālaḥ—waktu; dhātā—pencipta; aham—Aku adalah; viśvataḥ-mukhaḥ—Brahma.


Terjemahan

Di antara semua huruf Aku adalah huruf A. Di antara kata-kata majemuk, Aku adalah kata majemuk setara. Aku adalah waktu yang tidak dapat dimusnahkan, dan di antara para pencipta Aku adalah Brahma.


Penjelasan

A-kara, huruf pertama dalam abjad Sansekerta, adalah awal kesusasteraan Veda. Tanpa akara, tiada sesuatupun yang dapat dibunyikan; karena itu, akara adalah awal suara. Dalam bahasa Sansekerta juga ada banyak kata majemuk. Di antara kata-kata itu majemuk setara, kata majemuk setara seperti kata ramakṛṣṇa, disebut dvandva. Dalam kata majemuk ini, dua kata rama dan kṛṣṇa, mempunyai bentuk yang sama. Karena itu, kata majemuk ini disebut kata majemuk setara.
Di antara segala sesuatu yang membunuh, waktulah yang paling utama, sebab waktu membunuh segala sesuatu. Waktu adalah utusan Krishna, sebab sesudah beberapa waktu, api yang besar akan berkobar dan segala sesuatu akan dileburkan.
Di antara semua makhluk hidup yang menciptakan, Brahma, yang berkepala empat, adalah yang paling utama. Karena itu, Brahma adalah utusan Tuhan Yang Maha Esa, Krishna.



10.34

 

mṛtyuḥ sarva-haraś cāham
udbhavaś ca bhaviṣyatām
kīrtiḥ śrīr vāk ca nārīṇāḿ
smṛtir medhā dhṛtiḥ kṣamā

mṛtyuḥ—kematian; sarva-haraḥ—makan segala sesuatu; ca—juga; aham—Aku adalah; udbhavaḥ—yang menghasilkan; ca—juga; bhaviṣyatām—dari perwujudan-perwujudan pada masa yang akan datang; kīrtiḥ—kemasyhuran; śrīḥ—kehebatan atau kecantikan; vāk—bahasa yang halus; ca—juga; nārīṇām—di kalangan para kaum wanita; smṛtiḥ—ingatan; medhā—kecerdasan; dhṛtiḥ—ketegasan; kṣamā—kesabaran.


Terjemahan

Aku adalah maut yang memakan segala sesuatu, dan Aku adalah prinsip yang menghasilkan segala sesuatu yang belum terjadi. Di kalangan kaum wanita, Aku adalah kemasyhuran, keuntungan, bahasa yang halus, ingatan, kecerdasan, ketabahan dan kesabaran.


Penjelasan

Begitu seseorang dilahirkan, dia menjalani proses kematian pada setiap saat. Karena itu, kematian menelan setiap makhluk hidup setiap saat, tetapi pukulan terakhir disebut kematian sendiri. Kematian itu adalah Krishna. Mengenai perkembangan pada masa yang akan datang, semua makhluk hidup mengalami enam perubahan pokok. Para makhluk hidup dilahirkan, tumbuh, tahan selama beberapa waktu, berketurunan, merosot, dan akhirnya lenyap. Di antara perubahan-perubahan itu, yang pertama ialah kelahiran dari kandungan. Perubahan itu adalah Krishna. Kelahiran pertama adalah awal kegiatan pada masa yang akan datang.
Daftar tujuh kehebatan yang disebut—yaitu, kemasyhuran, keuntungan, bahasa yang halus, ingatan, kecerdasan, ketabahan dan kesabaran dianggap sifat-sifat wanita. Kalau seseorang memiliki semua sifat tersebut atau beberapa diantaranya, dia menjadi mulia. Kalau seseorang terkenal sebagai orang yang saleh dan adil maka sifat itu menyebabkan dia mulia. Bahasa Sansekerta adalah bahasa yang sempurna; karena itu, bahasa Sansekerta mulia sekali. Kalau seseorang dapat ingat mata pelajaran sesudah mempelajarinya, dia sudah diberkahi dengan ingatan yang baik, atau smrti. Kecerdasan (medha) berarti kesanggupan bukan hanya untuk membaca banyak buku tentang berbagai mata pelajaran, tetapi juga mengerti buku-buku  itu dan menggunakan pengetahuan dari buku-buku  itu apabila diperlukan. Ini merupakan kehebatan lain lagi. Kesanggupan untuk mengatasi keadaan yang kurang mantap disebut ketabahan hati atau sifat mantap (dhrti). Bila seseorang memiliki kwalifikasi sepenuhnya tetapi tetap rendah hati dan lemah lembut, dan bila seseorang memelihara keseimbangannya baik dalam duka cita maupun kebahagiaan keadaan yang riang, dia memiliki kehebatan yang disebut kesabaran (ksama).



10.35

 

bṛhat-sāma tathā sāmnāḿ
gāyatrī chandasām aham
māsānāḿ mārga-śīrṣo 'ham
ṛtūnāḿ kusumākaraḥ

bṛhat-sāmabṛhat-sāmatathā—juga; sāmnām—dari lagu-lagu Sama Veda; gāyatrī—mantra-mantra Gayatri; chandasām—di antara segala sanjak; aham—Aku adalah; māsānām—di antara bulan-bulan; mārga-śīrṣaḥ—bulan Nopember-Desember; aham—Aku adalah; ṛtūnām—dari semua musim; kusuma-ākaraḥ—musim semi.


Terjemahan

Di antara mantra-mantra dalam Sama Veda Aku adalah bṛhat-sāma. Di antara sanjak-sanjak Aku adalah Gayatri. Di antara bulan-bulan Aku adalah Margasirsa [Nopember-Desember], dan di antara musim-musim Aku adalah musim semi, waktu bunga mekar.


Penjelasan

Krishna sudah menjelaskan bahwa di antara semua Veda, Beliau adalah Sama Veda. Sama Veda kaya dengan lagu-lagu yang indah yang dimainkan oleh berbagai dewa. Salah satu di antara lagul-agu itu adalah bṛhat-sāma, dengan irama yang indah luar biasa. bṛhat-sāma dinyanyikan di tengah malam.
Dalam bahasa Sansekerta, ada aturan tetap yang mengatur sanjak; sanjak dan irama tidak dikarang begitu saja seperti banyak sanjak modern. Di antara sanjak-sanjak yang teratur, yang paling terkemuka ialah mantra Gayatri, yang diucapkan oleh para brahmaṇā yang memiliki kwalifikasi yang baik. Mantra Gayatri disebut dalam Srimad-Bhagavatam. Mantra Gayatri khususnya dimaksudkan untuk menginsafi Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, mantra Gayatri adalah perwujudan dari Tuhan Yang Maha Esa. Mantra Gayatri dimaksudkan untuk orang yang sudah maju dalam kerohanian, dan apabila seseorang sudah mencapai sukses dalam mengucapkan mantra Gayatri, dia dapat memasuki kedudukan rohani Tuhan Yang Maha Esa. Untuk mengucapkan mantra Gayatri, terlebih dahulu seseorang harus memperoleh sifat-sifat yang mantap secara sempurna, yaitu sifat-sifat kebaikan menurut hukum-hukum alam material. Mantra Gayatri penting sekali dalam peradaban Veda, dan mantra Gayatri adalah penjelmaan Brahman dalam bentuk suara. Brahma mengucapkan mantra Gayatri pertama kalinya. Kemudian, mantra Gayatri turun temurun dari Brahma melalui garis perguruan.
Bulan Nopember-Desember dianggap bulan yang paling baik, sebab di India biji-bijian dipanen dari ladang selama bulan-bulan itu dan rakyat bahagia sekali. Tentu saja musim semi disenangi di mana-mana, sebab tidak terlalu panas ataupun terlalu dingin, bunga-bungaan berkembang dan pohon pada tumbuh serta berbunga. Pada musim semi juga diadakan banyak upacara untuk memperingati kegiatan Krishna. Karena itu, musim semi dianggap musim yang paling riang, dan musim semi adalah lambang Tuhan Yang Maha Esa, Krishna.




10.36

 

dyūtaḿ chalayatām asmi
tejas tejasvinām aham
jayo 'smi vyavasāyo 'smi
sattvaḿ sattvavatām aham

dyūtam—perjudian; chalayatām—di antara segala penipu; asmi—Aku adalah; tejaḥ—kemuliaan; tejasvinām—dari segala sesuatu yang mulia; aham—Aku adalah; jayaḥ—kejayaan; asmi—Aku adalah; vyavasāyaḥ—usaha atau petualangan; asmi—Aku adalah; sattvām—kekuatan; sattva-vatām—dari semua orang yang kuat; aham—Aku adalah.


Terjemahan

Aku adalah perjudian kaum penipu, Aku adalah kemuliaan segala sesuatu yang mulia. Aku adalah kejayaan, Aku adalah petualangan dan Aku adalah kekuatan orang yang kuat.


Penjelasan

Ada banyak jenis penipu di seluruh alam semesta. Di antara segala proses penipuan, perjudianlah yang paling utama. Karena itu, perjudian adalah lambang kehebatan Krishna. Sebagai Yang Mahakuasa, Krishna dapat menipu dengan cara yang lebih hebat daripada manusia biasa manapun. Kalau Krishna mau menipu seseorang, maka tiada seorangpun yang dapat melebihi Krishna dalam penipuannya. Kebesaran Krishna tidak hanya di suatu sisi, tetapi di segala sisi.
Di antara orang yang jaya, Krishna adalah kejayaan. Krishna adalah kemuliaan segala sesuatu yang mulia. Di antara orang yang rajin dan berani berusaha, Krishna adalah yang paling rajin dan berani berusaha. Di antara para petualang, yang paling berani bertualang adalah Krishna. Di antara orang yang kuat, Krishna-lah yang paling kuat. Pada waktu Krishna tinggal di bumi ini, tiada seorangpun yang dapat melampaui kekuatan Beliau. Krishna mengangkat bukit Govardhana pada waktu Beliau masih kanak-kanak. Tiada seorangpun yang dapat melampaui Krishna dalam penipuan, tiada seorangpun yang dapat melampaui Krishna dalam kemuliaan, tiada seorangpun yang dapat melampaui Krishna dalam kejayaan, tiada seorangpun yang dapat melampaui Krishna dalam keberanian berusaha, dan tiada seorangpun yang dapat melampaui Krishna dalam kekuatan.




10.37

 

vṛṣṇīnāḿ vāsudevo 'smi
pāṇḍavānāḿ dhanañjayaḥ
munīnām apy ahaḿ vyāsaḥ
kavīnām uśanā kaviḥ

vṛṣṇīnām—di antara keturunan Vṛṣṇivāsudevaḥ—Krishna di Dvaraka; asmi—Aku adalah; pāṇḍavānām—di antara para Pandava; dhanañjayah—Arjunamunīnām—di antara para resi; api—juga; aham—Aku adalah; vyāsaḥ—Vyasa, penyusun semua kesusasteraan Veda; kavīnām—di antara semua orang ahli pikir yang mulia; uśanā—Uśanākaviḥ—ahli pikir.


Terjemahan

Di antara keturunan Vṛṣṇi, Aku adalah Vasudeva. Di antara para Pandava Aku adalah Arjuna. Di antara resi-resi Aku adalah Vyasa, dan diantara para ahli pikir yang mulia Aku adalah Usana.


Penjelasan

Krishna adalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa yang asli, dan Baladeva adalah penjelmaan pertama dari Krishna. Sri Krishna dan Baladeva muncul sebagai Putera-putera Vasudeva. Karena itu, kedua-duanya dapat disebut Vasudeva. Dari segi lain, oleh karena Krishna tidak pernah meninggalkan Vrndavana, semua bentuk Krishna yang muncul di tempat lain adalah penjelmaan-penjelmaan dari Krishna. Vasudeva adalah penjelmaan langsung dari Krishna karena itu, Vasudeva tidak lain daripada Krishna. Harus dimengerti bahwa Vasudeva yang disebut dalam ayat ini dari Bhagavad-gita adalah Baladeva, atau Balarama, sebab Balarama adalah sumber asli dari segala penjelmaan. Karena itu Balarama adalah satu-satunya sumber Vasudeva. Penjelmaan-penjelmaan yang terwujud langsung dari Tuhan disebut svamsa (penjelmaan-penjelmaan pribadi). Ada juga penjelmaan-penjelmaan yang disebut vibhinnamsa (penjelmaan-penjelmaan yang terpisah).
Di antara para putera Pāṇḍu, Arjuna terkenal sebagai dhanañjaya. Arjuna adalah manusia yang paling baik; karena itu Arjuna adalah lambang Krishna. Di antara para muni, atau orang bijaksana yang menguasai pengetahuan Veda, Vyasa adalah yang paling mulia, karena Vyasa menjelaskan pengetahuan Veda dengan berbagai cara untuk dimengerti oleh rakyat umum pada jaman Kali ini. Vyasa juga terkenal sebagai penjelmaan Krishna. Karena itu, Vyasa juga lambang Krishna. Kavi adalah orang yang sanggup berpikir secara mendalam tentang segala mata pelajaran. Di antara para kavi, Usana, Sukracarya, adalah guru kerohanian para asura atau orang jahat. Sukracarya adalah ahli politik yang sangat cerdas dan dapat melihat jauh ke depan. Karena itu, Sukracarya adalah lambang kehebatan Krishna.




10.38

 

daṇḍo damayatām asmi
nītir asmi jigīṣatām
maunaḿ caivāsmi guhyānāḿ
jñānaḿ jñānavatām aham

daṇḍaḥ—hukuman; damayatāmdi antara segala cara untuk melarang; asmi—Aku adalah; nītiḥ—moralitas;asmi—Aku adalah; jigīṣatām—diantara orang yang mencari kejayaan; maunam—sikap diam; ca—juga; evā—pasti; asmi—Aku adalah; guhyānām—dari hal-hal rahasia; jñānam—pengetahuan; jñāna-vatām—dari orang bijaksana; aham—Aku adalah.


Terjemahan

Di antara segala cara untuk melarang pelanggaran hukum, Aku adalah hukuman, dan di antara orang yang mencari kejayaan Aku adalah moralitas. Di antara segala hal yang rahasia Aku adalah sikap diam, dan Aku adalah kebijaksanaan orang yang bijaksana.


Penjelasan

Ada banyak unsur untuk melarang. Di antara semuanya, yang paling penting ialah unsur-unsur yang menekan orang jahat. Bilamana orang  jahat dihukum, sarana hukuman adalah lambang Krishna. Di antara orang yang berusaha jaya di suatu bidang kegiatan, unsur yang paling jaya ialah moralitas. Di antara kegiatan rahasia, yaitu mendengar, berpikir dan bersemadi, sikap diam adalah yang paling penting, sebab sikap diam dapat memungkinkan seseorang maju dengan cepat sekali. Orang bijaksana adalah orang yang dapat membedakan antara unsur-unsur alam dan sang roh, diantara sifat utama dan sifat rendah Tuhan. Pengetahuan seperti itu adalah Krishna Sendiri.




10.39

 

yac cāpi sarva-bhūtānāḿ
bījaḿ tad aham Arjuna
na tad asti vinā yat syān
mayā bhūtaḿ carācaram

yat—apapun; ca—juga; api—dapat berada; sarva-bhūtānām—di antara segala ciptaan; bījam—benih; tat—itu;aham—Aku adalah; Arjuna—wahai Arjunana—tidak; tat—itu; asti—ada; vinā—tanpa; yat—yang; syāt—berada; mayā—Aku; bhūtam—makhluk yang diciptakan; cara-acaram—bergerak dan tidak bergerak.


Terjemahan

Wahai Arjuna, di samping itu Aku adalah benih yang menghasilkan segala kehidupan. Tiada satu makhlukpun—baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak—yang dapat hidup tanpa-Ku.


Penjelasan

Segala sesuatu ada sebabnya, dan sebab atau benih perwujudan itu adalah Krishna. Tiada sesuatupun yang dapat hidup tanpa tenaga Krishna. Karena itu, Krishna disebut Yang Mahaperkasa. Tanpa kekuatan Krishna, makhluk yang bergerak dan makhluk yang tidak bergerak tidak dapat hidup. Kehidupan apapun yang tidak didasarkan tenaga Krishna disebut mayā , sesuatu yang tidak berada."

10.40

 

nānto 'sti mama divyānāḿ
vibhūtīnāḿ parantapa
eṣa tūddeśataḥ prokto
vibhūter vistaro mayā

na—tidak juga; antaḥ—batas; asti—ada; mama—milik-Ku; divyānām—mengenai yang rohani; vibhūtīnām—kehebatan-kehebatan; parantapa—wahai penakluk musuh; eṣaḥ—semua ini; tu—tetapi; uddeśataḥ—sebagai contoh-contoh; proktāḥ—disabdakan; vibhūteḥ—mengenai kehebatan; vistaraḥ—luasnya; mayā—oleh-Ku.


Terjemahan

Wahai penakluk musuh yang agung, perwujudan-perwujudan rohani-Ku tidak ada batasnya. Apa yang telah Ku sabdakan kepadamu hanya sekedar petunjuk saja tentang kehebatan rohani-Ku yang tidak terhingga.


Penjelasan

Sebagaimana dinyatakan dalam kesusasteraan Veda, walaupun kehebatan dan tenaga-tenaga Yang Mahakuasa dimengerti dengan berbagai cara, kehebatan-kehebatan itu tidak ada batasnya. Karena itu, tidak semua kehebatan dan tenaga itu dapat dijelaskan. Hanya beberapa contoh sedang diuraikan kepada Arjuna untuk memuaskan keinginannya untuk mengetahui.



10.41

 

yad yad vibhūtimat sattvaḿ
śrīmad ūrjitam eva vā
tat tad evāvagaccha tvaḿ
mama tejo-'ḿśa-sambhavam

yat yat—apapun; vibhūti—kehebatan-kehebatan; mat—memiliki; sattvām—keberadaan; śrī-mat—indah; ūrjitam—mulia; evā—pasti; vā—atau; tat tat—semua ini; evā—pasti; avagaccha—harus mengetahui; tvām—engkau; mama—milik-Ku; tejaḥ—dari kemuliaan; aḿśa—sebagian; sambhavam—dilahirkan dari.


Terjemahan

Ketahuilah bahwa segala ciptaan yang hebat, indah dan mulia hanya berasal dari segelintir kemuliaan-Ku.


Penjelasan

Apapun yang mulia atau indah yang ada harus dimengerti sebagai perwujudan bagian percikan dari kehebatan Krishna, baik di dunia rohani maupun dunia material. Apapun yang hebat luar biasa harus dianggap sebagai lambang kehebatan Krishna.



10.42

 

atha vā bahūn aitena
kiḿ jñātena tavārjuna
viṣṭabhyāham idaḿ kṛtsnam
ekāḿśena sthito jagat

atha vā—atau; bahūn ā—banyak; etena—oleh jenis ini; kim—apa; jñātena—dengan mengetahui; tavā—milikmu; Arjuna—wahai Arjunaviṣṭabhya—berada di mana-mana; aham—Aku; idam—ini; kṛtsnam—seluruh; ekā—oleh satu; aḿśena—bagian; sthitāḥ—Aku berada; jagat—alam semesta.


Terjemahan

Wahai Arjuna, mengapa segala pengetahuan yang terperinci ini diperlukan? Dengan satu bagian percikan saja dari Diri-Ku Aku berada di mana-mana dan menyangga seluruh alam semesta.


Penjelasan

Tuhan Yang Maha Esa diwujudkan di semua alam semesta material dengan cara masuk ke dalam segala benda sebagai Roh Yang Utama. Di sini Krishna memberitahukan kepada Arjuna bahwa tidak ada gunanya mengerti bagaimana benda-benda berada dalam kehebatan dan kemuliaannya secara terpisah. Arjuna harus mengetahui bahwa segala sesuatu berada karena Krishna masuk ke dalamnya sebagai Roh Yang Utama. Dari Brahma, makhluk hidup yang paling besar, sampai dengan semut yang paling kecil, semua hidup karena Krishna sudah masuk ke dalam semuanya dan sedang memelihara semuanya.
Ada suatu organisasi yang mengajarkan secara teratur bahwa sembahyang kepada dewa manapun akan membawa seseorang sampai kepada Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, atau tujuan tertinggi. Tetapi sembahyang kepada para dewa sama sekali tidak dianjurkan di sini, sebab dewa yang paling mulia sekalipun seperti Brahma dan Siva hanya sebagian dari kehebatan Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan Yang Maha Esa adalah sumber semua makhluk yang dilahirkan, dan tiada seorangpun yang lebih tinggi daripada Beliau. Tuhan adalah asamaurdhava, yang berarti bahwa tiada seorangpun yang lebih tinggi daripada Beliau dan tidak seorangpun yang sejajar dengan Beliau. Dalam Padma Purana dinyatakan bahwa orang yang menganggap Tuhan Yang Maha Esa Krishna termasuk golongan yang sama dengan para dewa—bahkan sampai Brahma atau Siva sekalipun—segera menjadi orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Akan tetapi, kalau seseorang mempelajari berbagai uraian tentang kehebatan dan penjelmaan tenaga Krishna secara panjang lebar, ia dapat mengerti kedudukan Sri Krishna bebas dari segala keragu-raguan dan dapat memusatkan pikirannya dalam sembahyang kepada Krishna tanpa menyimpang. Sri Krishna berada di mana-mana melalui perluasan penjelmaan sebagian dari Diri-Nya, yaitu Roh Yang Utama, yang masuk ke dalam segala sesuatu yang ada. Karena itu, para penyembah yang murni memusatkan pikirannya dalam kesadaran Krishna dalam bhakti sepenuhnya; karena itu, mereka selalu mantap dalam kedudukan rohani. Bhakti dan sembahyang kepada Krishna ditunjukkan dengan jelas sekali dalam ayat delapan sampai dengan sebelas dalam bab ini. Itulah cara bhakti yang murni. Bagaimana seseorang dapat mencapai kesempurnaan bhakti tertinggi untuk pergaulan dengan Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa sudah dijelaskan secara panjang lebar dalam bab ini. Srila Baladeva Vidyabhusana, seorang ācārya yang mulia dalam garis perguruan dari Krishna, mengakhiri penjelasannya tentang bab ini dengan berkata.\

yac-chakti-leśāt suryādyā
bhavānty aty-ugra-tejasaḥ
yad-aḿśena dhṛtaḿ viśvaḿ
sa kṛṣṇo daśame 'rcyate

Matahari yang perkasa mendapat kekuatannya dari tenaga Krishna yang kuat sekali, dan seluruh dunia dipelihara oleh penjelmaan sebagian dari Krishna. Karena itu, Sri Krishna patut disembah.


Demikianlah selesai penjelasan Bhaktivedanta mengenai Bab Sepuluh Srimad Bhagavad-gita perihal Kehebatan Tuhan Yang Mutlak."

Visit Related Posts Below:














  • Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
    Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
    0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

    SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                           : 0819-9109-9321 (Mahanila)
    WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
    BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

    Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

    Terimakasih Atas Kunjungan Anda.

    Ditulis Oleh: I Wayan Mesra Ariyawan

    Saat ini anda sedang membaca artikel yang berjudul: " Bhagavad-gita Menurut Aslinya. Bab 10". Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan berguna untuk kita semua. Kami menunggu tanggapan untuk saling berbagi melalui komentar di bawah ini. Mari kita bersama-sama saling berbagi pengetahuan kerohanian untuk meningkatkan kualitas hidup kita yang sesungguhnya. Kami sangat berterimakasih atas semua pihak yang telah berkenan membantu mengembangkan website ini. Semoga usaha kita ini membuahkan hasil yang baik.

    :: Thank you for visiting Sanatana Dharma Indonesia! ::

    Follow him on:

    Reaksi:

    Post a Comment

    Sanatana Dharma Indonesia memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk saling berbagi Pengetahuan Kerohanian. Silahkan memberikan masukan positif yang membangun demi kemajuan rohani kita bersama semuanya. Terima kasih atas kunjungan Anda.

    Ads

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    Please SMS/WhatsApp or Call Mahanila Store:

    WhatsApp SMS

    Link menuju sms plus no HP dan body terisi Link menuju sms body terisi Link Telpon Link Telpon(call me)

    Download Files

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    Admin Control Panel

    New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Moderate Comments | Sign Out

     

    Horizontal Random Posts


    Hare Krishna Hare Krishna Krishna Krishna Hare Hare Hare Rama Hare Rama Rama Rama Hare Hare

    Dapatkan Koleksi Terbaru Buku-buku Rohani Di Mahanila Store

    Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola

    New Crosscol Bottom



    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    • Hare Krishna

      Hare Krishna

    Mari Kita Saling Membantu Misi Srila Prabhupada Dengan Menyebarkan Buku-buku Rohani

    Semua Buku Ini Dapat Dipesan Di MAHANILA STORE HTTP://MAHANILASTORE.BLOGSPOT.COM

    Hubungi: Mahanila Das di HP/WA: 0812-7740-3909

    Mahanila Store

    Bhagavad Gita.

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    Krishna Jilid 3

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    Brahmacari

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    Usaha Mencari Pembebasan

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    Upadesamrta

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    A Second Chance

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Dengan Membaca Buku-buku Karya Srila Prabhupada Kita Akan Mendapatkan Pemahaman Spiritual Yang Lebih Mendalam

    Semua Buku Ini Dapat Dipesan Di MAHANILA STORE HTTP://MAHANILASTORE.BLOGSPOT.COM

    Hubungi: Mahanila Das di HP/WA: 0812-7740-3909

    Mahanila Store

    Bhagavad Gita.

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    Sri Caitanya Caritamrta

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    Kesempurnaan Yoga

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    Gita Mahamatya

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    Upadesamrta

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    Mahanila Store

    A Second Chance

    Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

    DAPATKAN KOLEKSI BUKU TERBARU KAMI

    MAHANILA STORE (SAHABAT BELANJA ANDA)

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    DAFTAR BUKU-BUKU TERLARIS

    TELAH TERJUAL DI DISELURUH INDONESIA

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    Mahanila Store

    Avatara

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Di Luar Kelahiran dan Kematian

    Sahabat Belanja Anda

    Mahanila Store

    Dharma Menurut Veda

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Mahanila Store

    Sahabat Belanja Anda

    Today Quotes

    Srimad Bhagavad-gita

    Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

    Iklan Kolom 1

    Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

    Caitanya Caritamrta

    Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

    Iklan Kolom 2

    Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

    Portal Pulsa

    Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

    Iklan Kolom 3

    Mahanila Store Mahanila Store Mahanila Store

    A Second Chance

    Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

    Iklan Kolom 4

    Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

    Related Posts

    Tambahan Crosscol Bawah

    he krishna karuna-sindho dina-bandho jagat-pate gopesa gopika-kanta radha-kanta namo 'stu te
    O Sri Krishna yang hamba cintai, Andalah kawan bagi orang yang berdukacita, Andalah sumber ciptaan. Andalah tuan bagi para gopi dan Andalah yang mencintai Radharani. Hamba bersujud dengan hormat kepada Anda.


    Hare Krishna Hare Krishna Krishna Krishna Hare Hare Hare Rama Hare Rama Rama Rama Hare Hare

    Bouncing ball Bouncing ball Bouncing ball Sanatana Dharma Indonesia Visit Mahanila Store at http://mahanilastore.blogspot.com
    [Mahanila].. [Mahanila Store].. [Sanatana Dharma Indonesia].. [Mahanila Rent Car Batam].. [Cakadola Store].. [Sadhu Guru Sastra].. [Nityam Bhagavata Sevaya]
    [Cara Belanja].. [Kontak].. [About Us].. [Testimonial]..
    Silahkan Preview Website Favorit Anda!
    Latest Posts

    Copyright © 2013-17 Sanatana Dharma Indonesia. All Rights Reserved.