Latest Posts

Semoga kita semua selalu berbahagia dalam pelayanan bhakti

Manfaatkanlah dengan baik setiap detik kehidupan untuk melayani Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Sri Krishna.

Semoga kita semua selalu berbahagia dalam pelayanan bhakti

Manfaatkanlah dengan baik setiap detik kehidupan untuk melayani Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Sri Krishna.

Semoga kita semua selalu berbahagia dalam pelayanan bhakti

Manfaatkanlah dengan baik setiap detik kehidupan untuk melayani Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Sri Krishna.

DAPATKAN KOLEKSI BUKU TERBARU KAMI

MAHANILA STORE (SAHABAT BELANJA ANDA)

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

WEBSITE KAMI SENANTIASA MENINGKATKAN PELAYANAN

Latest Products

HAPPY DAMODARA PUJA, GOVARDAN PUJA, GO PUJA AND DEEPAVALI
(20-OCT-2017)

he krishna karuna-sindho dina-bandho jagat-pate gopesa gopika-kanta radha-kanta namo 'stu te
O Sri Krishna yang hamba cintai, Andalah kawan bagi orang yang berdukacita, Andalah sumber ciptaan. Andalah tuan bagi para gopi dan Andalah yang mencintai Radharani. Hamba bersujud dengan hormat kepada Anda.

Latest News

Live Traffic Visitors

Expandable Comments

Recent Comments

Labels


Blog Archive Dropdown List

SDI POSTS

MAHANILA STORE (HTTP://MAHANILASTORE.BLOGSPOT.COM)

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll. Hubungi Kami di HP/WA: 0812-7740-3909

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)
Terimakasih Telah Berkunjung Ke Website Kami. Kunjungan Anda Berikutnya Sangat Kami Nantikan.

TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

Monday, October 23, 2017

Dia yang bebas dari keinginan terhadap kekayaan duniawi, pengikut material, menikmati wanita cantik, dan pembebasan adalah penyembah murni. Dengan karunia maha-bhagavata dan bhagavan, semua keinginan material lenyap sirna.



Dia yang bebas dari keinginan terhadap kekayaan duniawi, pengikut material, menikmati wanita cantik, dan pembebasan adalah penyembah murni. Dengan karunia maha-bhagavata dan bhagavan, semua keinginan material lenyap sirna.

who is free from desire for material wealth, for material followers, for enjoying a beautiful lady, and liberation is a pure devotee. By the mercy of a maha-bhagavata and bhagavan, all material desires are gone

Mauritis '96
Srimad Gour Govinda Swami Guru Maharaja








Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.



Dia yang bebas dari keinginan terhadap kekayaan duniawi, pengikut material, menikmati wanita cantik, dan pembebasan adalah penyembah murni. Dengan karunia maha-bhagavata dan bhagavan, semua keinginan material lenyap sirna.

who is free from desire for material wealth, for material followers, for enjoying a beautiful lady, and liberation is a pure devotee. By the mercy of a maha-bhagavata and bhagavan, all material desires are gone

Mauritis '96
Srimad Gour Govinda Swami Guru Maharaja








Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.

By: Sanatana Dharma Indonesia

Tolong, terimalah hamba sebagai salah satu debu atom di kaki padma Anda.



"O Tuhan, hamba adalah pelayanMu. Anda adalah Tuan Kekal hamba, hamba adalah hamba kekal Anda. Tapi apa yang telah terjadi pada hamba? Jadi pemilik pengetahuan material ini, benar-benar melupakan tujuan hidup, hamba menjadi keledai besar. Sekarang hamba terjatuh dalam keberadaan lautan material yang mengerikan ini dan hamba telah tenggelam disana, kehidupan demi kehidupan. Tolong, terimalah hamba sebagai salah satu debu atom di kaki padma Anda."

O lord, I am Your das. You are my eternal master, I am Your eternal servant. But what has happened to me? Acquiring this material knowledge, completely forgetful of the goal of life, I become a great ass. Now I am fallen in this dreadful ocean of materialistic existence and I have been drowning there life after life. Please, accept me as a speak of dust at Your lotus feet."








Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.



"O Tuhan, hamba adalah pelayanMu. Anda adalah Tuan Kekal hamba, hamba adalah hamba kekal Anda. Tapi apa yang telah terjadi pada hamba? Jadi pemilik pengetahuan material ini, benar-benar melupakan tujuan hidup, hamba menjadi keledai besar. Sekarang hamba terjatuh dalam keberadaan lautan material yang mengerikan ini dan hamba telah tenggelam disana, kehidupan demi kehidupan. Tolong, terimalah hamba sebagai salah satu debu atom di kaki padma Anda."

O lord, I am Your das. You are my eternal master, I am Your eternal servant. But what has happened to me? Acquiring this material knowledge, completely forgetful of the goal of life, I become a great ass. Now I am fallen in this dreadful ocean of materialistic existence and I have been drowning there life after life. Please, accept me as a speak of dust at Your lotus feet."








Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.

By: Sanatana Dharma Indonesia

Mereka yang telah mengucapkan maha-mantra hare krsna ini di bawah bimbingan seorang gaura-priya-jana, penyembah Gauranga Mahaprabhu yang terkasih selama bertahun-tahun, jika pengucapan nama suci mereka murni, tanpa kesalahan, mereka mungkin mengerti sesuatu


Sri Srimad Gour Govinda Swami Maharaja Kutipan

Anda harus memahami topik tentang prema ini. Cobalah untuk memahaminya. Saya pikir sebagian besar dari Anda mengalamai gangguan pendengaran. Anda tidak bisa mendengar apa yang saya katakan. Meski begitu, saat kelas ini diberikan di sini, kami telah membuka perguruan tinggi ini di sini, Chaitanya College dan memulai pengajaran Chaitanya-caritamrta ini, ini adalah studi pascasarjana. Mereka yang telah mengucapkan maha-mantra hare krsna ini di bawah bimbingan seorang gaura-priya-jana, penyembah Gauranga Mahaprabhu yang terkasih selama bertahun-tahun, jika pengucapan nama suci mereka murni, tanpa kesalahan, mereka mungkin mengerti sesuatu. Orang lain mungkin tidak mengerti. Topiknya begini, jangan salahkan saya. Saya telah menjadi seorang guru dan saya harus melakukannya. Jika tidak, saya akan melakukan kesalahan di kaki padma guru saya. Mohon maafkan saya. Saya akan menjelaskannya sejauh yang saya bisa, tapi Anda semua harus membantu saya.

Bhubaneswar '93
Sri Srimad Gour Govinda Swami Maharaja

Sri Srimad Gour Govinda Swami Maharaja Quotes

You should understand these topics on prema. Try to understand.  I think most of you are deaf. You cannot hear what I say. Still, when this class is given here, we have opened this college here, Chaitanya College and started this teaching of Chaitanya-caritamrta, it is postgraduate study. Those who have been chanting this hare krsna maha-mantra under the guidance of a gaura-priya-jana, dear devotee of Gauranga Mahaprabhu for many, many years, if their chanting is pure, offenseless, they may understand something. Others may not understand. The topic is such, don’t blame me. I have become a teacher and I have to do it. Otherwise I  will become an offender at the lotus feet of my guru. Please excuse me. I will explain it as far as I can, but you should all help me.

Bhubaneswar ‘93
Sri Srimad Gour Govinda Swami Maharaja  









Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.


Sri Srimad Gour Govinda Swami Maharaja Kutipan

Anda harus memahami topik tentang prema ini. Cobalah untuk memahaminya. Saya pikir sebagian besar dari Anda mengalamai gangguan pendengaran. Anda tidak bisa mendengar apa yang saya katakan. Meski begitu, saat kelas ini diberikan di sini, kami telah membuka perguruan tinggi ini di sini, Chaitanya College dan memulai pengajaran Chaitanya-caritamrta ini, ini adalah studi pascasarjana. Mereka yang telah mengucapkan maha-mantra hare krsna ini di bawah bimbingan seorang gaura-priya-jana, penyembah Gauranga Mahaprabhu yang terkasih selama bertahun-tahun, jika pengucapan nama suci mereka murni, tanpa kesalahan, mereka mungkin mengerti sesuatu. Orang lain mungkin tidak mengerti. Topiknya begini, jangan salahkan saya. Saya telah menjadi seorang guru dan saya harus melakukannya. Jika tidak, saya akan melakukan kesalahan di kaki padma guru saya. Mohon maafkan saya. Saya akan menjelaskannya sejauh yang saya bisa, tapi Anda semua harus membantu saya.

Bhubaneswar '93
Sri Srimad Gour Govinda Swami Maharaja

Sri Srimad Gour Govinda Swami Maharaja Quotes

You should understand these topics on prema. Try to understand.  I think most of you are deaf. You cannot hear what I say. Still, when this class is given here, we have opened this college here, Chaitanya College and started this teaching of Chaitanya-caritamrta, it is postgraduate study. Those who have been chanting this hare krsna maha-mantra under the guidance of a gaura-priya-jana, dear devotee of Gauranga Mahaprabhu for many, many years, if their chanting is pure, offenseless, they may understand something. Others may not understand. The topic is such, don’t blame me. I have become a teacher and I have to do it. Otherwise I  will become an offender at the lotus feet of my guru. Please excuse me. I will explain it as far as I can, but you should all help me.

Bhubaneswar ‘93
Sri Srimad Gour Govinda Swami Maharaja  









Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.

By: Sanatana Dharma Indonesia

Anda tidak bisa meraih kesuksesan, mahat-pada-rajo-'bhisekam - tanpa debu dari kaki padma mahat, mahatma, sadhu."



Anda tidak bisa meraih kesuksesan, mahat-pada-rajo-'bhisekam - tanpa debu dari kaki padma mahat, mahatma, sadhu

"Anda mungkin menjalani pertapaan dan penebusan dosa yang berat, Anda mungkin akan melepaskan semua urusan rumah tangga Anda, menjadi sangat tidak terikat, apakah Anda mengerti, nirvapanad grhad va, na yati tapasa - Anda mungkin menjalani pertapaan dan penebusan dosa, pertapaan dan penebusan dosa yang berat, selama hari-hari musim panas, tetap berada di tengah panas bara Api; Anda mungkin menjalani penebusan dosa, dan selama musim dingin Anda tetap berada di blok es atau salju yang beku dan melanjutkan penebusan dosa Anda. Anda mungkin melakukan hal-hal seperti itu. Tapi tetap saja Anda tidak bisa meraih kesuksesan, mahat-pada-rajo-'bhisekam - tanpa debu dari kaki padma mahat, mahatma, sadhu."

Bhubaneswar 16 Mei 1991
Sri Srimad Gour Govinda Swami


“You may undergo severe austerity and penance, you may give up your all household affairs, become such a great renunciate, do you understand, nirvapanad grhad va, na yati tapasa - you may undergo such serve austerity and penance, very serve austerity and penance, during summer days, remaining amidst the fire; you may undergo penance, and during the winter you remain in the block of frozen ice or snow and continue your penance. You may do like that. But still you cannot achieve success, mahat-pada-rajo-'bhisekam - without the dust from lotus feet of a mahat, mahatma, sadhu.”
Bhubaneswar 16 May, 1991
Sri Srimad Gour Govinda Swami







Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.



Anda tidak bisa meraih kesuksesan, mahat-pada-rajo-'bhisekam - tanpa debu dari kaki padma mahat, mahatma, sadhu

"Anda mungkin menjalani pertapaan dan penebusan dosa yang berat, Anda mungkin akan melepaskan semua urusan rumah tangga Anda, menjadi sangat tidak terikat, apakah Anda mengerti, nirvapanad grhad va, na yati tapasa - Anda mungkin menjalani pertapaan dan penebusan dosa, pertapaan dan penebusan dosa yang berat, selama hari-hari musim panas, tetap berada di tengah panas bara Api; Anda mungkin menjalani penebusan dosa, dan selama musim dingin Anda tetap berada di blok es atau salju yang beku dan melanjutkan penebusan dosa Anda. Anda mungkin melakukan hal-hal seperti itu. Tapi tetap saja Anda tidak bisa meraih kesuksesan, mahat-pada-rajo-'bhisekam - tanpa debu dari kaki padma mahat, mahatma, sadhu."

Bhubaneswar 16 Mei 1991
Sri Srimad Gour Govinda Swami


“You may undergo severe austerity and penance, you may give up your all household affairs, become such a great renunciate, do you understand, nirvapanad grhad va, na yati tapasa - you may undergo such serve austerity and penance, very serve austerity and penance, during summer days, remaining amidst the fire; you may undergo penance, and during the winter you remain in the block of frozen ice or snow and continue your penance. You may do like that. But still you cannot achieve success, mahat-pada-rajo-'bhisekam - without the dust from lotus feet of a mahat, mahatma, sadhu.”
Bhubaneswar 16 May, 1991
Sri Srimad Gour Govinda Swami







Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.

By: Sanatana Dharma Indonesia

Kecuali Anda mengembangkan cinta murni untuk Krishna, sama sekali tidak ada keraguan atas penyerahan diri.



"Kecuali Anda mengembangkan cinta murni untuk Krishna, sama sekali tidak ada keraguan atas penyerahan diri. Tanpa cinta, yang kalian sebut penyerahan diri hanyalah dibuat-buat atau tidak lengkap atau bersyarat; bukan berserah diri yang sebenarnya atau berserah diri yang seutuhnya. "

Hartford 22 Mei, 1993
Sri Srimad Gour Govinda Swami


“Unless you develop pure love for Krishna there is no question of surrender at all. Without love, your so-called surrender is either artificial or partial or conditional; not true surrender or complete surrender.”

Hartford 22 May, 1993
Sri Srimad Gour Govinda Swami







Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.



"Kecuali Anda mengembangkan cinta murni untuk Krishna, sama sekali tidak ada keraguan atas penyerahan diri. Tanpa cinta, yang kalian sebut penyerahan diri hanyalah dibuat-buat atau tidak lengkap atau bersyarat; bukan berserah diri yang sebenarnya atau berserah diri yang seutuhnya. "

Hartford 22 Mei, 1993
Sri Srimad Gour Govinda Swami


“Unless you develop pure love for Krishna there is no question of surrender at all. Without love, your so-called surrender is either artificial or partial or conditional; not true surrender or complete surrender.”

Hartford 22 May, 1993
Sri Srimad Gour Govinda Swami







Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.

By: Sanatana Dharma Indonesia

Rasa manis, nektar, cinta seperti itu tidak ada sebelum kemunculan Gaura



"Inilah maha-mantra. Tiga nama ada di sana: 'hari-krsna-rama'. Nama-nama ini bukan hal baru. Kirtana ini juga tidak baru, kirtana ada disana, satatam kirtayanto mam, tapi rasa manis itu, cinta seperti itu tidak ada di dalamnya. Cobalah untuk memiliki pemahaman yang jelas. Nama ada di sana, kirtana ada tapi rasa manis itu, nektar seperti itu, cinta seperti itu tidak ada sebelum kemunculan Gaura.

"Bhubaneswar 05 Maret 1993
Sri Srimad Gour Govinda Swami

“This is maha-mantra. Three names are there: ‘hari-krsna-rama’. These names are not new. This kirtana is also not new, kirtana was there, satatam kirtayanto mam, but such sweetness, such love was not there in them. Try to have a clear understanding. Name was there, kirtana was there but such sweetness, such nectar, such love was not there prior to the advent of Gaura.”

Bhubaneswar 05 March 1993
Sri Srimad Gour Govinda Swami







Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.



"Inilah maha-mantra. Tiga nama ada di sana: 'hari-krsna-rama'. Nama-nama ini bukan hal baru. Kirtana ini juga tidak baru, kirtana ada disana, satatam kirtayanto mam, tapi rasa manis itu, cinta seperti itu tidak ada di dalamnya. Cobalah untuk memiliki pemahaman yang jelas. Nama ada di sana, kirtana ada tapi rasa manis itu, nektar seperti itu, cinta seperti itu tidak ada sebelum kemunculan Gaura.

"Bhubaneswar 05 Maret 1993
Sri Srimad Gour Govinda Swami

“This is maha-mantra. Three names are there: ‘hari-krsna-rama’. These names are not new. This kirtana is also not new, kirtana was there, satatam kirtayanto mam, but such sweetness, such love was not there in them. Try to have a clear understanding. Name was there, kirtana was there but such sweetness, such nectar, such love was not there prior to the advent of Gaura.”

Bhubaneswar 05 March 1993
Sri Srimad Gour Govinda Swami







Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.

By: Sanatana Dharma Indonesia

Sriman Mahaprabhu memberi krsna-prema kepada seseorang dan semua tanpa diskriminasi.



"Sriman Mahaprabhu memberi krsna-prema kepada seseorang dan semua tanpa diskriminasi. Dengan mengucapkan nama suci Tuhan, sva-prema-namamrta, Dia memberikan prema ini. Tapi kita jadi duracari, jadi patita, jadi pamara, kita tidak mengembangkan keterikatan pada nama suci tersebut. "

Paris Juli 1986
Sri Srimad Gour Govinda Swami

“Sriman Mahaprabhu gave krsna-prema to one and all without discrimination. By chanting the holy name of the Lord, sva-prema-namamrta, He gave this prema. But we are so duracari, so patita, so pamara, we develop no attachment to it.”

Paris July 1986
Sri Srimad Gour Govinda Swami








Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.



"Sriman Mahaprabhu memberi krsna-prema kepada seseorang dan semua tanpa diskriminasi. Dengan mengucapkan nama suci Tuhan, sva-prema-namamrta, Dia memberikan prema ini. Tapi kita jadi duracari, jadi patita, jadi pamara, kita tidak mengembangkan keterikatan pada nama suci tersebut. "

Paris Juli 1986
Sri Srimad Gour Govinda Swami

“Sriman Mahaprabhu gave krsna-prema to one and all without discrimination. By chanting the holy name of the Lord, sva-prema-namamrta, He gave this prema. But we are so duracari, so patita, so pamara, we develop no attachment to it.”

Paris July 1986
Sri Srimad Gour Govinda Swami








Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.

By: Sanatana Dharma Indonesia

Sunday, October 22, 2017

JARI TELUNJUK RAJA



JARI  TELUNJUK  RAJA

Pada jaman dahulu hiduplah seorang raja dan menterinya. Walaupun raja itu kuat dan murah hati, dia memiliki watak yang sedikit keras. Meneterinya arif bijaksana, sabar dan taqwa kedapa Tuhan. Dalam urusan setiap hari, raja biasanya berfikir bahwa dirinya membuat segala sesuatunya terjadi sedangkan sang menteri mengerti bahwa segalanya karunia Tuhan. Walaupun ada perbedaan seperti ini raja tetap menghargai menterinya dan mereka bersahabat akrab.
Untuk melindungi warga negaranya dari serangan binatang yang berbahaya, raja dengan membawa busur dan anak panah sering berburu ke hutang bersama sekelompok kecil pasukan dan menterinya selalu menemani sang raja.

Pada suatu hari ketika mereka pergi berburu tiba-tiba seekor ular cobra yang besar menghadang kuda yang sedang ditunggangi oleh sang raja. Ular itu menyebarkan racun dari taring-taringnya. Kuda yang ketakutan itu meringkik sambil menaikkan kaki depannya ke atas melemparkan raja itu ke udara, lalu raja jatuh ke tanah di dekat ular cobra dan cobra itu segera menggigit jari telunjuk sang raja, kemudian ular itu pergi. Sang raja mengerti bahwa kalau jari telunjuk ini tidak segera dipotong maka racun cobra itu akan masuk dan menyebar keseluruh tubuh menuju ke jantung dan akhirnya akan membunuh raja. Tanpa ragu sang raja mencabut pedangnya yang tajam dan segera memotong jari telunjuknya.

Menterinya membalut tangan sang raja dan mencoba untuk menenangkannya dengan kata-kata yang bijaksana, "terimalah hal ini hanya sebagai karunia dari Tuhan, terimalah salah satu dari rencanaNya". Sang raja kecewa dan dia tidak dapat menghargai pandangan menterinya., "diam !" sahut raja. Tetapi menteri itu terus berbicara tentang karunia Tuhan sehingga raja menjadi sangat marah sekali dan dia memerintahkan prajuritnya, "Bawa kembali menteri yang bodoh ini ke kota dan penjarakan dia". Kemudian dengan mantap baginda raja melanjutkan acara berburunya hari itu. Walaupun dengan tangan terbalut raja terus berburu sendirian mencari binatang buas di sepanjang hutan yang lebat.

Tak lama kemudian sang raja ditangkap oleh segerombolan bandit. Mereka mengikatnya. Pimpinan mereka berkata kepada raja, "Ini hari mujurmu, aku akan mengorbankanmu kepada Devi Kali dalam pemujaanku. Tidak setiap hari beliau mendapatkan darah raja". Akan tetapi sang raja menganggap dirinya sangat sial sekali. Dengan terikat seperti itu dia tidak menemukan jalan selamat dari kematian berdarah di atas altar Devi Kali. Pimpinan bandit itu memerintahkan anak buahnya, "manusia yang akan kita persembahkan ini hendaknya dimandikan dengan bersih kemudian dibungkus dengan kain baru yang bersih". Ketika bandit melaksanakan perintah itu, salah seorang diantaranya berteriak, lihat, ada sebuah jarinya yang hilang", ketika memeriksa tangan sang raja, pimpinan bandit itu menjadi kecewa. "Kita tidak mungkin mempersembahkan manusia yang anggota badannya tidak utuh kepada Devi Kali. Kalian bodoh ! bebaskan dia, dan cari manusia lain. Tanpa diduga raja dilepaskan dari ikatannya lalu menunggangi kudanya dan berlari cepat kembali ke kotanya. Dia langsung ke penjara dimana menterinya ditahan, dia memerintahkan agar menterinya dibebaskan.

Kemudian raja memeluk menterinya dan dia meminta maaf, "atas karunia Tuhan aku telah kehilangan sebuah jari tanganku, dan sebagai akibatnya aku lepas dari maut kematian". Setelah menceritakan semua kejadian kepada menterinya raja diam sejenak lalu berkata, "aku masih bingung, kalu segala sesuatu yang terjadi karena karunia Tuhan, bagaimana tentang engkau yang dimasukkan ke dalam penjara ?".

Mentri itu menjawab, "kalau anda tidak memenjarakan saya, saya pasti akan bersama anda ketika anda ditangkap. Dengan melihat anggota badanku yang masih utuh pasti saya akan dikorbankan kepada Devi Kali oleh pemuja Kali itu".

Akhirnya raja dan mentri itu tertawa lebar, air mata membasahi wajah mereka. Bahagia karena masih hidup, mereka berdua setuju bahwa segala sesuatu adalah pasti karunia Tuhan.*









Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.



JARI  TELUNJUK  RAJA

Pada jaman dahulu hiduplah seorang raja dan menterinya. Walaupun raja itu kuat dan murah hati, dia memiliki watak yang sedikit keras. Meneterinya arif bijaksana, sabar dan taqwa kedapa Tuhan. Dalam urusan setiap hari, raja biasanya berfikir bahwa dirinya membuat segala sesuatunya terjadi sedangkan sang menteri mengerti bahwa segalanya karunia Tuhan. Walaupun ada perbedaan seperti ini raja tetap menghargai menterinya dan mereka bersahabat akrab.
Untuk melindungi warga negaranya dari serangan binatang yang berbahaya, raja dengan membawa busur dan anak panah sering berburu ke hutang bersama sekelompok kecil pasukan dan menterinya selalu menemani sang raja.

Pada suatu hari ketika mereka pergi berburu tiba-tiba seekor ular cobra yang besar menghadang kuda yang sedang ditunggangi oleh sang raja. Ular itu menyebarkan racun dari taring-taringnya. Kuda yang ketakutan itu meringkik sambil menaikkan kaki depannya ke atas melemparkan raja itu ke udara, lalu raja jatuh ke tanah di dekat ular cobra dan cobra itu segera menggigit jari telunjuk sang raja, kemudian ular itu pergi. Sang raja mengerti bahwa kalau jari telunjuk ini tidak segera dipotong maka racun cobra itu akan masuk dan menyebar keseluruh tubuh menuju ke jantung dan akhirnya akan membunuh raja. Tanpa ragu sang raja mencabut pedangnya yang tajam dan segera memotong jari telunjuknya.

Menterinya membalut tangan sang raja dan mencoba untuk menenangkannya dengan kata-kata yang bijaksana, "terimalah hal ini hanya sebagai karunia dari Tuhan, terimalah salah satu dari rencanaNya". Sang raja kecewa dan dia tidak dapat menghargai pandangan menterinya., "diam !" sahut raja. Tetapi menteri itu terus berbicara tentang karunia Tuhan sehingga raja menjadi sangat marah sekali dan dia memerintahkan prajuritnya, "Bawa kembali menteri yang bodoh ini ke kota dan penjarakan dia". Kemudian dengan mantap baginda raja melanjutkan acara berburunya hari itu. Walaupun dengan tangan terbalut raja terus berburu sendirian mencari binatang buas di sepanjang hutan yang lebat.

Tak lama kemudian sang raja ditangkap oleh segerombolan bandit. Mereka mengikatnya. Pimpinan mereka berkata kepada raja, "Ini hari mujurmu, aku akan mengorbankanmu kepada Devi Kali dalam pemujaanku. Tidak setiap hari beliau mendapatkan darah raja". Akan tetapi sang raja menganggap dirinya sangat sial sekali. Dengan terikat seperti itu dia tidak menemukan jalan selamat dari kematian berdarah di atas altar Devi Kali. Pimpinan bandit itu memerintahkan anak buahnya, "manusia yang akan kita persembahkan ini hendaknya dimandikan dengan bersih kemudian dibungkus dengan kain baru yang bersih". Ketika bandit melaksanakan perintah itu, salah seorang diantaranya berteriak, lihat, ada sebuah jarinya yang hilang", ketika memeriksa tangan sang raja, pimpinan bandit itu menjadi kecewa. "Kita tidak mungkin mempersembahkan manusia yang anggota badannya tidak utuh kepada Devi Kali. Kalian bodoh ! bebaskan dia, dan cari manusia lain. Tanpa diduga raja dilepaskan dari ikatannya lalu menunggangi kudanya dan berlari cepat kembali ke kotanya. Dia langsung ke penjara dimana menterinya ditahan, dia memerintahkan agar menterinya dibebaskan.

Kemudian raja memeluk menterinya dan dia meminta maaf, "atas karunia Tuhan aku telah kehilangan sebuah jari tanganku, dan sebagai akibatnya aku lepas dari maut kematian". Setelah menceritakan semua kejadian kepada menterinya raja diam sejenak lalu berkata, "aku masih bingung, kalu segala sesuatu yang terjadi karena karunia Tuhan, bagaimana tentang engkau yang dimasukkan ke dalam penjara ?".

Mentri itu menjawab, "kalau anda tidak memenjarakan saya, saya pasti akan bersama anda ketika anda ditangkap. Dengan melihat anggota badanku yang masih utuh pasti saya akan dikorbankan kepada Devi Kali oleh pemuja Kali itu".

Akhirnya raja dan mentri itu tertawa lebar, air mata membasahi wajah mereka. Bahagia karena masih hidup, mereka berdua setuju bahwa segala sesuatu adalah pasti karunia Tuhan.*









Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.

By: Sanatana Dharma Indonesia

Pakaian Yogi



PAKAIAN YOGI

      Ada seorang Yogi yang tinggal di tepi sungai. Dia hidup secara sederhana, hampir setiap hari dia mempraktekan latihan yoga, karena dia tidak punyai tanggungan lain maka dia punya banyak waktu untuk duduk dengan mata tertutup secara damai, dia bermeditasi pada Tuhan di dalam hatinya.

Pada suatu hari, setelah mandi di sungai, dia mencuci selembar kain satu-satunya yang dia miliki lalu menjemurnya di atas bebatuan di tepi sungai. Sambil menunggu pakaiannya kering, terlintas dalam pikirannya "saya sedang buang-buang waktu saja menunggu pakaian ini. Kalau saya punya selembar kain lagi, saya dapat memakainya"

Tiba-tiba seorang sadhu tua lewat. Sadhu ini bisa membaca pikiran orang lain. Dia berhenti dan berkata pada yogi muda itu, "anakku, saya tahu apa yang sedang ada dalam pikiranmu. Kau ingin menghemat waktu. Dari pada mengumpulkan benda-benda seperti itu secara berlebihan, lebih baik berbahagialah dengan apa yang telah kau miliki sekarang". Kemudian dia memberikan berkah pada yogi muda itu, lalu melanjutkan perjalanannya. Yogi muda itu mempertimbangka nasehat sang Sadhu, tetapi di memutuskan "kalau cuma selembar lagi pakaian saja kan bukan keinginan yang berlebihan ?". Kemudian dia pergi ke pasar untuk membeli satu kain pakaian lagi.

Pada hari berikutnya dia mandi sebagaimana biasanya, mencuci pakaiannya lalu menjemurnya di atas baju. Kemudian di memakai pakaiannya barunya yang bagus dan melakukan meditasi. Selesai bermeditasi dia kembali ke tempat jemuran pakaiannya, di sana di melihat seekor tikus telah melubangi pakaian tuanya itu. Pertama dia sedih tapi kemudian dia berpikir, "saya tahu ! saya akan mencari kucing untuk menghalau tikus ini". Sekali lagi dia pergi ke pasar dan membeli seekor kucing.

Dia melewatkan hari-hari berikutnya dengan bahagia dan meditasi dengan tenang. Akan tetapi ketika malam tiba kucing itu mengeong, mengganggu sang yogi. "Oh dia perlu susu", sang yogi mengeluh. Kemudian dia ke pasar lagi dan pulang membawa seekor sapi betina. Hari berikutnya berjalan dengan tenang sampai di malam hari sapi itu mulai menguak. "Saya tidak akan memerah susunya setiap hari karena terlalu menghabiskan waktu", pikir sang yogi.

Selanjutnya dia pergi ke suatu desa dan minta seorang gadis muda untuk dijadikan istrinya. Istrinya dapat mengurus susu untuk diberikan kepada sang kucing yang bisa menjauhkan tikus dari pakaian yogi tersebut. Setelah menikah sang yogi merasa bahagia sesaat. Pada suatu malam istrinya mengeluh, "Saya pusing memikirkan kau, sepanjang hari hanya meditasi saja, saya ingin sebuah rumah". Lalu sang yogi membangun sebuah rumah. Tapi istrinya kesepian, dia menginginkan anak-anak.  Demikianlah sang yogi itu semakin sedih setiap hari dan waktu meditasinya terus semakin berkurang. Dia selalu sibuk mengurus keluarga, rumah dan binatang-binatang peliharaannya. Suatu hari dia melamun merenungkan dirinya pada waktu hidup sederhana hanya dengan selembar kain lusuh. Tiba-tiba sadhu tua itu lewat lagi, dia tersenyum dan berkata, "saya tahu kau sedang murung, kukatakan lagi padamu bahwa lebih baik bahagia dengan apa yang kau telah miliki. Karena keinginan (napsu) terhadap benda-benda seperti tidak akan pernah berakhir.*







Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.



PAKAIAN YOGI

      Ada seorang Yogi yang tinggal di tepi sungai. Dia hidup secara sederhana, hampir setiap hari dia mempraktekan latihan yoga, karena dia tidak punyai tanggungan lain maka dia punya banyak waktu untuk duduk dengan mata tertutup secara damai, dia bermeditasi pada Tuhan di dalam hatinya.

Pada suatu hari, setelah mandi di sungai, dia mencuci selembar kain satu-satunya yang dia miliki lalu menjemurnya di atas bebatuan di tepi sungai. Sambil menunggu pakaiannya kering, terlintas dalam pikirannya "saya sedang buang-buang waktu saja menunggu pakaian ini. Kalau saya punya selembar kain lagi, saya dapat memakainya"

Tiba-tiba seorang sadhu tua lewat. Sadhu ini bisa membaca pikiran orang lain. Dia berhenti dan berkata pada yogi muda itu, "anakku, saya tahu apa yang sedang ada dalam pikiranmu. Kau ingin menghemat waktu. Dari pada mengumpulkan benda-benda seperti itu secara berlebihan, lebih baik berbahagialah dengan apa yang telah kau miliki sekarang". Kemudian dia memberikan berkah pada yogi muda itu, lalu melanjutkan perjalanannya. Yogi muda itu mempertimbangka nasehat sang Sadhu, tetapi di memutuskan "kalau cuma selembar lagi pakaian saja kan bukan keinginan yang berlebihan ?". Kemudian dia pergi ke pasar untuk membeli satu kain pakaian lagi.

Pada hari berikutnya dia mandi sebagaimana biasanya, mencuci pakaiannya lalu menjemurnya di atas baju. Kemudian di memakai pakaiannya barunya yang bagus dan melakukan meditasi. Selesai bermeditasi dia kembali ke tempat jemuran pakaiannya, di sana di melihat seekor tikus telah melubangi pakaian tuanya itu. Pertama dia sedih tapi kemudian dia berpikir, "saya tahu ! saya akan mencari kucing untuk menghalau tikus ini". Sekali lagi dia pergi ke pasar dan membeli seekor kucing.

Dia melewatkan hari-hari berikutnya dengan bahagia dan meditasi dengan tenang. Akan tetapi ketika malam tiba kucing itu mengeong, mengganggu sang yogi. "Oh dia perlu susu", sang yogi mengeluh. Kemudian dia ke pasar lagi dan pulang membawa seekor sapi betina. Hari berikutnya berjalan dengan tenang sampai di malam hari sapi itu mulai menguak. "Saya tidak akan memerah susunya setiap hari karena terlalu menghabiskan waktu", pikir sang yogi.

Selanjutnya dia pergi ke suatu desa dan minta seorang gadis muda untuk dijadikan istrinya. Istrinya dapat mengurus susu untuk diberikan kepada sang kucing yang bisa menjauhkan tikus dari pakaian yogi tersebut. Setelah menikah sang yogi merasa bahagia sesaat. Pada suatu malam istrinya mengeluh, "Saya pusing memikirkan kau, sepanjang hari hanya meditasi saja, saya ingin sebuah rumah". Lalu sang yogi membangun sebuah rumah. Tapi istrinya kesepian, dia menginginkan anak-anak.  Demikianlah sang yogi itu semakin sedih setiap hari dan waktu meditasinya terus semakin berkurang. Dia selalu sibuk mengurus keluarga, rumah dan binatang-binatang peliharaannya. Suatu hari dia melamun merenungkan dirinya pada waktu hidup sederhana hanya dengan selembar kain lusuh. Tiba-tiba sadhu tua itu lewat lagi, dia tersenyum dan berkata, "saya tahu kau sedang murung, kukatakan lagi padamu bahwa lebih baik bahagia dengan apa yang kau telah miliki. Karena keinginan (napsu) terhadap benda-benda seperti tidak akan pernah berakhir.*







Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.

By: Sanatana Dharma Indonesia

SEPASANG MERPATI



SEPASANG MERPATI

         Terdapatlah seekor burung merpati yang tinggal di hutan bersama istrinya. Dia telah membuat sebuah sarang dan tinggal di sana bersama-sama selama beberapa tahun. Pasangan merpati ini sangat tekun mengerjakan kewajiban rumah tangganya. Hati mereka terikat oleh kasih sayang, mereka terpikat satu sama lainnya dengan saling melirik, keindahan badan dan kata hati. Dengan demikian mereka terikat sepenuhnya satu sama lain dalam kasih sayang.

Merpati jantan dan betina begitu saling terikat sehingga mereka tah tahan terpisah bahkan sesaatpun juga disebut  dengan baghavad vismrti artinya pelupaan terhadap Tuhan dan keterikatan pada benda mati. Makhluk hidup memiliki cinta yang kekal untuk Tuhan, tetapi cinta itu terbalik menjadi kasih sayang material yang palsu ketika cinta itu berada di dunia material.
Apabila merpati betina menginginkan sesuatu apapun maka dia akan merayu suaminya dengan senyum dan kata-kata yang manis sehingga suaminya akan memenuhinya. Walaupun hal itu sangat sulit untuk dilakukan. Merpati jantan itu disebut sebagai ajitendria atau orang yang tidak dapat mengendalikan indria-indrianya dan hatinya mudah luluh hanya dengan melihat wanita cantik.

Setelah beberapa waktu merpati betina hamil untuk pertama kalinya. Setelah tiba waktunya diapun menghasilkan sejumlah telur di dalam sarangnya. Tak lama kemudian anak-anak merpatipun menetas dari telur itu. Bulu-bulu dan badan anak-anak itu lembut sekali. Pasangan itu sangat sayang sekali kepada anak-anak mereka dan mereka bahagia sekali mendengar kicaunya yang menyenangkan. Perlahan-lahan anak-anak itu tumbuh semakin besar, sayap-sayap lembut mulai nampak, mereka bergerak dengan lugu di dalam sarang dan mereka mulai mencoba untuk melompat dan terbang. Melihat anak-anaknya bahagia, orang tuanyapun ikut bahagia. Hati mereka terikat oleh kasih sayang. Burung-burung bodoh itu sepenuhnya dihayalkan oleh tenaga Sri Visnu yang menghayalkan mereka terus merawat anak-anaknya.

     Pada suatu hari kedua merpati itu pergi mencari makanan untuk anak-anaknya. Mereka ingin sekali memberikan makanan yang layak untuk anak-anaknya sehingga mereka berkeliling kesemua hutan dalam kurun waktu yang lama. Pada waktu itu seorang pemburu yang kebetulan lewat di hutan melihat anak-anak merpati itu sedang bergerak-gerak disarangnya. Lalu dengan jalanya pemburu itu menangkap mereka semua. Sementara itu, orang tua merpati itu akan kembali kesarangnya setelah mendapatkan makanan secukupnya. Sang pemburu telah memasang jaring didekat sarang dan anak-anak merpati sebagai umpannya. Ketika merpati betina melihat bahwa anak-anaknya sedang tertangkap dalam jaring sang pemburu dia sangat sedih sekali dan tanpa pikir panjang dia berlari kepada anak-anaknya yang juga sedang  menangis.

Merpati betina itu selalu membiarkan dirinya diikat oleh tali-tali kasih sayang material, oleh karena itu dia sangat berduka sekali. Karena tenaga Tuhan yang menghayalkan dia sepenuhnya melupakan dirinya dan berlari kepada anak-anaknya yang sedang tak berdaya sehingga dengan segera di tertangkap oleh jaring sang pemburu. Melihat anak-anak dan istrinya, yang dia cintai melebihi napas kehidupannya sendiri, merpati jantan mulai meratap dengan hati pilu : "Oh, betapa malangnya diri ini, lihatlah, sekarang aku akan segera hancur saya bodoh sekali karena saya tidak melakukan kegiatan saleh yang benar. Saya tidak dapat memuaskan diri sendiri dan saya juga tidak dapat memenuhi tujuan kehidupanku. Keluarga tercintaku yang merupakan dasar dari keagamaanku, perkembangan ekonomi, dan kepuasan indria-indria sekarang hancur tanpa daya". Disini jelas bahwa merpati itu tidak puas dengan kepuasan indria-indria yang telah dia capai. Walaupun sepenuhnya dia telah terikat kepada istri, anak-anak dan sarangnya dia tidak dapat menikmati mereka secukupnya karena sebenarnya tidak ada kepuasan dalam hal-hal seperti itu. Oleh karena itu semua kasih sayang material burung itu hancur dalam jaring sang pemburu, dengan kata lain kematian mengkhiri segalanya.

"Aku dan istriku adalah pasangan yang ideal, dia selalu setia dan menuruti perintahku dan bahkan dia menerimaku sebagai deva yang patut untuk dia puja. Tapi kini, melihat anak-anak kita yang suci. Sekarang aku adalah orang yang merana tinggal di rumah yang kosong. Istri telah meninggal begitu pula anak-anakku lalu mengapa aku masih tetap hidup. Hatiku sedih berpisah dengan keluargaku sehingga hidup ini terasa hanya derita saja". Melihat semua kenyataan ini, dia menjadi kacau, pikirannya kosong dan akhirnya dia sendiri jatuh terperangkap dalam jaring sang pemburu.
Setelah memenuhi keinginannya dengan menangkap semua keluarga merpati itu sang pemburupun pulang ke rumahnya. Dengan cara demikian orang yang terlalu terikat pada kehidupan berumah tangga akan terganggu hatinya. Seperti merpati itu, dia mencoba untuk menemukan kebahagiaan dalam hubungan sex duniawi. Dengan sibuk memelihara keluarganya orang yang pelit dinasibkan untuk menderita bersama dengan semua anggota keluarganya. Pintu terbuka lebar bagi orang yang telah mencapai kehidupan sebagai manusia. Akan tetapi jika manusia hanya sibuk dalam mengurus keluarga seperti merpati yang bodoh itu maka dia dianggap bagaikan orang yang telah menaiki tempat yang tinggi kemudian mencoba untuk melompat dan akhirnya jatuh.*







Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.



SEPASANG MERPATI

         Terdapatlah seekor burung merpati yang tinggal di hutan bersama istrinya. Dia telah membuat sebuah sarang dan tinggal di sana bersama-sama selama beberapa tahun. Pasangan merpati ini sangat tekun mengerjakan kewajiban rumah tangganya. Hati mereka terikat oleh kasih sayang, mereka terpikat satu sama lainnya dengan saling melirik, keindahan badan dan kata hati. Dengan demikian mereka terikat sepenuhnya satu sama lain dalam kasih sayang.

Merpati jantan dan betina begitu saling terikat sehingga mereka tah tahan terpisah bahkan sesaatpun juga disebut  dengan baghavad vismrti artinya pelupaan terhadap Tuhan dan keterikatan pada benda mati. Makhluk hidup memiliki cinta yang kekal untuk Tuhan, tetapi cinta itu terbalik menjadi kasih sayang material yang palsu ketika cinta itu berada di dunia material.
Apabila merpati betina menginginkan sesuatu apapun maka dia akan merayu suaminya dengan senyum dan kata-kata yang manis sehingga suaminya akan memenuhinya. Walaupun hal itu sangat sulit untuk dilakukan. Merpati jantan itu disebut sebagai ajitendria atau orang yang tidak dapat mengendalikan indria-indrianya dan hatinya mudah luluh hanya dengan melihat wanita cantik.

Setelah beberapa waktu merpati betina hamil untuk pertama kalinya. Setelah tiba waktunya diapun menghasilkan sejumlah telur di dalam sarangnya. Tak lama kemudian anak-anak merpatipun menetas dari telur itu. Bulu-bulu dan badan anak-anak itu lembut sekali. Pasangan itu sangat sayang sekali kepada anak-anak mereka dan mereka bahagia sekali mendengar kicaunya yang menyenangkan. Perlahan-lahan anak-anak itu tumbuh semakin besar, sayap-sayap lembut mulai nampak, mereka bergerak dengan lugu di dalam sarang dan mereka mulai mencoba untuk melompat dan terbang. Melihat anak-anaknya bahagia, orang tuanyapun ikut bahagia. Hati mereka terikat oleh kasih sayang. Burung-burung bodoh itu sepenuhnya dihayalkan oleh tenaga Sri Visnu yang menghayalkan mereka terus merawat anak-anaknya.

     Pada suatu hari kedua merpati itu pergi mencari makanan untuk anak-anaknya. Mereka ingin sekali memberikan makanan yang layak untuk anak-anaknya sehingga mereka berkeliling kesemua hutan dalam kurun waktu yang lama. Pada waktu itu seorang pemburu yang kebetulan lewat di hutan melihat anak-anak merpati itu sedang bergerak-gerak disarangnya. Lalu dengan jalanya pemburu itu menangkap mereka semua. Sementara itu, orang tua merpati itu akan kembali kesarangnya setelah mendapatkan makanan secukupnya. Sang pemburu telah memasang jaring didekat sarang dan anak-anak merpati sebagai umpannya. Ketika merpati betina melihat bahwa anak-anaknya sedang tertangkap dalam jaring sang pemburu dia sangat sedih sekali dan tanpa pikir panjang dia berlari kepada anak-anaknya yang juga sedang  menangis.

Merpati betina itu selalu membiarkan dirinya diikat oleh tali-tali kasih sayang material, oleh karena itu dia sangat berduka sekali. Karena tenaga Tuhan yang menghayalkan dia sepenuhnya melupakan dirinya dan berlari kepada anak-anaknya yang sedang tak berdaya sehingga dengan segera di tertangkap oleh jaring sang pemburu. Melihat anak-anak dan istrinya, yang dia cintai melebihi napas kehidupannya sendiri, merpati jantan mulai meratap dengan hati pilu : "Oh, betapa malangnya diri ini, lihatlah, sekarang aku akan segera hancur saya bodoh sekali karena saya tidak melakukan kegiatan saleh yang benar. Saya tidak dapat memuaskan diri sendiri dan saya juga tidak dapat memenuhi tujuan kehidupanku. Keluarga tercintaku yang merupakan dasar dari keagamaanku, perkembangan ekonomi, dan kepuasan indria-indria sekarang hancur tanpa daya". Disini jelas bahwa merpati itu tidak puas dengan kepuasan indria-indria yang telah dia capai. Walaupun sepenuhnya dia telah terikat kepada istri, anak-anak dan sarangnya dia tidak dapat menikmati mereka secukupnya karena sebenarnya tidak ada kepuasan dalam hal-hal seperti itu. Oleh karena itu semua kasih sayang material burung itu hancur dalam jaring sang pemburu, dengan kata lain kematian mengkhiri segalanya.

"Aku dan istriku adalah pasangan yang ideal, dia selalu setia dan menuruti perintahku dan bahkan dia menerimaku sebagai deva yang patut untuk dia puja. Tapi kini, melihat anak-anak kita yang suci. Sekarang aku adalah orang yang merana tinggal di rumah yang kosong. Istri telah meninggal begitu pula anak-anakku lalu mengapa aku masih tetap hidup. Hatiku sedih berpisah dengan keluargaku sehingga hidup ini terasa hanya derita saja". Melihat semua kenyataan ini, dia menjadi kacau, pikirannya kosong dan akhirnya dia sendiri jatuh terperangkap dalam jaring sang pemburu.
Setelah memenuhi keinginannya dengan menangkap semua keluarga merpati itu sang pemburupun pulang ke rumahnya. Dengan cara demikian orang yang terlalu terikat pada kehidupan berumah tangga akan terganggu hatinya. Seperti merpati itu, dia mencoba untuk menemukan kebahagiaan dalam hubungan sex duniawi. Dengan sibuk memelihara keluarganya orang yang pelit dinasibkan untuk menderita bersama dengan semua anggota keluarganya. Pintu terbuka lebar bagi orang yang telah mencapai kehidupan sebagai manusia. Akan tetapi jika manusia hanya sibuk dalam mengurus keluarga seperti merpati yang bodoh itu maka dia dianggap bagaikan orang yang telah menaiki tempat yang tinggi kemudian mencoba untuk melompat dan akhirnya jatuh.*







Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.

By: Sanatana Dharma Indonesia

Dari sudut pandang pribadi saya, saya berpikir bahwa saya sangat berdosa sehingga saya bahkan tidak bisa mendekati Krishna untuk mendapatkan karunia apapun.




"Dari sudut pandang pribadi saya, saya berpikir bahwa saya sangat berdosa sehingga saya bahkan tidak bisa mendekati Krishna untuk mendapatkan karunia apapun. Tetapi saya hanya memiliki satu harapan - Guru Kerohania saya - Dia sangat baik. Jadi dengan beberapa cara atau metode yang lain beliau menarik saya menuju Krishna. Itulah harapan satu-satunya. Sri Caitanya Caritamrta mengatakan demikian: Guru Krishna. Dengan karunia Guru Kerohanian, dan dengan karunia Krishna, seseorang datang kedalam Kesadaran Krishna.  Narada Muni adalah Guru kerohanian asli kita dan beliau telah menarik begitu banyak jiwa yang jatuh menuju Krishna, dan kita juga berharap ditarik olehnya melalui garis perguruan. Jika tidak, jika kita mengkaji kualifikasi kita sendiri, tidak ada - lebih tepatnya saya memiliki begitu banyak diskualifikasi."

(Surat Srila Prabhupada kepada Brahmananda, 10 Maret 1969)



Source in English :
"From my personal point of view, I think that I am so sinful that I cannot even approach Krishna to show me any favor. But I have only one hope -- my Spiritual Master -- He is very kind. So someway or other He is dragging me towards Krishna. That is the only hope. Sri Caitanya Caritamrta says therefore: Guru Krishna. By the mercy of the Spiritual Master, and by the mercy of Krishna, one gets into Krishna Consciousness. Narada Muni is our original Spiritual Master and he has dragged so many fallen souls towards Krishna, and we are also hoping to be dragged by Him through the disciplic succession. Otherwise, if we study our own qualifications, there is none -- rather I have got so many disqualifications."
(Srila Prabhupada letter to Brahmananda, March 10, 1969)







Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.




"Dari sudut pandang pribadi saya, saya berpikir bahwa saya sangat berdosa sehingga saya bahkan tidak bisa mendekati Krishna untuk mendapatkan karunia apapun. Tetapi saya hanya memiliki satu harapan - Guru Kerohania saya - Dia sangat baik. Jadi dengan beberapa cara atau metode yang lain beliau menarik saya menuju Krishna. Itulah harapan satu-satunya. Sri Caitanya Caritamrta mengatakan demikian: Guru Krishna. Dengan karunia Guru Kerohanian, dan dengan karunia Krishna, seseorang datang kedalam Kesadaran Krishna.  Narada Muni adalah Guru kerohanian asli kita dan beliau telah menarik begitu banyak jiwa yang jatuh menuju Krishna, dan kita juga berharap ditarik olehnya melalui garis perguruan. Jika tidak, jika kita mengkaji kualifikasi kita sendiri, tidak ada - lebih tepatnya saya memiliki begitu banyak diskualifikasi."

(Surat Srila Prabhupada kepada Brahmananda, 10 Maret 1969)



Source in English :
"From my personal point of view, I think that I am so sinful that I cannot even approach Krishna to show me any favor. But I have only one hope -- my Spiritual Master -- He is very kind. So someway or other He is dragging me towards Krishna. That is the only hope. Sri Caitanya Caritamrta says therefore: Guru Krishna. By the mercy of the Spiritual Master, and by the mercy of Krishna, one gets into Krishna Consciousness. Narada Muni is our original Spiritual Master and he has dragged so many fallen souls towards Krishna, and we are also hoping to be dragged by Him through the disciplic succession. Otherwise, if we study our own qualifications, there is none -- rather I have got so many disqualifications."
(Srila Prabhupada letter to Brahmananda, March 10, 1969)







Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.

By: Sanatana Dharma Indonesia

Saturday, October 21, 2017

KARUNIA DARI SEORANG SADHU


KARUNIA DARI SEORANG SADHU

("Karena terus ingat dengan Tuhan seorang penyembah selalu bahagia")

Seorang sadhu (orang suci) dan muridnya sedang berjalan-jalan melalui sebuah kota. "Marilah kita buat perjalanan ini merupakan suatu pengalaman yang bermakna, kata sadhu itu kepada muridnya. Secara kebutulan Pangeran Kerajaan itu sedang menunggangi kuda putih lewat disamping mereka.

"Salam orang suci, berilah aku berkah Anda", kata pangeran itu. Dengan mengangkat telapak tangannya, sang sadhu menjawab, "Semoga Kau Hidup Selamanya", murid sadhu itu bertanya, guru maharaj, mengapa Engkau memberkahinya untuk hidup selamanya". Sadhu menjawab, "sekarang dia sedang menikmati kehidupan dalam kepuasan indria indria. Dia memburuh binatang sebagai sarana olah raga sehingga apabila dia mati dia akan menderita karena dosa ini. Oleh karena itu yang terbaik baginya adalah hidup selamanya seperti keadaannya sekarang ini".

Tak lama kemudian mereka melihat seorang sisya kerohanian yaitu seorang Brahmacari, berpakaian saffon, meminta minta sedekah untuk guru kerohaniannya. Ketika Sisya itu melihat sang sadhu, dia mencangkup tangannya dan menyampaikan salam hormat. Sebagai jawaban sadhu berkata, "Semoga Kau Mati Segera". Lagi murid bertanya, "mengapa Anda mengutuknya untuk segera mati? Sadhu tertawa, "itu bukanlah kutukan tapi sebuah berkah. Saat ini dia murni dan tak berdosa. Akan tetapi kalau dia terus hidup, masa depannya tidak bisa ditentukan. "Mengapa demikian, "tanya muridnya. "Karena selalu ada bahaya untuk jatuh dalam kehidupan duniawi. Tapi kalau dia mati sekarang pasti dia akan diangkat ke planet-planet yang lebih tinggi".

Ketika mereka mendekati pasar, sang murid menutup hidungnya. Udara berbagu amis berasal dari bangkai binatang yang dikuliti, dipotong berkeping-keping dan digantung didepan toko penjualan daging. Pemilik toko yang berwajah kemerah-merahan memanggil sadhu itu. "Hello, apakah ada berkah untukku hari ini, Sekali lagi sadhu itu mengangkat telapak tangannya, "Ya. Aku berkahi kau, Jangan Mati dan Jangan Hidup". Pemilik tokok daging itu mengguman, "berkah aneh macam apa itu". Setelah meninggalkan pasar itu, muridnya bertanya, "Apa maksud Anda dengan berkah itu". "Tidakkah kau tahu bahwa tukang jagal itu saat inipun dalam keadaan neraka tanya sadhu itu.

Muridnya menganggukkan kepala. Dia telah membunuh begitu banyak binatang yang tak bersalah dan dengan kegiatan itu ia pasti akan ke neraka selama beribu-ribu tahun, jadi dia akan menderita kalau dia hidup atau kalau dia mati".

Berikutnya mereka lewat di sebuah tempat sembahyang (temple) dimana seorang penyembah sedang mempersembahkan doa-doa pujian dengan tulus hati kepada Tuhan penyembah sedang mempersembahkan doa-doa pujian dengan tulus hati kepada Tuhan bahkan penyembah itu tidak menyadari sang sadhu yang sedang mendekat. Namun sadhu itu berkata, "Semoga Kau Hidup atau Semoga Kau Mati". Ijinkanlah saya menebak apa maksud berkah itu. "kata muridnya. "Karena terus ingat dengan Tuhan seorang penyembah selalu bahagia. Dengan demikian tidak ada pebedaan bagi seorang penyembah apakah dia hidup atau mati. Dia akan terus mengingat Tuhan dalam kehidupan ini maupun dalam penjelmaan berikutnya". Dengan tersenyum sadhu itu menjawab,"kau sedang belajar dengan baik".








Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.


KARUNIA DARI SEORANG SADHU

("Karena terus ingat dengan Tuhan seorang penyembah selalu bahagia")

Seorang sadhu (orang suci) dan muridnya sedang berjalan-jalan melalui sebuah kota. "Marilah kita buat perjalanan ini merupakan suatu pengalaman yang bermakna, kata sadhu itu kepada muridnya. Secara kebutulan Pangeran Kerajaan itu sedang menunggangi kuda putih lewat disamping mereka.

"Salam orang suci, berilah aku berkah Anda", kata pangeran itu. Dengan mengangkat telapak tangannya, sang sadhu menjawab, "Semoga Kau Hidup Selamanya", murid sadhu itu bertanya, guru maharaj, mengapa Engkau memberkahinya untuk hidup selamanya". Sadhu menjawab, "sekarang dia sedang menikmati kehidupan dalam kepuasan indria indria. Dia memburuh binatang sebagai sarana olah raga sehingga apabila dia mati dia akan menderita karena dosa ini. Oleh karena itu yang terbaik baginya adalah hidup selamanya seperti keadaannya sekarang ini".

Tak lama kemudian mereka melihat seorang sisya kerohanian yaitu seorang Brahmacari, berpakaian saffon, meminta minta sedekah untuk guru kerohaniannya. Ketika Sisya itu melihat sang sadhu, dia mencangkup tangannya dan menyampaikan salam hormat. Sebagai jawaban sadhu berkata, "Semoga Kau Mati Segera". Lagi murid bertanya, "mengapa Anda mengutuknya untuk segera mati? Sadhu tertawa, "itu bukanlah kutukan tapi sebuah berkah. Saat ini dia murni dan tak berdosa. Akan tetapi kalau dia terus hidup, masa depannya tidak bisa ditentukan. "Mengapa demikian, "tanya muridnya. "Karena selalu ada bahaya untuk jatuh dalam kehidupan duniawi. Tapi kalau dia mati sekarang pasti dia akan diangkat ke planet-planet yang lebih tinggi".

Ketika mereka mendekati pasar, sang murid menutup hidungnya. Udara berbagu amis berasal dari bangkai binatang yang dikuliti, dipotong berkeping-keping dan digantung didepan toko penjualan daging. Pemilik toko yang berwajah kemerah-merahan memanggil sadhu itu. "Hello, apakah ada berkah untukku hari ini, Sekali lagi sadhu itu mengangkat telapak tangannya, "Ya. Aku berkahi kau, Jangan Mati dan Jangan Hidup". Pemilik tokok daging itu mengguman, "berkah aneh macam apa itu". Setelah meninggalkan pasar itu, muridnya bertanya, "Apa maksud Anda dengan berkah itu". "Tidakkah kau tahu bahwa tukang jagal itu saat inipun dalam keadaan neraka tanya sadhu itu.

Muridnya menganggukkan kepala. Dia telah membunuh begitu banyak binatang yang tak bersalah dan dengan kegiatan itu ia pasti akan ke neraka selama beribu-ribu tahun, jadi dia akan menderita kalau dia hidup atau kalau dia mati".

Berikutnya mereka lewat di sebuah tempat sembahyang (temple) dimana seorang penyembah sedang mempersembahkan doa-doa pujian dengan tulus hati kepada Tuhan penyembah sedang mempersembahkan doa-doa pujian dengan tulus hati kepada Tuhan bahkan penyembah itu tidak menyadari sang sadhu yang sedang mendekat. Namun sadhu itu berkata, "Semoga Kau Hidup atau Semoga Kau Mati". Ijinkanlah saya menebak apa maksud berkah itu. "kata muridnya. "Karena terus ingat dengan Tuhan seorang penyembah selalu bahagia. Dengan demikian tidak ada pebedaan bagi seorang penyembah apakah dia hidup atau mati. Dia akan terus mengingat Tuhan dalam kehidupan ini maupun dalam penjelmaan berikutnya". Dengan tersenyum sadhu itu menjawab,"kau sedang belajar dengan baik".








Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.

By: Sanatana Dharma Indonesia

BHAGAVAN PARASURAMA








BHAGAVAN PARASURAMA

Adalah seorang raja bernama Gandhi, yang mempunyai seorang putri yang bernama Satyavati, seorang Brahma yang bernama Rcika menimang putri ini untuk dijadikan istrinya. Akan tetapi, baginda raja menganggap Rcika tidak pantas untuk putrinya, oleh karena itu raja berkata kepada Brahma itu, "Tuhan yang baik hati, aku berasal dari dinasty Kusa. Karena kami adalah ksatria bangsawan, maka anda harus memberikan mas kawin kepada putriku. Oleh karena itu bawalah setidak-tidaknya 1.000 ekor kuda yang bersinar seperti sinar bulan dan masing-masing memiliki satu telinga hitam, baik telinga kiri maupun kanan". Dengan tuntutan baginda raja yang seperti ini, Rsi Agung Rcika dapat mengerti isi hati sang raja. Oleh karena itu, dia pergi kepada Deva Varuna untuk meminta 1.000 ekor kuda seperti yang dituntut oleh raja Gandhi. Setelah memberikan kuda-kuda ini, Rsi Rcika menikahi putri raja yang cantik itu. Selanjutnya istri Rcika Muni dan mertua perempuannya masing-masing menginginkan seoerang putra, lalu mereka memohon kepada sang Muni untuk menyiapkan sarana persembahan untuk mendapatkan putra. Dengan demikian Rcika Muni menyiapkan satu pesembahan untuk istrinya dengan mantra brahmana dan satu persembahan untuk mertua perempuannya dengan mantra Ksatria, setelah itu sang Rsi pergi mandi.

Sementara itu, karena Satyavati mengira bahwa persembahan untuk putrinya tentu lebih baik, sehingga dia meminta persembahan yang dimaksud untuk putrinya itu. Oleh karena itu, Satyavati memberikan persembahan untuk dirinya kepada ibunya dan memakan persembahan yang dimaksud untuk ibunya, (mereka saling tukar persembahan dan memakannya). Ketika Rsi Agung Rcika kembali dan mandi dan mengerti apa yang telah terjadi pada saat dia tidak ada dia berkata kepada istrinya, Satyavati, "Kau telah melakukan kesalahan yang besar, putramu akan menjadi Ksatria yang ganas dan kejam, dapat menghukum siapapun saja, dan ibumu akan memperoleh putra putra yang terpelajar dalam pengetahuan rohani". Akan tetapi, Satyavati dapat menenangkan Rcika Muni dengan kata-kata yang lembut. Satyavati mohon kepada suaminya agar putranya tidak menjadi seorang Ksatria yang ganas dan kejam. Rcika Muni menjawab, "Kalau begitu. Cucumu yang akan menjadi Ksatria seperti itu". Setelah beberapa lama, Satyavati pun melahirkan putra yang bernama, Jamdagni. Selanjutnya Satyavati menjadi sungai Kausiki yang suci untuk mensucikan seluruh dunia, dan putranya Jamdagni menikah dengan Renuka, putri Renu. Dari kandungan Renuka, Jamdagni mempunyai banyak putra yang dipimpin oleh Vasuman. Putra termuda bernama Rama atau Parasurama. Para sarjana yang terpelajar menerima Parasurama sebagai inkarnasi Sri Vasudeva, yang menghancurkan dinasty Kartavirya. Parasurama membinasakan semua Ksatria dimuka bumi ini 21 kali. Ketika raja-raja menjadi terlalu sombong karena pengaruh sifat nafsu dan kebodohan, tidak taat kepada dharma dan tidak mengindahkan hukum yang ditetapkan oleh para brahmana, Parasurama membinasakan mereka. Walaupun kesalahan mereka tidak begitu berat, namun Parasurama membunuh mereka untuk mengurangi beban bumi.

Raja Pariksit bertanya pada Sukadeva Gosvami "Kesalahan apa yang dilakukan oleh para Ksatria yang tidak bisa mengendalikan indria-indrianya, kepada Parasurama inkarnasi kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, sehingga beliau menghancurkan dinasti para Ksatria berulang kali ?" Sukadeva Gosvami berkata, "Ksatria terbaik, Kartaviyarjuna, raja dan daerah Maihaya memperoleh 1.000 tangan dengan memuja dattatreya, ekspansi Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Narayana. Dia juga tak terkalahkan dan memperoleh kekuatan indria yang tak terhalangi, ketampanan, pengaruh, kemasyuran, kesaktian bhatin untuk mendapatkan segala kesempurnaan yoga, seperti anima, dan laghima.



Demikianlah setelah penuh kemewahan seperti itu, dia mengembara keseluruh alam semesta tanpa halangan bagaikan angin. Pada suatu hari, ketika sedang menikmati dengan dikelilingi oleh banyak wanita cantik di sungai Narmada, Kartaviyarjuna yang sombong berkalungkan kalungan kemenangan menghentikan aliran sungai itu dengan lengan-lengannya. Karena Kartaviryarjuna mengubah aliran air ke arah yang berlawanan sehingga membanjiri perkemahan Rahvana yang berada di tepi sunga Narvada, dekat kota Mahismati. Kejadian ini tak bisa dipertahankan oleh Rahvana yang berkepala sepuluh yang menganggap dirinya sebagai pahlawan besar. Ketika Rahvana mencoba menghina Kartaviryarjuna di depan wanita cantik itu dan menyerangnya, Kartaviryarjuna dengan mudah menangkapnya dan menyerahkannya kepada penjaga kota Mahismati, bagaikan orang yang menangkap seekor monyet, kemudian melepaskannya tanpa peduli. Pada suatu ketika Kartaviryarjuna sedang mengembara di hutan sunyi dan berburu, dia mendekati kediaman Jamdagni. Rsi Jamdagni yang tekun dalam pertapaan yang keras di hutan menerima sang raja beserta para prajurit menteri dengan baik. Beliau menyediakan segala keperluan untuk menghormati para tamu, karena beliau memiliki seekor sapi Kamdhenu yang dapat menyediakan segala sesuatu. Jamdagni mampu menjamu para pengikut raja dengan pantas dan memberikan mereka makan yang berisi ghee secara mewah. Sang raja merasa heran melihat kemewahan Jamdagni yang hanya memiliki seekor sapi, oleh karena itu raja iri kepada Rsi agung itu. Inilah awal kesalahan raja. Kartaviryarjuna berpikir bahwa Jamdagni lebih kuat dan kaya daripada dirinya karena sang Rsi mempunyai permata dalam bentuk sapi kamadhenu. Oleh karena itu dia dan pengikutnya tidak begitu menghargai penyambutan Rsi Jamdagni.

Malah sebaliknya, mereka menginginkan sapi kamadhenu yang digunakan untuk pelaksanaan korban suci agnihotra itu. Jamdagni lebih kuat daripada Kartaviryarjuna karena Rsi itu melaksanakan agnihotra yajna dengan ghee yang diperoleh dari kamdhenu. Karena sombong atas kekuatan materialnya, Kartaviryarjuna menyuruh anak buahnya untuk mencuri sapi kamadhenu milik Rsi Jamadegni. Dengan demikian, merekapun melarikan sapi kamdhenu beserta anaknya menuju ibu kota kerajaan Kartaviryarjuna, Mahismati. Setelah Kartaviryarjuna lari dengan membawa kamadhenu Parasurama kembali ke asrama. Ketika Parasurama, putra termuda Jamdagni, mendengarkan tindakan Kartaviryarjuna yang nista itu, Beliau menjadi sangat marah bagaikan seekor ular yang diinjak. Lalu beliau mengambil kapaknya yang mengerikan, perisai, busur panah dan tabung berisi anak panah-anak panah. Dengan kemarahan yang berapi-api Parasurama mengejar Kartaviryarjuna, lakasana seekor singa yang mengejar seekor gajah. Ketika Kartaviryarjuna memasuki ibu kota, Mahismati Puri, dia melihat bahwa Parasurama sedang mengejar sambil membawa sebuah kapak, perisai, busur dan anak panah-anak panah. Parasurama mengenakan sebuah kulit rusa hitam, dan ikatan-ikatan rambutnya nampak seperti matahari. Setelah melihat Parasurama seperti itu, Kartaviryarjuna segera memerintahkan pasukannya yang terdiri dari pasukan gajah, kereta kuda, dan tentara pejalan kaki yang bersenjatakan gada, pedang, anak panah, rsti, sataghni sakti dan senjata-senjata lainnya yang serupa untuk menyerang Parasurama. Kartaviryarjuna mengerahkan 17 aksauh ini tentara (1 aksau = 21.870) pasukan kereta dan gajah, 109.305 prajurit pejalan kaki, dan 65.610 pasukan berkuda) untuk menahan Parasurama. Akan tetapi, mereka semua dibunuh oleh Parasurama. Parasurama ahli sekali menghacurkan kekuatan musuh, Beliau bertempur dengan kecepatan pikiran dan angin, menebas musuhnya dengan kapaknya (parasu). Kemanapun Beliau melangkah, musuh-musuhnya berjatuhan, kaki, lengah dan bahu mereka terpotong, kusir mereka terbunuh, kuda-kuda dan gajah-gajah, tunggangan mereka, semuanya mampus. Dengan meggunakan kapak dan anak panah-anak panahnya Parasurama menghancurkan prisai, bendera, burus panah, dan tubuh-tubuh prajurit Kartaviryarjuna, yang berguguran di medan perang membasahi pertiwi dengan darah mereka. Melihat peristiwa ini, Kartaviryarjuna dengan kemarahan yang besar terjun ke medan perang.

Lalu Kartaviryarjuna dengan 1.000 tenaganya secara bersamaan memasang anak panah pada 500 busur untuk membunuh Parasurama. Namun, Parasurama adalah ksatria yang tercanggih, dengan hanya melepaskan anak panah secukupnya pada sebuah busur. Beliau dengan segera mematahkan anak panah dan busur yang berada pada tangan Karyaviryarjuna. Ketika anak panah-anak panahnya hancur berkeping keping, Kartaviryarjuna mencabut pohon-pohon dan bukit dengan tangannya sendiri dan melemparkan kuat kuat untuk membunuh Parasurama. Tetapi Parasurama memotong lengan-lengan Kartaviryarjuna dengan kapanNya, bagaikan orang memotong kepala ular. Selanjutnya Parasurama memenggal kepala Kartaviryarjuna yang seperti puncak sebuah gunung itu. Melihat ayahnya dibunuh, kesepuluh putra Karyaviryarjuna, lari ketakutan. Setelah membinasakan musuh-musuhnya, Parasurama membebaskan sapi kamadhenu dan anaknya, lalu Beliau kembali ke asrama dan memberikan sapi itu kepada ayahNya, Rsi Jamdagni. Parasurama menguraikan tindakannya pada waktu membunuh Kartaviryarjuna kepada ayah dan saudaraNya. Setelah mendengar hal ini, Jamdagni berkata kepada putranya, "O Pahlawan Agung, putraku Parasurama yang tercinta, Engkau telah membunuh raja sebenarnya tidak perlu. Raja merupakan wakil dari semua Deva, oleh karena itu Engkau telah berbuat dosa. Putraku tercinta, kita adalah Brahmana dan dipuja oleh orang umum karena sifat kita yang suka mengampuni. Karena sifat inilah Deva Brahma, Guru kerohanian alam semesta ini mencapai kedudukannya sebagai Brahma. Kewajiban seorang brahmana adalah untuk mengembangkan sikap suka mengampuni, sifat inilah bersinar bagaikan matahari. Kepribadian Tuhan Yang Esa, Hari, puas kepada orang yang suka memberikan maaf/mengampuni. Canaknya Pandita mengatakan bahwa burung cuckoo walaupun hitam, sangat indah karena suaranya yang manis, begitu juga seorang wanita menjadi cantik karena kesucian dan kesetiaannya kepada suaminya dan orang jelek jadi bagus kalau dia terpelajar. Putraku, membunuh raja yang merupakan penguasa yang lebih daripada membunuh seorang Brahmana, tetapi sekarang kalu Engkau menjadi sadar akan Krshna dan menyembah tempat-tempat suci, maka Engkau dapat diampuni dari dosa besar ini".

Sukadeva Gosvami berkata, "Maharaja Pariksit yang baik hatik putra dinasty Kuru, ketika Parasurama diperintahkan seperti ini oleh ayahnya, Beliau segera setuju dan berkata baiklah". Selama setahun penuh Beliau berkeliling tempat-tempat suci. Setelah itu Beliau kembali ke asrama ayahNya.
Pada suatu hari, Renuka, istri Jamdagni pergi ke tepi sungai Gangga untuk mengambil air, pada saat itu dia melihat raja para Gandarva yang terhias dengan kalungan bunga padma dan sedang bermain-main dengan para Apsara (wanita surga) di sungai Gangga, Entah bagaimana dia tertarik dengan raja itu dan lupa bahwa waktu untuk api korban suci telah habis. Renuka takut akan kutukan suaminya. Oleh karena itu, ketika dia pulang dia hanya meletakkan kendi airnya di depan suaminya dan berdiri dengan tangan tercakup. Rsi Agug Jamdagni dapat mengerti perzinahan di dalam pikiran istrinya.

Oleh karena itu, Beliau sangat marah sekali dan memerintahkan putra-putranya, "Putra-putraku, bunuh perempuan berdosa ini !" Namun putra-putranya tidak menjalankan perintah ayahnya. Kemudian Jamdagni memerintahkan putra bungsunya, Parasurama untuk membunuh saudara-saudaranya yang tidak mematuhi perintahnya, dan ibunya yang telah melakuka perzinahan dalam pikirannya. Karena mengetahui kekuatan ayahNya atas pertapaan dan meditasi yang dipaktekannya, Parasurama segera membunuh ibunya dan saudara-saudaranya. Jamdagni, Putra Satyavati, merasa puas terhadap Parasurama dan menawarkan berkat apa yang dimintaNya. Parasurama menjawab, "Hidupkan kembali ibu dan saudara-saudaraku dan agar mereka lupa bahwa yang telah membunuhnya adalah diriku, berilah berkat yang aku minta, "Selanjutnya, atas berkat Jamdagni, ibu dan saudara-saudara Parsurama hidup kembali an mereka merasa bahagia, seolah-olah terbangun dari tidur yang lelap.

O raja Pariksit, putra-putra Kartaviryarjuna tidak pernah merasa bahagia karena mereka selalu ingat akan pembunuhan ayahnya yang dilakukan oleh Parasurama. Pada suatu saat, ketika Parasurama dan saudara-saudara pergi ke hutan, kesempatan ini digunakan oleh putra-putra Kartaviryarjuna untuk mendatangi asrama Jamdagni dan membalas dendam. Oleh karena itu, ketika mereka melihat Jamdagni sedang duduk di samping api untuk melakukan yajna dan sedang bermeditasi kepada Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa mereka menggunakan kesempatan ini untuk membunuhnya. Dengan doa yang memelas Renuka, ibu Parasurama, memohon agar suaminya hidup kembali. Akan tetapi putra-putra Kartaviryarjuna begitu kejam sehingga mereka memenggal kepala Jamdagni dan melarikannya. Sambil meratap dalam kesedihan karena kematian suaminya, Renuka memukuli badannya dan menangis dengan keras, "O Rama, O Anakku" mereka bergegas kembali ke asrama, dan melihat bahwa ayahnya telah terbunuh. Dibingungkan oleh rasa sedih, marah, berang, dan ratapan, putra-putra Jamdagni menangis, "O ayah, kepribadian yang suci, Anda telah meninggalkan kami dan pergi ke planet surga. Parasurama mempercayakan mayat ayahNya kepada saudara-saudaranya lalu Beliau mengambil kapaknya dan memutuskan untuk menghabisi semua ksatria di muka bumi ini. Kemudian Parasurama pergi ke Mahismati, kota terhukum oleh dosa pembunuhnan seorang Brahmana. Di tengah-tengah kota itu Beliau membuat sebuah gunung kepala yang lepas dari badan anak-anak Kartaviryarjuna. Dengan darah-darah anak ini, Parasurama menciptakan sebuah sungai darah yang mengerikan menggemetarkan bagi raja-raja yang tidak menghormati peradaban brahmana. Karena para ksatria melakukan kegiatan yang penuh dosa, Parasurama untuk membalas dendan atas kematian ayahNya, menghancurkan semua ksatria yang ada di muka bumi ini 21 kali. Memang, di tempat yang bernama Samanta Pancaka Beliau menciptakan 9 danau yang berisi darah-darah mereka. Kemudian, Parsurama menggabungkan kepala dengan badan ayaNya dan meletakkan di atas rumput kusa.

Dengan mempersembahkan korban suci, Beliau mulai memuja Vasudeva, roh yang paling utama yang berada dimana-dimana. Setelah menyelesaikan korban suci ini Parasurama memberikan arah timur kepala hota, selatan kepala brahma, barat kepala advaryu, utara kepala udgata. 4 arah lagi kepada pendeta lainnya (hota, brahma, advaryu, dan udgata adalah nama-nama pendeta-pendeta yang melaksanakan yajna). Beliau memberikan arah tengah kepada Kasyapa dan tempat yang bernama Aryavarta (tempat diantara gunung Himalaya dan bukit Vindhya). Apapun yang masih tersisa Beliau berikan kepada para sadasnya, rekan-rekan para pendeta.

Setelah melaksanakan ritual korban suci ini, Parasurama lalu mandi yang disebut dengan avabharta anana, dengan berdiri di tepi sungai Sarasavti, bebas dari segala dosa. Parasurama nampak seperti matahari di angkasa yang berawan. Demikianlah, Jamdagni dihidupkan kembali oleh Parasurama seperti sediakala, dan Jamdagni menjadi salah seorang dari 7 Rsi dalam kelompok 7 bintang (7 rsi : Kasyapa, Atri, Vasistha, Vismamitra, Gautama, Jamdagni, dan Bhardvaja). O Raja Pariksit, pada man-vatara berikutnya. Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa Parasurama yang bermata bagaikan bunga padma, putra Jamdagni, akan menjadi terpelajar dalam pengetahuan Veda, dengan kata lain Beliau akan menjadi salah satu dari 7 Rsi. Sekarang Parasurama masing tinggal di pegunungan yang bernama Mahendra, seorang brahmana yang cerdas. Setelah meninggalkan senjata-senjata sebagai seorang ksatria Beliau puas sepenuhnya. Para penduduk surga seperti para Siddha, Carana dan Gandharva selalu memuja dan memuji watak dan kegiatan Beliau yang mulia.

Dengan cara seperti ini, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Pengendali Yang Paling Utama berinkarnasi pada dinasty Bhrgu dan membebaskan alam semesta terhadap beban raja-raja yang tidak diperlukan dengan membinasakan mereka berkali-kali.*



Catatan:
Asta Aiswarya berasal dari bahasa sanskerta, yakni dari kata Asta yang artinya delapan, dan kata Aiswarya yang berarti kemahakuasaan (Midastra, 2007: 2). Dengan demikian Asta Aiswarya mengandung arti Delapan sifat kemahakuasaan Tuhan.

Adapun pembagian dari Asta Aiswarya ATAU Asta Sakti seperti dijelaskan dalam kitab Wrhaspati tattwa sloka 66 adalah sebagai berikut (Bantas 2000;41):

1. Anima
Kesaktian Tuhan yang disebut Anima atau Anu" yang berarti "atom". Anima dari Asta Aiswarya ialah sifat yang halus bagaikan kehalusan atom yang dimiliki oleh Tuhan

2. Laghima
Kesaktian Tuhan yang disebut Laghima. Laghima berasal dari kata "Laghu" yang artinya ringan. Laghima berarti sifat- Nya yang amat ringan lebih ringan dari ether dalam unsur panca mahabhuta.

3. Mahima
Kesaktian Tuhan yang disebut Mahima, Mahima berasal dari kata "Maha" yang berarti Maha Besar, di sini berarti Tuhan meliputi semua tempat. Tidak ada tempat yang kosong (hampa) bagi- Nya, semua ruang angkasa dipenuhi.

4. Prapti
Kesaktian Tuhan yang disebut Prapti, Prapti berasal dari "Prapta" yang artinya tercapai. Prapti segala tempat tercapai oleh- Nya, ke mana Ia hendak pergi di sana Ia telah ada.

5. Prakamya
Kesaktian Tuhan yang disebut Prakamya, Prakamya berasal dari kata "Pra Kama" berarti segala kehendak- Nya selalu terlaksana atau terjadi.

6. Isitwa
Kesaktian Tuhan yang disebut Isitwa, Isitwa berasal dari kata "Isa" yang berarti raja, Isitwa berarti merajai segala- galanya, dalam segala hal paling utama.

7. Wasitwa
Kesaktian Tuhan yang disebut Wasitwa, Wasitwa berasal dari kata "Wasa" yang berarti menguasai dan mengatasi. Wasitwa artinya paling berkuasa. Yatrakamawasayitwa berarti tidak ada yang dapat menentang kehendak dan kodrat- Nya.

8. Yatrakamawasayitwa
Kesaktian Tuhan yang disebut Yatrakamawasayitwa berarti tidak ada yang dapat menentang kehendak dan kodrat- Nya.







Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.








BHAGAVAN PARASURAMA

Adalah seorang raja bernama Gandhi, yang mempunyai seorang putri yang bernama Satyavati, seorang Brahma yang bernama Rcika menimang putri ini untuk dijadikan istrinya. Akan tetapi, baginda raja menganggap Rcika tidak pantas untuk putrinya, oleh karena itu raja berkata kepada Brahma itu, "Tuhan yang baik hati, aku berasal dari dinasty Kusa. Karena kami adalah ksatria bangsawan, maka anda harus memberikan mas kawin kepada putriku. Oleh karena itu bawalah setidak-tidaknya 1.000 ekor kuda yang bersinar seperti sinar bulan dan masing-masing memiliki satu telinga hitam, baik telinga kiri maupun kanan". Dengan tuntutan baginda raja yang seperti ini, Rsi Agung Rcika dapat mengerti isi hati sang raja. Oleh karena itu, dia pergi kepada Deva Varuna untuk meminta 1.000 ekor kuda seperti yang dituntut oleh raja Gandhi. Setelah memberikan kuda-kuda ini, Rsi Rcika menikahi putri raja yang cantik itu. Selanjutnya istri Rcika Muni dan mertua perempuannya masing-masing menginginkan seoerang putra, lalu mereka memohon kepada sang Muni untuk menyiapkan sarana persembahan untuk mendapatkan putra. Dengan demikian Rcika Muni menyiapkan satu pesembahan untuk istrinya dengan mantra brahmana dan satu persembahan untuk mertua perempuannya dengan mantra Ksatria, setelah itu sang Rsi pergi mandi.

Sementara itu, karena Satyavati mengira bahwa persembahan untuk putrinya tentu lebih baik, sehingga dia meminta persembahan yang dimaksud untuk putrinya itu. Oleh karena itu, Satyavati memberikan persembahan untuk dirinya kepada ibunya dan memakan persembahan yang dimaksud untuk ibunya, (mereka saling tukar persembahan dan memakannya). Ketika Rsi Agung Rcika kembali dan mandi dan mengerti apa yang telah terjadi pada saat dia tidak ada dia berkata kepada istrinya, Satyavati, "Kau telah melakukan kesalahan yang besar, putramu akan menjadi Ksatria yang ganas dan kejam, dapat menghukum siapapun saja, dan ibumu akan memperoleh putra putra yang terpelajar dalam pengetahuan rohani". Akan tetapi, Satyavati dapat menenangkan Rcika Muni dengan kata-kata yang lembut. Satyavati mohon kepada suaminya agar putranya tidak menjadi seorang Ksatria yang ganas dan kejam. Rcika Muni menjawab, "Kalau begitu. Cucumu yang akan menjadi Ksatria seperti itu". Setelah beberapa lama, Satyavati pun melahirkan putra yang bernama, Jamdagni. Selanjutnya Satyavati menjadi sungai Kausiki yang suci untuk mensucikan seluruh dunia, dan putranya Jamdagni menikah dengan Renuka, putri Renu. Dari kandungan Renuka, Jamdagni mempunyai banyak putra yang dipimpin oleh Vasuman. Putra termuda bernama Rama atau Parasurama. Para sarjana yang terpelajar menerima Parasurama sebagai inkarnasi Sri Vasudeva, yang menghancurkan dinasty Kartavirya. Parasurama membinasakan semua Ksatria dimuka bumi ini 21 kali. Ketika raja-raja menjadi terlalu sombong karena pengaruh sifat nafsu dan kebodohan, tidak taat kepada dharma dan tidak mengindahkan hukum yang ditetapkan oleh para brahmana, Parasurama membinasakan mereka. Walaupun kesalahan mereka tidak begitu berat, namun Parasurama membunuh mereka untuk mengurangi beban bumi.

Raja Pariksit bertanya pada Sukadeva Gosvami "Kesalahan apa yang dilakukan oleh para Ksatria yang tidak bisa mengendalikan indria-indrianya, kepada Parasurama inkarnasi kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, sehingga beliau menghancurkan dinasti para Ksatria berulang kali ?" Sukadeva Gosvami berkata, "Ksatria terbaik, Kartaviyarjuna, raja dan daerah Maihaya memperoleh 1.000 tangan dengan memuja dattatreya, ekspansi Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Narayana. Dia juga tak terkalahkan dan memperoleh kekuatan indria yang tak terhalangi, ketampanan, pengaruh, kemasyuran, kesaktian bhatin untuk mendapatkan segala kesempurnaan yoga, seperti anima, dan laghima.



Demikianlah setelah penuh kemewahan seperti itu, dia mengembara keseluruh alam semesta tanpa halangan bagaikan angin. Pada suatu hari, ketika sedang menikmati dengan dikelilingi oleh banyak wanita cantik di sungai Narmada, Kartaviyarjuna yang sombong berkalungkan kalungan kemenangan menghentikan aliran sungai itu dengan lengan-lengannya. Karena Kartaviryarjuna mengubah aliran air ke arah yang berlawanan sehingga membanjiri perkemahan Rahvana yang berada di tepi sunga Narvada, dekat kota Mahismati. Kejadian ini tak bisa dipertahankan oleh Rahvana yang berkepala sepuluh yang menganggap dirinya sebagai pahlawan besar. Ketika Rahvana mencoba menghina Kartaviryarjuna di depan wanita cantik itu dan menyerangnya, Kartaviryarjuna dengan mudah menangkapnya dan menyerahkannya kepada penjaga kota Mahismati, bagaikan orang yang menangkap seekor monyet, kemudian melepaskannya tanpa peduli. Pada suatu ketika Kartaviryarjuna sedang mengembara di hutan sunyi dan berburu, dia mendekati kediaman Jamdagni. Rsi Jamdagni yang tekun dalam pertapaan yang keras di hutan menerima sang raja beserta para prajurit menteri dengan baik. Beliau menyediakan segala keperluan untuk menghormati para tamu, karena beliau memiliki seekor sapi Kamdhenu yang dapat menyediakan segala sesuatu. Jamdagni mampu menjamu para pengikut raja dengan pantas dan memberikan mereka makan yang berisi ghee secara mewah. Sang raja merasa heran melihat kemewahan Jamdagni yang hanya memiliki seekor sapi, oleh karena itu raja iri kepada Rsi agung itu. Inilah awal kesalahan raja. Kartaviryarjuna berpikir bahwa Jamdagni lebih kuat dan kaya daripada dirinya karena sang Rsi mempunyai permata dalam bentuk sapi kamadhenu. Oleh karena itu dia dan pengikutnya tidak begitu menghargai penyambutan Rsi Jamdagni.

Malah sebaliknya, mereka menginginkan sapi kamadhenu yang digunakan untuk pelaksanaan korban suci agnihotra itu. Jamdagni lebih kuat daripada Kartaviryarjuna karena Rsi itu melaksanakan agnihotra yajna dengan ghee yang diperoleh dari kamdhenu. Karena sombong atas kekuatan materialnya, Kartaviryarjuna menyuruh anak buahnya untuk mencuri sapi kamadhenu milik Rsi Jamadegni. Dengan demikian, merekapun melarikan sapi kamdhenu beserta anaknya menuju ibu kota kerajaan Kartaviryarjuna, Mahismati. Setelah Kartaviryarjuna lari dengan membawa kamadhenu Parasurama kembali ke asrama. Ketika Parasurama, putra termuda Jamdagni, mendengarkan tindakan Kartaviryarjuna yang nista itu, Beliau menjadi sangat marah bagaikan seekor ular yang diinjak. Lalu beliau mengambil kapaknya yang mengerikan, perisai, busur panah dan tabung berisi anak panah-anak panah. Dengan kemarahan yang berapi-api Parasurama mengejar Kartaviryarjuna, lakasana seekor singa yang mengejar seekor gajah. Ketika Kartaviryarjuna memasuki ibu kota, Mahismati Puri, dia melihat bahwa Parasurama sedang mengejar sambil membawa sebuah kapak, perisai, busur dan anak panah-anak panah. Parasurama mengenakan sebuah kulit rusa hitam, dan ikatan-ikatan rambutnya nampak seperti matahari. Setelah melihat Parasurama seperti itu, Kartaviryarjuna segera memerintahkan pasukannya yang terdiri dari pasukan gajah, kereta kuda, dan tentara pejalan kaki yang bersenjatakan gada, pedang, anak panah, rsti, sataghni sakti dan senjata-senjata lainnya yang serupa untuk menyerang Parasurama. Kartaviryarjuna mengerahkan 17 aksauh ini tentara (1 aksau = 21.870) pasukan kereta dan gajah, 109.305 prajurit pejalan kaki, dan 65.610 pasukan berkuda) untuk menahan Parasurama. Akan tetapi, mereka semua dibunuh oleh Parasurama. Parasurama ahli sekali menghacurkan kekuatan musuh, Beliau bertempur dengan kecepatan pikiran dan angin, menebas musuhnya dengan kapaknya (parasu). Kemanapun Beliau melangkah, musuh-musuhnya berjatuhan, kaki, lengah dan bahu mereka terpotong, kusir mereka terbunuh, kuda-kuda dan gajah-gajah, tunggangan mereka, semuanya mampus. Dengan meggunakan kapak dan anak panah-anak panahnya Parasurama menghancurkan prisai, bendera, burus panah, dan tubuh-tubuh prajurit Kartaviryarjuna, yang berguguran di medan perang membasahi pertiwi dengan darah mereka. Melihat peristiwa ini, Kartaviryarjuna dengan kemarahan yang besar terjun ke medan perang.

Lalu Kartaviryarjuna dengan 1.000 tenaganya secara bersamaan memasang anak panah pada 500 busur untuk membunuh Parasurama. Namun, Parasurama adalah ksatria yang tercanggih, dengan hanya melepaskan anak panah secukupnya pada sebuah busur. Beliau dengan segera mematahkan anak panah dan busur yang berada pada tangan Karyaviryarjuna. Ketika anak panah-anak panahnya hancur berkeping keping, Kartaviryarjuna mencabut pohon-pohon dan bukit dengan tangannya sendiri dan melemparkan kuat kuat untuk membunuh Parasurama. Tetapi Parasurama memotong lengan-lengan Kartaviryarjuna dengan kapanNya, bagaikan orang memotong kepala ular. Selanjutnya Parasurama memenggal kepala Kartaviryarjuna yang seperti puncak sebuah gunung itu. Melihat ayahnya dibunuh, kesepuluh putra Karyaviryarjuna, lari ketakutan. Setelah membinasakan musuh-musuhnya, Parasurama membebaskan sapi kamadhenu dan anaknya, lalu Beliau kembali ke asrama dan memberikan sapi itu kepada ayahNya, Rsi Jamdagni. Parasurama menguraikan tindakannya pada waktu membunuh Kartaviryarjuna kepada ayah dan saudaraNya. Setelah mendengar hal ini, Jamdagni berkata kepada putranya, "O Pahlawan Agung, putraku Parasurama yang tercinta, Engkau telah membunuh raja sebenarnya tidak perlu. Raja merupakan wakil dari semua Deva, oleh karena itu Engkau telah berbuat dosa. Putraku tercinta, kita adalah Brahmana dan dipuja oleh orang umum karena sifat kita yang suka mengampuni. Karena sifat inilah Deva Brahma, Guru kerohanian alam semesta ini mencapai kedudukannya sebagai Brahma. Kewajiban seorang brahmana adalah untuk mengembangkan sikap suka mengampuni, sifat inilah bersinar bagaikan matahari. Kepribadian Tuhan Yang Esa, Hari, puas kepada orang yang suka memberikan maaf/mengampuni. Canaknya Pandita mengatakan bahwa burung cuckoo walaupun hitam, sangat indah karena suaranya yang manis, begitu juga seorang wanita menjadi cantik karena kesucian dan kesetiaannya kepada suaminya dan orang jelek jadi bagus kalau dia terpelajar. Putraku, membunuh raja yang merupakan penguasa yang lebih daripada membunuh seorang Brahmana, tetapi sekarang kalu Engkau menjadi sadar akan Krshna dan menyembah tempat-tempat suci, maka Engkau dapat diampuni dari dosa besar ini".

Sukadeva Gosvami berkata, "Maharaja Pariksit yang baik hatik putra dinasty Kuru, ketika Parasurama diperintahkan seperti ini oleh ayahnya, Beliau segera setuju dan berkata baiklah". Selama setahun penuh Beliau berkeliling tempat-tempat suci. Setelah itu Beliau kembali ke asrama ayahNya.
Pada suatu hari, Renuka, istri Jamdagni pergi ke tepi sungai Gangga untuk mengambil air, pada saat itu dia melihat raja para Gandarva yang terhias dengan kalungan bunga padma dan sedang bermain-main dengan para Apsara (wanita surga) di sungai Gangga, Entah bagaimana dia tertarik dengan raja itu dan lupa bahwa waktu untuk api korban suci telah habis. Renuka takut akan kutukan suaminya. Oleh karena itu, ketika dia pulang dia hanya meletakkan kendi airnya di depan suaminya dan berdiri dengan tangan tercakup. Rsi Agug Jamdagni dapat mengerti perzinahan di dalam pikiran istrinya.

Oleh karena itu, Beliau sangat marah sekali dan memerintahkan putra-putranya, "Putra-putraku, bunuh perempuan berdosa ini !" Namun putra-putranya tidak menjalankan perintah ayahnya. Kemudian Jamdagni memerintahkan putra bungsunya, Parasurama untuk membunuh saudara-saudaranya yang tidak mematuhi perintahnya, dan ibunya yang telah melakuka perzinahan dalam pikirannya. Karena mengetahui kekuatan ayahNya atas pertapaan dan meditasi yang dipaktekannya, Parasurama segera membunuh ibunya dan saudara-saudaranya. Jamdagni, Putra Satyavati, merasa puas terhadap Parasurama dan menawarkan berkat apa yang dimintaNya. Parasurama menjawab, "Hidupkan kembali ibu dan saudara-saudaraku dan agar mereka lupa bahwa yang telah membunuhnya adalah diriku, berilah berkat yang aku minta, "Selanjutnya, atas berkat Jamdagni, ibu dan saudara-saudara Parsurama hidup kembali an mereka merasa bahagia, seolah-olah terbangun dari tidur yang lelap.

O raja Pariksit, putra-putra Kartaviryarjuna tidak pernah merasa bahagia karena mereka selalu ingat akan pembunuhan ayahnya yang dilakukan oleh Parasurama. Pada suatu saat, ketika Parasurama dan saudara-saudara pergi ke hutan, kesempatan ini digunakan oleh putra-putra Kartaviryarjuna untuk mendatangi asrama Jamdagni dan membalas dendam. Oleh karena itu, ketika mereka melihat Jamdagni sedang duduk di samping api untuk melakukan yajna dan sedang bermeditasi kepada Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa mereka menggunakan kesempatan ini untuk membunuhnya. Dengan doa yang memelas Renuka, ibu Parasurama, memohon agar suaminya hidup kembali. Akan tetapi putra-putra Kartaviryarjuna begitu kejam sehingga mereka memenggal kepala Jamdagni dan melarikannya. Sambil meratap dalam kesedihan karena kematian suaminya, Renuka memukuli badannya dan menangis dengan keras, "O Rama, O Anakku" mereka bergegas kembali ke asrama, dan melihat bahwa ayahnya telah terbunuh. Dibingungkan oleh rasa sedih, marah, berang, dan ratapan, putra-putra Jamdagni menangis, "O ayah, kepribadian yang suci, Anda telah meninggalkan kami dan pergi ke planet surga. Parasurama mempercayakan mayat ayahNya kepada saudara-saudaranya lalu Beliau mengambil kapaknya dan memutuskan untuk menghabisi semua ksatria di muka bumi ini. Kemudian Parasurama pergi ke Mahismati, kota terhukum oleh dosa pembunuhnan seorang Brahmana. Di tengah-tengah kota itu Beliau membuat sebuah gunung kepala yang lepas dari badan anak-anak Kartaviryarjuna. Dengan darah-darah anak ini, Parasurama menciptakan sebuah sungai darah yang mengerikan menggemetarkan bagi raja-raja yang tidak menghormati peradaban brahmana. Karena para ksatria melakukan kegiatan yang penuh dosa, Parasurama untuk membalas dendan atas kematian ayahNya, menghancurkan semua ksatria yang ada di muka bumi ini 21 kali. Memang, di tempat yang bernama Samanta Pancaka Beliau menciptakan 9 danau yang berisi darah-darah mereka. Kemudian, Parsurama menggabungkan kepala dengan badan ayaNya dan meletakkan di atas rumput kusa.

Dengan mempersembahkan korban suci, Beliau mulai memuja Vasudeva, roh yang paling utama yang berada dimana-dimana. Setelah menyelesaikan korban suci ini Parasurama memberikan arah timur kepala hota, selatan kepala brahma, barat kepala advaryu, utara kepala udgata. 4 arah lagi kepada pendeta lainnya (hota, brahma, advaryu, dan udgata adalah nama-nama pendeta-pendeta yang melaksanakan yajna). Beliau memberikan arah tengah kepada Kasyapa dan tempat yang bernama Aryavarta (tempat diantara gunung Himalaya dan bukit Vindhya). Apapun yang masih tersisa Beliau berikan kepada para sadasnya, rekan-rekan para pendeta.

Setelah melaksanakan ritual korban suci ini, Parasurama lalu mandi yang disebut dengan avabharta anana, dengan berdiri di tepi sungai Sarasavti, bebas dari segala dosa. Parasurama nampak seperti matahari di angkasa yang berawan. Demikianlah, Jamdagni dihidupkan kembali oleh Parasurama seperti sediakala, dan Jamdagni menjadi salah seorang dari 7 Rsi dalam kelompok 7 bintang (7 rsi : Kasyapa, Atri, Vasistha, Vismamitra, Gautama, Jamdagni, dan Bhardvaja). O Raja Pariksit, pada man-vatara berikutnya. Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa Parasurama yang bermata bagaikan bunga padma, putra Jamdagni, akan menjadi terpelajar dalam pengetahuan Veda, dengan kata lain Beliau akan menjadi salah satu dari 7 Rsi. Sekarang Parasurama masing tinggal di pegunungan yang bernama Mahendra, seorang brahmana yang cerdas. Setelah meninggalkan senjata-senjata sebagai seorang ksatria Beliau puas sepenuhnya. Para penduduk surga seperti para Siddha, Carana dan Gandharva selalu memuja dan memuji watak dan kegiatan Beliau yang mulia.

Dengan cara seperti ini, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Pengendali Yang Paling Utama berinkarnasi pada dinasty Bhrgu dan membebaskan alam semesta terhadap beban raja-raja yang tidak diperlukan dengan membinasakan mereka berkali-kali.*



Catatan:
Asta Aiswarya berasal dari bahasa sanskerta, yakni dari kata Asta yang artinya delapan, dan kata Aiswarya yang berarti kemahakuasaan (Midastra, 2007: 2). Dengan demikian Asta Aiswarya mengandung arti Delapan sifat kemahakuasaan Tuhan.

Adapun pembagian dari Asta Aiswarya ATAU Asta Sakti seperti dijelaskan dalam kitab Wrhaspati tattwa sloka 66 adalah sebagai berikut (Bantas 2000;41):

1. Anima
Kesaktian Tuhan yang disebut Anima atau Anu" yang berarti "atom". Anima dari Asta Aiswarya ialah sifat yang halus bagaikan kehalusan atom yang dimiliki oleh Tuhan

2. Laghima
Kesaktian Tuhan yang disebut Laghima. Laghima berasal dari kata "Laghu" yang artinya ringan. Laghima berarti sifat- Nya yang amat ringan lebih ringan dari ether dalam unsur panca mahabhuta.

3. Mahima
Kesaktian Tuhan yang disebut Mahima, Mahima berasal dari kata "Maha" yang berarti Maha Besar, di sini berarti Tuhan meliputi semua tempat. Tidak ada tempat yang kosong (hampa) bagi- Nya, semua ruang angkasa dipenuhi.

4. Prapti
Kesaktian Tuhan yang disebut Prapti, Prapti berasal dari "Prapta" yang artinya tercapai. Prapti segala tempat tercapai oleh- Nya, ke mana Ia hendak pergi di sana Ia telah ada.

5. Prakamya
Kesaktian Tuhan yang disebut Prakamya, Prakamya berasal dari kata "Pra Kama" berarti segala kehendak- Nya selalu terlaksana atau terjadi.

6. Isitwa
Kesaktian Tuhan yang disebut Isitwa, Isitwa berasal dari kata "Isa" yang berarti raja, Isitwa berarti merajai segala- galanya, dalam segala hal paling utama.

7. Wasitwa
Kesaktian Tuhan yang disebut Wasitwa, Wasitwa berasal dari kata "Wasa" yang berarti menguasai dan mengatasi. Wasitwa artinya paling berkuasa. Yatrakamawasayitwa berarti tidak ada yang dapat menentang kehendak dan kodrat- Nya.

8. Yatrakamawasayitwa
Kesaktian Tuhan yang disebut Yatrakamawasayitwa berarti tidak ada yang dapat menentang kehendak dan kodrat- Nya.







Mau Beli Buku Bhagavad-gita, Srimad-bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, dll?
Senin - Minggu - Hari Libur | 08.00 - 21.00 WIB | http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 dan 0819-9108-4996

SMS/PHONE  : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
                       : 0819-9109-9321 (Mahanila)
WhatsApp     : 0812-7740-3909 (Mahanila) dan 0819-9108-4996 (Susanti)
BBM               : 5D40CF2D dan D5E8718B

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda.

By: Sanatana Dharma Indonesia

Ads

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

Visit Your Favorite Website Below

New Page Number

Admin Control Panel

New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Moderate Comments | Sign Out

 

Mari Kita Saling Membantu Misi Srila Prabhupada Dengan Menyebarkan Buku-buku Rohani

Semua Buku Ini Dapat Dipesan Di MAHANILA STORE HTTP://MAHANILASTORE.BLOGSPOT.COM

Hubungi: Mahanila Das di HP/WA: 0812-7740-3909

Mahanila Store

Mahanila Store

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Mahanila Store

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Mahanila Store

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Mahanila Store

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Mahanila Store

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Mahanila Store

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mari Kita Saling Membantu Misi Srila Prabhupada Dengan Menyebarkan Buku-buku Rohani

Semua Buku Ini Dapat Dipesan Di MAHANILA STORE HTTP://MAHANILASTORE.BLOGSPOT.COM

Hubungi: Mahanila Das di HP/WA: 0812-7740-3909

Mahanila Store

Mahanila Store

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Mahanila Store

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Mahanila Store

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Mahanila Store

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Mahanila Store

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Mahanila Store

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

DAPATKAN KOLEKSI BUKU TERBARU KAMI

MAHANILA STORE (SAHABAT BELANJA ANDA)

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

DAFTAR BUKU-BUKU TERLARIS MAHANILA STORE

TELAH TERJUAL DI DISELURUH INDONESIA

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Today Quotes

Srimad Bhagavad-gita

Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

Iklan Kolom 1

Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

Caitanya Caritamrta

Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

Iklan Kolom 2

Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

The Nectar Of Devotion

Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

Iklan Kolom 3

Mahanila Store Mahanila Store Mahanila Store

A Second Chance

Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

Iklan Kolom 4

Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)
Bouncing ball Bouncing ball Bouncing ball Sanatana Dharma Indonesia Visit Mahanila Store at http://mahanilastore.blogspot.com
[Mahanila].. [Mahanila Store].. [Sanatana Dharma Indonesia].. [Mahanila Rent Car Batam].. [Cakadola Store].. [Sadhu Guru Sastra].. [Nityam Bhagavata Sevaya]
[Cara Belanja].. [Kontak].. [About Us].. [Testimonial]..
Silahkan Preview Website Favorit Anda!

Copyright © 2013-17 Sanatana Dharma Indonesia. All Rights Reserved.